-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Bekerja di Balik Tumpukan Sampah, UPT Pengelolaan Sampah Terus Jaga TPA Patommo

    Satry Polang
    Kamis, 10 September 2026, September 10, 2026 WIB Last Updated 2026-09-11T02:14:02Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Bekerja di Balik Tumpukan Sampah, UPT Pengelolaan Sampah Terus Jaga TPA Patommo


    SIDENRENG RAPPANG, NARASIRAKYAT.ID — Ketika lingkungan terlihat bersih, perhatian masyarakat biasanya tertuju pada hasil akhirnya. Namun, di balik itu terdapat pekerjaan yang tidak selalu terlihat: sampah harus dikumpulkan, diangkut, ditata, dan dikelola agar tidak terus menumpuk tanpa penanganan.

    Pekerjaan tersebut terus dilakukan UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidenreng Rappang di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Patommo.


    Pada Kamis (10/9/2026), petugas kembali melaksanakan kegiatan pengelolaan dan penanganan sampah di area TPA. Dalam pelaksanaannya, petugas didukung penggunaan alat berat untuk membantu penataan timbulan sampah di kawasan tersebut.

    Aktivitas ini menjadi bagian dari upaya menjaga sistem pengelolaan persampahan agar tetap berjalan dan mendukung terciptanya lingkungan Kabupaten Sidenreng Rappang yang bersih, sehat, serta berkelanjutan.


    Di Balik Sampah yang Terangkut, Ada Sistem yang Harus Terus Berjalan

    Sampah tidak berhenti ketika keluar dari rumah atau tempat usaha.

    Setelah dikumpulkan dan diangkut, sampah masih membutuhkan proses penanganan di tempat pemrosesan akhir. Karena itu, pengelolaan TPA menjadi bagian penting dari rangkaian pelayanan persampahan.


    Di TPA Patommo, petugas UPT Pengelolaan Sampah menjalankan aktivitas operasional untuk menangani timbulan sampah yang masuk.

    Penggunaan alat berat membantu pekerjaan penataan di area TPA sehingga proses pengelolaan dapat dilakukan sesuai kebutuhan operasional lapangan.


    Pekerjaan tersebut mungkin tidak banyak terlihat oleh masyarakat karena berlangsung di lokasi pengolahan akhir.

    Namun, keberadaannya memiliki kaitan langsung dengan sistem kebersihan secara keseluruhan.

    Ketika sampah dari berbagai wilayah terus masuk, pengelolaan di TPA harus tetap berjalan.


    DLH Sidrap Dorong Pengelolaan Persampahan Berkelanjutan

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidenreng Rappang, Dr. Ir. H. Muhammad Yusuf, S.T., M.Eng., terus mendorong agar pengelolaan persampahan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

    Dorongan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah sebagai salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas lingkungan.


    Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Sampah, Muh. Nasrul R., S.T., bersama jajaran dan petugas lapangan memastikan kegiatan di TPA Patommo terus berjalan sesuai kebutuhan operasional.

    Koordinasi antara unsur pimpinan, pengelola UPT, serta petugas di lapangan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas pengelolaan sampah.


    TPA Bukan Sekadar Tempat Sampah Berakhir

    Ada anggapan bahwa persoalan sampah selesai ketika sampah dibawa ke TPA.

    Padahal, perjalanan sampah tidak berhenti begitu saja.


    Sampah yang masuk harus tetap ditangani dan ditata melalui sistem pengelolaan yang membutuhkan tenaga manusia, sarana, peralatan, serta pengawasan operasional.

    Karena itu, keberadaan petugas di TPA Patommo memiliki peran penting dalam memastikan aktivitas pengelolaan tetap berlangsung.


    Pada saat yang sama, persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada petugas atau pemerintah.

    Masyarakat juga memiliki peran sejak dari sumber sampah.

    Semakin banyak sampah yang dihasilkan dan tidak dipilah, semakin besar pula beban yang harus ditangani pada tahap berikutnya.


    Dari Rumah, Perjalanan Sampah Dimulai

    Pengelolaan sampah yang baik sesungguhnya dimulai jauh sebelum sampah tiba di TPA.

    Kebiasaan sederhana seperti mengurangi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, memilah sampah berdasarkan jenisnya, serta membuang sampah pada tempat yang semestinya dapat membantu mengurangi beban sistem persampahan.


    Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan aktivitas di TPA Patommo.

    Petugas di lapangan dapat menjalankan tugasnya, tetapi keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan dukungan masyarakat dari hulu hingga hilir.

    Dengan kata lain, TPA adalah bagian dari sistem, bukan satu-satunya jawaban atas persoalan sampah.


    Lima Fakta Menarik Pengelolaan Sampah di TPA Patommo

    1. Pengelolaan dilakukan secara operasional di TPA Patommo

    UPT Pengelolaan Sampah DLH Sidrap terus menjalankan aktivitas penanganan dan pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Patommo.

    2. Petugas mendapat dukungan alat berat

    Alat berat digunakan untuk membantu proses penataan timbulan sampah di area TPA.

    3. Kegiatan merupakan bagian dari pelayanan persampahan

    Pengelolaan di TPA menjadi salah satu tahapan dalam rangkaian sistem pelayanan persampahan bagi masyarakat.

    4. Pengelolaan membutuhkan kerja berkelanjutan

    Sampah terus dihasilkan setiap hari sehingga penanganannya membutuhkan aktivitas operasional yang konsisten dan berkesinambungan.

    5. Masyarakat ikut menentukan keberhasilan pengelolaan sampah

    Mengurangi sampah dan melakukan pemilahan sejak dari sumber dapat membantu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.


    Mereka yang Bekerja di Balik Layar

    Tidak semua pekerjaan penting harus terlihat.

    Petugas TPA mungkin tidak selalu berada di tengah keramaian. Mereka bekerja di tempat yang menjadi titik akhir dari perjalanan sampah masyarakat.

    Namun justru di sanalah pekerjaan yang tidak kalah penting berlangsung.


    Sampah yang telah dikumpulkan harus ditangani. Area TPA harus ditata. Peralatan harus digunakan. Aktivitas operasional harus terus berjalan.

    Semua itu membutuhkan tenaga dan ketekunan.

    Karena itu, pekerjaan petugas pengelolaan sampah layak dipandang sebagai bagian dari pelayanan publik yang memiliki dampak langsung terhadap lingkungan.


    Kebersihan sebuah daerah bukan hanya hasil dari apa yang terlihat di jalan dan permukiman, tetapi juga dari bagaimana sampah yang dihasilkan masyarakat dikelola setelah dikumpulkan.


    Membangun Sidrap Bersih dari Hulu hingga Hilir

    Pengelolaan sampah yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

    Pemerintah menyediakan sistem dan pelayanan.

    Petugas menjalankan pekerjaan teknis di lapangan.


    Sementara masyarakat memiliki peran penting dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya.

    Jika ketiganya berjalan bersama, pengelolaan persampahan akan memiliki fondasi yang lebih kuat.

    Karena itu, ajakan “Kurangi Sampah, Pilah Sampah” bukan sekadar pesan lingkungan, tetapi bagian dari upaya membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat.


    Setiap hari, sampah mungkin terlihat sebagai sesuatu yang ingin segera kita singkirkan.

    Namun setelah meninggalkan rumah, perjalanan sampah belum selesai.


    Di TPA Patommo, ada petugas yang tetap bekerja agar sampah tersebut dapat ditangani sebagai bagian dari sistem pengelolaan persampahan.

    Pekerjaan mereka mengingatkan kita bahwa menjaga lingkungan tidak hanya tentang membersihkan sesuatu yang sudah kotor.


    Menjaga lingkungan juga berarti mencegah sampah bertambah, memilah sejak awal, dan bertanggung jawab atas apa yang kita buang.

    Karena lingkungan yang bersih tidak lahir dari kerja satu pihak.


    Ia tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama, setiap hari.

    Bersama Jaga Lingkungan, Kurangi Sampah, Pilah Sampah, dan Wujudkan Lingkungan Bersih untuk Hidup Sehat.

    Komentar

    Tampilkan