-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Fakultas Teknik UNISAN Sidrap Dalami Arsitektur Berkelanjutan di Indonesia Green Building Festival 2026

    Satry Polang
    Senin, 28 September 2026, September 28, 2026 WIB Last Updated 2026-09-28T11:29:45Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Fakultas Teknik UNISAN Sidrap Dalami Arsitektur Berkelanjutan di Indonesia Green Building Festival 2026


    MAKASSAR, NarasiRakyat.id — Bangunan hari ini tidak lagi cukup hanya berdiri kokoh dan memiliki desain yang menarik. Di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pembangunan, dunia arsitektur dituntut menghadirkan ruang yang lebih efisien, ramah lingkungan, adaptif, sekaligus tetap memberi manfaat bagi manusia.

    Persoalan itulah yang menjadi perhatian Fakultas Teknik Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap) saat berpartisipasi dalam Indonesia Green Building Festival (IGBF) 2026 – Makassar Chapter, Selasa, 24 September 2026.


    Mengangkat tema “Build Green, Live Resilient: Better Buildings for a Climate-Resilient Future,” kegiatan tersebut berlangsung di Mall Nipah Park, Makassar, dan mempertemukan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap masa depan bangunan hijau dan pembangunan berkelanjutan.

    Dekan Fakultas Teknik UNISAN Sidrap bersama Kaprodi Arsitektur UNISAN Sidrap turut hadir dalam kegiatan tersebut.


    Kehadiran pimpinan fakultas dan program studi bukan sekadar mengikuti agenda forum. Ada pesan yang lebih besar: pendidikan arsitektur perlu terus berhubungan dengan perkembangan gagasan, teknologi, dan kebutuhan pembangunan yang sedang berlangsung di masyarakat.


    Ketika Arsitektur Berhadapan dengan Perubahan Iklim

    Perubahan iklim menghadirkan tantangan baru bagi dunia pembangunan.

    Bangunan harus mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang terus berubah. Penggunaan energi perlu diperhatikan. Material tidak dapat dipilih semata-mata berdasarkan estetika. Bahkan, orientasi bangunan, ventilasi, pencahayaan alami, pengelolaan air, hingga efisiensi energi menjadi bagian dari pembahasan yang semakin penting.


    Dalam konteks tersebut, green building tidak sekadar menjadi tren.

    Konsep bangunan hijau mendorong cara pandang bahwa sebuah bangunan seharusnya mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan sekaligus kualitas kehidupan penggunanya.


    Bagi Program Studi Arsitektur UNISAN Sidrap, isu seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi calon arsitek.

    Mahasiswa tidak hanya perlu memahami bagaimana menghasilkan desain yang menarik secara visual, tetapi juga bagaimana merancang ruang yang mampu menjawab kebutuhan manusia dan lingkungan.


    Karena itu, forum seperti IGBF 2026 menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan teori akademik dengan perkembangan pemikiran dan praktik di lapangan.


    Mempertemukan Kampus, Pemerintah, Praktisi dan Industri

    IGBF 2026 – Makassar Chapter mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem pembangunan hijau.

    Akademisi, pemerintah, praktisi, komunitas dan pelaku industri hadir untuk berbagi perspektif mengenai bagaimana pembangunan dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan dan responsif terhadap tantangan perubahan iklim.


    Bagi Fakultas Teknik UNISAN Sidrap, pertemuan lintas sektor tersebut membuka peluang untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring.

    Dunia pendidikan membutuhkan interaksi dengan dunia profesional agar materi pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.


    Sebaliknya, industri dan dunia profesional juga membutuhkan perguruan tinggi sebagai ruang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan zaman.

    Pertemuan semacam itu menjadi penting bagi pendidikan arsitektur di daerah, termasuk UNISAN Sidrap.


    Dari Forum ke Ruang Kelas

    Pengetahuan yang diperoleh dari sebuah forum tidak berhenti ketika kegiatan berakhir.

    Ada peluang untuk membawa gagasan dan pengalaman tersebut kembali ke lingkungan kampus.


    Bagi mahasiswa arsitektur, wawasan tentang bangunan hijau dapat menjadi referensi dalam proses pembelajaran, diskusi akademik, penelitian maupun pengembangan desain.

    Efisiensi energi, pemilihan material, desain responsif terhadap lingkungan dan pendekatan berkelanjutan dapat menjadi bagian dari cara mahasiswa memahami profesinya sejak dini.


    Dengan demikian, keikutsertaan dalam IGBF 2026 memiliki nilai lebih dari sekadar menghadiri sebuah kegiatan.

    Ia menjadi bagian dari proses membangun budaya akademik yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.


    Lima Fakta Menarik IGBF 2026 bagi Fakultas Teknik UNISAN Sidrap

    1. Mengangkat isu bangunan dan ketahanan terhadap perubahan iklim.
    IGBF 2026 – Makassar Chapter mengusung tema “Build Green, Live Resilient: Better Buildings for a Climate-Resilient Future.”

    2. Pimpinan Fakultas Teknik dan Program Studi Arsitektur hadir langsung.
    Kehadiran Dekan Fakultas Teknik bersama Kaprodi Arsitektur menunjukkan perhatian institusi terhadap perkembangan arsitektur berkelanjutan.

    3. IGBF mempertemukan lintas sektor.
    Kegiatan tersebut melibatkan unsur akademisi, pemerintah, praktisi, komunitas dan pelaku industri yang memiliki perhatian terhadap bangunan hijau.

    4. Arsitektur berkelanjutan berkaitan langsung dengan kompetensi mahasiswa.
    Efisiensi energi, pemilihan material dan desain yang responsif terhadap lingkungan menjadi isu penting dalam menyiapkan calon arsitek menghadapi kebutuhan pembangunan masa kini dan masa depan.

    5. Forum menjadi pintu kolaborasi.
    Partisipasi UNISAN Sidrap membuka ruang untuk memperluas jejaring dengan dunia profesional, industri bangunan, komunitas dan lembaga yang bergerak di bidang green building.


    Membangun Bukan Sekadar Mendirikan

    Pada akhirnya, arsitektur bukan hanya tentang mendirikan bangunan.

    Di balik sebuah gedung terdapat pertanyaan yang lebih besar: bagaimana bangunan tersebut digunakan, berapa besar energi yang dibutuhkan, bagaimana pengaruhnya terhadap lingkungan, serta apakah ruang yang diciptakan mampu bertahan menghadapi perubahan kebutuhan manusia dan kondisi alam.


    Perspektif inilah yang semakin penting diperkenalkan kepada mahasiswa sejak berada di bangku kuliah.

    Bagi Fakultas Teknik UNISAN Sidrap, keterlibatan dalam IGBF 2026 menjadi salah satu langkah untuk memperluas cakrawala pendidikan teknik dan arsitektur.


    Sebab, kampus bukan hanya tempat untuk mempelajari apa yang sudah ada.

    Kampus juga harus menjadi ruang untuk memikirkan apa yang akan dibutuhkan masyarakat di masa depan.


    “Membangun bukan hanya tentang menciptakan ruang, tetapi bagaimana menghadirkan bangunan yang mampu beradaptasi, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi manusia serta lingkungan.”

    Dengan semangat tersebut, Fakultas Teknik UNISAN Sidrap terus mendorong budaya belajar, berjejaring, berinovasi, dan berkolaborasi.


    Karena masa depan arsitektur bukan hanya tentang bagaimana manusia membangun lebih banyak, tetapi juga tentang bagaimana manusia membangun dengan lebih bijaksana.

    Komentar

    Tampilkan