![]() |
| FIKOM UNISAN Sidrap Tingkatkan Audit Mutu Internal, Penguatan Tata Kelola dan Mutu Akademik |
SIDENRENG RAPPANG, NARASIRAKYAT.ID — Upaya membangun perguruan tinggi yang unggul tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas. Di balik kualitas lulusan, terdapat sistem akademik, tata kelola, dokumentasi, serta mekanisme evaluasi yang harus terus diperbaiki.
Semangat tersebut menjadi bagian dari langkah Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap) dalam melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) di Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM), Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UNISAN Sidrap dan melibatkan tim auditor internal universitas, yakni Dr. Nirwana Sampara, S.E., M.M., Amrizal Salida, S.E., M.Ak., dan Jumriah Basri, S.M., M.H.
Audit diarahkan pada dua program studi di lingkungan FIKOM, yakni Program Studi S1 Informatika dan Program Studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi.
Bagi UNISAN Sidrap, AMI bukan sekadar agenda pemeriksaan dokumen. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses untuk melihat sejauh mana standar mutu yang telah ditetapkan benar-benar diterapkan sekaligus mengidentifikasi ruang perbaikan yang masih diperlukan.
AMI sebagai Cermin Mutu Perguruan Tinggi
Dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, kualitas tidak cukup hanya dibuktikan melalui capaian akademik mahasiswa.
Mutu juga berkaitan dengan bagaimana perguruan tinggi merancang kurikulum, menjalankan proses pembelajaran, mengelola administrasi akademik, mendokumentasikan kegiatan, mengevaluasi capaian, serta memastikan berbagai standar berjalan secara konsisten.
Di titik inilah Audit Mutu Internal memiliki peran strategis.
Melalui audit, unit kerja dan program studi mendapatkan kesempatan untuk melihat penyelenggaraan akademik secara lebih objektif. Temuan audit kemudian dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki proses dan memperkuat sistem yang sudah berjalan.
Dalam pembukaan AMI, Rektor UNISAN Sidrap menegaskan pentingnya menjadikan audit sebagai bagian dari budaya mutu institusi.
“Audit Mutu Internal harus dimaknai sebagai proses evaluasi dan perbaikan bersama. Hasil audit diharapkan menjadi dasar dalam memperkuat sistem akademik, meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa, serta memastikan seluruh program studi berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan,” ujar Rektor.
Pesan tersebut menempatkan AMI bukan sebagai proses mencari kesalahan, melainkan sebagai instrumen perbaikan.
Dengan pendekatan tersebut, hasil audit diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kekuatan, kelemahan, serta aspek yang masih perlu dikembangkan oleh program studi.
FIKOM Menjadi Bagian Penting dalam Siklus Penjaminan Mutu
Fakultas Ilmu Komputer menjadi salah satu unit yang mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan AMI kali ini.
Audit mencakup Program Studi S1 Informatika dan Program Studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi, dua bidang akademik yang memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan sumber daya manusia di era digital.
Tim auditor melakukan penelaahan terhadap sejumlah aspek penyelenggaraan program studi.
Di antaranya implementasi standar pendidikan, proses pembelajaran, kurikulum, pengelolaan akademik, dokumen mutu, serta indikator-indikator pendukung peningkatan kualitas program studi.
Proses tersebut penting karena perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang memahami teori, tetapi juga harus mampu memastikan sistem pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Karena itu, evaluasi secara berkala menjadi bagian penting agar program studi mampu beradaptasi tanpa meninggalkan standar akademik yang telah ditetapkan.
Dari Temuan Audit Menuju Perbaikan
Salah satu nilai penting dari AMI terletak pada tindak lanjutnya.
Audit akan memiliki makna yang lebih besar apabila hasil evaluasi tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang nyata.
Bagi FIKOM UNISAN Sidrap, proses tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola akademik sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa.
Evaluasi terhadap proses pembelajaran, kurikulum, dokumen akademik dan mutu, hingga sistem pengelolaan program studi memberikan ruang bagi fakultas untuk melihat penyelenggaraan pendidikan dari perspektif yang lebih luas.
Dengan demikian, AMI menjadi bagian dari siklus evaluasi, pengendalian, dan peningkatan mutu yang dilakukan secara sistematis.
Lima Fakta Menarik Audit Mutu Internal UNISAN Sidrap
1. Rektor turun langsung membuka kegiatan
Audit Mutu Internal FIKOM secara resmi dibuka oleh Rektor UNISAN Sidrap. Kehadiran pimpinan universitas menunjukkan bahwa agenda penjaminan mutu menjadi bagian penting dalam tata kelola institusi.
2. Dua program studi menjadi sasaran audit
AMI kali ini menyasar Program Studi S1 Informatika dan S1 Pendidikan Teknologi Informasi di lingkungan FIKOM UNISAN Sidrap.
3. Melibatkan tiga auditor internal
Proses audit melibatkan tiga auditor internal universitas, yaitu Dr. Nirwana Sampara, S.E., M.M., Amrizal Salida, S.E., M.Ak., dan Jumriah Basri, S.M., M.H.
4. Audit tidak hanya memeriksa administrasi
Penelaahan mencakup berbagai aspek, mulai dari standar pendidikan, proses pembelajaran, kurikulum, pengelolaan akademik, dokumen mutu hingga indikator pendukung peningkatan kualitas program studi.
5. Hasil audit diarahkan untuk perbaikan
Tujuan akhirnya bukan sekadar menemukan ketidaksesuaian, tetapi menghasilkan bahan evaluasi yang dapat digunakan untuk memperkuat sistem akademik dan meningkatkan layanan kepada mahasiswa.
Membangun Budaya Mutu dari Dalam
Langkah UNISAN Sidrap melalui AMI menunjukkan bahwa peningkatan mutu membutuhkan proses yang dilakukan secara konsisten.
Budaya mutu tidak lahir hanya karena adanya regulasi atau dokumen. Ia tumbuh dari kebiasaan melakukan evaluasi, terbuka terhadap temuan, bersedia memperbaiki kekurangan, dan mempertahankan praktik yang sudah berjalan baik.
Dalam konteks FIKOM, budaya tersebut menjadi semakin relevan karena bidang teknologi informasi terus mengalami perubahan.
Program studi harus mampu bergerak adaptif, sementara sistem akademiknya tetap memiliki fondasi tata kelola yang kuat.
Keseimbangan antara adaptasi teknologi dan konsistensi mutu akademik menjadi salah satu tantangan penting perguruan tinggi saat ini.
Karena itu, pelaksanaan AMI dapat dipandang sebagai salah satu instrumen untuk memastikan perkembangan institusi tetap berada dalam koridor standar mutu.
Menuju Program Studi yang Unggul dan Berdaya Saing
UNISAN Sidrap menempatkan penjaminan mutu sebagai bagian dari perjalanan menuju peningkatan kualitas institusi.
Melalui pelaksanaan AMI di FIKOM, universitas tidak hanya mengevaluasi apa yang telah dilakukan, tetapi juga membuka ruang untuk merancang apa yang harus diperbaiki ke depan.
Program studi yang kuat bukan hanya yang mampu menghasilkan lulusan, tetapi juga yang memiliki sistem pembelajaran, tata kelola, dan layanan akademik yang terus berkembang.
Di tengah perubahan dunia pendidikan dan teknologi yang semakin cepat, kemampuan melakukan evaluasi secara berkala menjadi modal penting untuk menjaga relevansi perguruan tinggi.
Pada akhirnya, audit mutu bukanlah garis akhir.
Ia merupakan cermin yang membantu perguruan tinggi melihat dirinya sendiri secara lebih jujur—mengetahui apa yang sudah baik, menemukan apa yang masih kurang, lalu bergerak memperbaikinya.
Dari ruang audit di FIKOM UNISAN Sidrap, semangat itu kembali ditegaskan: mutu bukan sekadar standar yang tertulis, tetapi komitmen yang harus terus dijalankan.
Sebab perguruan tinggi yang kuat bukan hanya yang mampu bertahan menghadapi perubahan, melainkan yang mampu terus belajar, mengevaluasi diri, dan tumbuh menjadi lebih baik.















