-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Nursahada Wakil Baranti Berani Tampil di Panggung Lomba Bertutur Sidrap

    Satry Polang
    Kamis, 10 September 2026, September 10, 2026 WIB Last Updated 2026-09-11T00:41:38Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Nursahada Wakil Baranti Berani Tampil di Panggung Lomba Bertutur Sidrap


    SIDENRENG RAPPANG, NARASIRAKYAT.ID — Keberanian tidak selalu lahir dari panggung besar. Kadang, ia tumbuh dari ruang kelas sederhana, dari kebiasaan membaca, dan dari kesempatan kecil untuk berani berbicara di hadapan orang lain.

    Hal itu terlihat dari sosok Nursahada, salah satu peserta didik UPT SD Negeri 10 Benteng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), yang mendapat kepercayaan menjadi delegasi Kecamatan Baranti dalam Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten Sidenreng Rappang.


    Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidenreng Rappang di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sidrap, Pangkajene, Rabu (9/9/2026).

    Bagi Nursahada, kesempatan itu bukan sekadar tentang mengikuti sebuah perlombaan. Lebih dari itu, panggung lomba menjadi ruang belajar untuk mengasah keberanian, kemampuan berkomunikasi, sekaligus membangun kepercayaan diri.


    Di hadapan dewan juri dan peserta dari berbagai kecamatan, Nursahada tampil membawakan cerita. Ia berusaha menyampaikan cerita dengan penuh percaya diri, meski harus berhadapan dengan suasana perlombaan yang tentu berbeda dari aktivitas belajar sehari-hari di sekolah.


    Dari Ruang Kelas Menuju Panggung Kabupaten

    Menjadi perwakilan kecamatan tentu bukan pengalaman biasa bagi seorang peserta didik sekolah dasar.

    Ada proses yang menyertainya. Ada keberanian untuk mencoba, kesiapan untuk tampil, serta dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga.


    Bagi UPT SD Negeri 10 Benteng, keterlibatan Nursahada dalam lomba tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Sekolah melihat kesempatan itu sebagai bagian dari proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik.

    Sebab, kemampuan menyampaikan gagasan, bercerita, mendengarkan, dan berbicara di depan orang lain juga merupakan keterampilan penting yang perlu dibangun sejak usia sekolah dasar.


    Kepala UPT SD Negeri 10 Benteng, Zulkifli, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan kepada Nursahada untuk membawa nama Kecamatan Baranti.

    “Kami bangga Nursahada bisa mewakili Kecamatan Baranti. Semoga pengalaman ini menambah keberanian dan kepercayaan dirinya,” ujar Zulkifli.

     

    Menurutnya, kegiatan seperti lomba bertutur memiliki nilai pendidikan yang cukup besar. Peserta didik tidak hanya belajar tampil, tetapi juga terdorong untuk mengenal cerita, membaca, memahami isi bacaan, kemudian menyampaikannya kembali dengan kemampuan mereka sendiri.

    Zulkifli berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak peserta didik memperoleh ruang untuk mengembangkan potensi dan bakatnya.


    Ketika Bertutur Menjadi Cara Belajar

    Lomba bertutur memiliki dimensi pendidikan yang menarik.

    Di balik sebuah cerita yang disampaikan seorang anak, terdapat proses memahami bacaan, mengingat alur, mengolah bahasa, melatih ekspresi, mengatur suara, hingga membangun keberanian untuk berkomunikasi.


    Karena itu, pengalaman Nursahada dapat dilihat bukan hanya sebagai perjalanan mengikuti kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembelajaran.

    Ia belajar bahwa tampil di depan orang banyak membutuhkan keberanian. Ia juga belajar bahwa kesalahan bukan alasan untuk berhenti mencoba.


    Bagi anak seusianya, pengalaman seperti itu dapat menjadi modal berharga untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan di masa mendatang.


    Lima Fakta Menarik di Balik Perjalanan Nursahada

    1. Membawa nama Kecamatan Baranti

    Nursahada tidak tampil hanya sebagai peserta dari sekolahnya. Ia dipercaya menjadi delegasi Kecamatan Baranti dalam lomba tingkat Kabupaten Sidenreng Rappang.

    2. Bertemu peserta dari berbagai kecamatan

    Panggung lomba mempertemukan Nursahada dengan peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Sidrap. Situasi tersebut sekaligus menjadi pengalaman sosial dan pembelajaran baru baginya.

    3. Lomba berlangsung di Perpustakaan Daerah

    Kegiatan dilaksanakan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sidrap. Tempat tersebut menjadi ruang yang relevan untuk kegiatan yang mendorong budaya membaca dan kemampuan bertutur.

    4. Keberanian menjadi bagian dari prestasi

    Bagi sekolah, keberhasilan seorang anak tidak semata-mata diukur dari piala. Keberanian untuk tampil, mencoba, dan belajar dari pengalaman juga merupakan bentuk prestasi yang penting.

    5. Bertutur dapat memperkuat budaya literasi

    Kemampuan bertutur berkaitan erat dengan proses literasi. Anak tidak hanya dituntut mampu membaca, tetapi juga memahami informasi dan mengomunikasikannya kepada orang lain.


    Sekolah: Prestasi Bukan Hanya Tentang Piala

    Kisah Nursahada mengingatkan bahwa dunia pendidikan memiliki ukuran keberhasilan yang lebih luas daripada sekadar angka dan penghargaan.

    Seorang anak yang berani maju ke depan kelas, berani menyampaikan cerita, berani berbicara di hadapan orang lain, dan berani mencoba sesuatu yang baru sesungguhnya sedang membangun fondasi penting bagi masa depannya.


    Karena itu, dukungan sekolah terhadap kegiatan pengembangan bakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan positif.


    Di UPT SD Negeri 10 Benteng, kesempatan Nursahada mengikuti lomba bertutur menjadi salah satu pengalaman yang diharapkan dapat terus dikenang sebagai perjalanan belajar.

    Bukan semata tentang menang atau kalah, melainkan tentang proses ketika seorang anak mulai menemukan keberanian dalam dirinya.


    Dari Baranti, Sebuah Cerita tentang Keberanian

    Nursahada mungkin masih seorang peserta didik sekolah dasar. Namun, keberaniannya berdiri di atas panggung kabupaten membawa pesan sederhana: setiap anak memiliki potensi yang bisa tumbuh ketika diberi kesempatan.

    Hari ini, mungkin ia hanya sedang membawakan sebuah cerita.


    Namun dari keberanian itu, bisa saja tumbuh kemampuan berbicara, kepemimpinan, kepercayaan diri, bahkan kecintaan terhadap literasi yang akan membawanya jauh lebih besar di masa depan.

    Sebab pendidikan sejatinya bukan hanya tentang mengajarkan anak agar mengetahui banyak hal.


    Pendidikan juga tentang membantu mereka berani mencoba, berani berbicara, dan percaya bahwa suara mereka layak didengar.

    Dan dari sebuah panggung kecil di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sidrap, Nursahada telah memulai ceritanya sendiri.

    Komentar

    Tampilkan