![]() |
| ITKES Muhammadiyah Sidrap Bidik Akreditasi Unggul 2029, Raker Perkuat Transformasi Tata Kelola |
MAKASSAR, NarasiRakyat.id — Perjalanan menuju perguruan tinggi unggul tidak dibangun dalam satu malam. Ia dimulai dari keputusan untuk berbenah, menetapkan target yang jelas, lalu memastikan setiap program kerja benar-benar memberi dampak terhadap mutu institusi.
Semangat itulah yang terasa dalam Rapat Kerja Tahun Anggaran 2026/2027 Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Muhammadiyah Sidrap yang digelar di Hotel Almadera Makassar, Sabtu–Minggu, 26–27 September 2026.
Rapat kerja tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum ini menjadi ruang strategis bagi ITKES Muhammadiyah Sidrap untuk menyusun langkah transformasi tata kelola sekaligus mempersiapkan re-akreditasi institut menuju predikat Unggul pada 2029.
Target tersebut menunjukkan bahwa ITKES Muhammadiyah Sidrap mulai menempatkan akreditasi bukan sebagai pekerjaan administratif menjelang penilaian, melainkan sebagai proses panjang yang harus dibangun melalui budaya mutu, tata kelola, sumber daya manusia, kinerja akademik, hingga prestasi mahasiswa.
Akreditasi Unggul Harus Dipersiapkan dari Sekarang
Sekretaris Institut ITKES Muhammadiyah Sidrap, Zul Haq Al Katsury, S.IP., MM, mengatakan rapat kerja tahun ini menghadirkan dua narasumber untuk memberikan penguatan strategis mengenai tata kelola perguruan tinggi, akreditasi, serta kesiapan institusi menuju predikat Unggul.
Narasumber pertama, Prof. Dr. Gagaring Pagalung, SE., MS., Ak., CA, Guru Besar Akuntansi, mengapresiasi langkah ITKES Muhammadiyah Sidrap yang telah mempersiapkan target akreditasi Unggul sejak jauh hari.
Pesan penting yang mengemuka adalah bahwa kualitas institusi tidak hanya ditentukan oleh aktivitas akademik, tetapi juga oleh kemampuan perguruan tinggi membangun tata kelola keuangan dan kelembagaan yang kuat, transparan, dan akuntabel.
Salah satu target yang dibahas adalah pencapaian Unqualified Opinion (WTP) sebagai bagian dari penguatan tata kelola menuju institusi yang unggul.
Dalam perspektif tersebut, akreditasi bukan sekadar mengejar dokumen atau memenuhi instrumen penilaian.
Lebih dari itu, setiap unsur institusi harus memiliki sistem yang berjalan, terdokumentasi, terukur, dan mampu menunjukkan hasil secara berkelanjutan.
Dengan demikian, persiapan menuju akreditasi 2029 tidak menunggu tahun penilaian tiba. Pekerjaannya dimulai dari sekarang.
Dosen Doktor hingga Prestasi Mahasiswa Jadi Perhatian
Penguatan menuju predikat Unggul juga dibahas oleh narasumber kedua, Dr. Burhanuddin, M.Si.
Ia memberikan gambaran mengenai sejumlah indikator strategis yang perlu dipersiapkan sejak awal oleh perguruan tinggi yang ingin meningkatkan kualitas institusinya.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain jumlah program studi yang telah memperoleh akreditasi Unggul, peningkatan jumlah dosen berpendidikan doktor, penguatan jumlah Lektor Kepala dan Guru Besar, serta peningkatan prestasi mahasiswa.
Indikator tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menuju institusi unggul memiliki dimensi yang luas.
Bukan hanya soal infrastruktur atau kelengkapan administrasi, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia, kapasitas akademik, produktivitas institusi, dan capaian mahasiswa.
Di sinilah rapat kerja memiliki posisi penting: menerjemahkan target besar institusi menjadi program yang dapat dikerjakan oleh setiap unit kerja.
Rektor: Setiap Program Harus Berkontribusi terhadap Akreditasi
Rektor ITKES Muhammadiyah Sidrap, Dr. Muh. Tahir Saenong, M.Kes, menegaskan bahwa transformasi tata kelola menjadi salah satu kunci dalam mempersiapkan re-akreditasi institut menuju Unggul pada 2029.
Ia meminta seluruh unit kerja tidak menyusun program sekadar untuk memenuhi agenda kegiatan tahunan.
Setiap program harus memiliki hubungan yang jelas dengan peningkatan mutu institusi.
“Seluruh program kerja yang diajukan harus memberikan kontribusi terhadap pencapaian Akreditasi Unggul. Karena itu, setiap program tidak hanya berorientasi pada kegiatan, tetapi harus memiliki dampak terhadap peningkatan mutu institusi,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam rapat kerja.
Artinya, ukuran keberhasilan program tidak berhenti pada terlaksananya sebuah kegiatan. Lebih jauh, kegiatan harus dapat menjawab kebutuhan institusi, meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kinerja akademik, atau memberikan kontribusi terhadap indikator mutu.
Dari Tata Kelola hingga Budaya Mutu
Menurut Rektor, predikat Unggul hanya dapat dicapai melalui keterlibatan seluruh civitas akademika.
Karena itu, penguatan tata kelola harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemahasiswaan, serta sistem penjaminan mutu.
Pendekatan tersebut menempatkan akreditasi sebagai bagian dari budaya organisasi.
Ketika budaya mutu tumbuh, setiap unit kerja memahami bahwa pekerjaannya memiliki kontribusi terhadap pencapaian institusi secara keseluruhan.
Dengan kata lain, target 2029 bukan hanya menjadi target pimpinan, tetapi menjadi agenda bersama keluarga besar ITKES Muhammadiyah Sidrap.
Membuka Jalan Mahasiswa ke Dunia Internasional
Transformasi yang didorong ITKES Muhammadiyah Sidrap juga diarahkan pada peningkatan pengalaman mahasiswa.
Dalam rapat kerja tersebut, Rektor mendorong para dekan untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki pengalaman akademik dan profesional bertaraf internasional.
Salah satu langkah yang didorong adalah pengembangan program magang internasional dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa dalam berinteraksi dengan lingkungan akademik maupun profesional yang lebih luas.
Bagi institusi, pengalaman internasional mahasiswa juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat reputasi dan jejaring ITKES Muhammadiyah Sidrap di tingkat global.
Dengan demikian, target akreditasi tidak hanya berbicara mengenai bagaimana institusi dinilai oleh lembaga eksternal, tetapi juga tentang bagaimana institusi menghasilkan lulusan yang memiliki pengalaman, kompetensi, dan daya saing lebih luas.
Raker dan Family Gathering: Membangun Institusi dari Dalam
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan family gathering yang melibatkan civitas akademika ITKES Muhammadiyah Sidrap.
Bagi panitia, agenda ini memiliki makna tersendiri.
Jika rapat kerja menjadi ruang untuk membicarakan target, strategi, dan program institusi, family gathering menjadi ruang untuk membangun kedekatan antarsesama keluarga besar kampus.
Zul Haq Al Katsury menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat silaturahmi, kebersamaan, semangat, dan motivasi kerja.
“Rapat kerja menjadi ruang untuk menyusun arah dan program institusi, sedangkan family gathering menjadi momentum untuk memperkuat hubungan silaturahmi dan kebersamaan keluarga besar ITKES Muhammadiyah Sidrap,” ujarnya.
Dua agenda tersebut memperlihatkan bahwa transformasi institusi tidak hanya membutuhkan sistem yang baik, tetapi juga manusia yang memiliki semangat untuk menjalankannya bersama.
Lima Fakta Menarik di Balik Raker ITKES Muhammadiyah Sidrap
1. Target Akreditasi Unggul sudah ditetapkan untuk 2029
ITKES Muhammadiyah Sidrap mulai melakukan persiapan sejak jauh sebelum masa re-akreditasi tiba.
2. Tata kelola menjadi salah satu fokus utama
Penguatan tata kelola kelembagaan dan keuangan ditempatkan sebagai fondasi penting menuju institusi unggul.
3. Kualitas dosen menjadi indikator strategis
Peningkatan jumlah dosen berpendidikan doktor, Lektor Kepala, dan Guru Besar menjadi bagian dari perhatian dalam persiapan institusi.
4. Prestasi mahasiswa ikut menjadi ukuran kemajuan
Mahasiswa tidak hanya diposisikan sebagai penerima layanan pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari indikator capaian institusi melalui prestasi dan pengalaman akademik.
5. Internasionalisasi mulai didorong lebih serius
Program magang internasional dan KKN internasional didorong untuk memperluas pengalaman mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring institusi.
Menuju 2029, Bukan Sekadar Mengejar Predikat
Rapat Kerja Tahun Anggaran 2026/2027 akhirnya membawa satu pesan besar: perjalanan menuju predikat Unggul harus dimulai dari pembenahan yang dilakukan hari ini.
Akreditasi memang menjadi target. Namun, di balik target tersebut terdapat pekerjaan yang jauh lebih besar: membangun tata kelola yang profesional, memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan mutu akademik, melahirkan prestasi mahasiswa, memperluas jejaring internasional, dan memastikan budaya mutu hidup di setiap lini institusi.
ITKES Muhammadiyah Sidrap kini memasuki fase penting dalam perjalanan kelembagaannya.
Tahun 2029 masih berada di depan. Tetapi fondasi untuk menuju ke sana sedang dibangun mulai sekarang—melalui program kerja yang terarah, tata kelola yang semakin akuntabel, dan komitmen seluruh civitas akademika untuk bergerak dalam satu visi.
Karena institusi unggul bukan hanya tentang predikat yang tertulis di atas kertas, tetapi tentang kualitas yang benar-benar dirasakan oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, masyarakat, dan dunia profesi.















