![]() |
| Skripsi Sering Mandek? FEB UNISAN Sidrap Bekali Mahasiswa Strategi Menembus Tahap Akhir Kuliah |
SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Bagi sebagian mahasiswa, memasuki tahap penyusunan proposal dan skripsi merupakan fase yang penuh tantangan.
Bukan karena mereka tidak memiliki kemampuan, tetapi proses tugas akhir memang membutuhkan kombinasi antara ketelitian akademik, kemampuan metodologi penelitian, manajemen waktu, komunikasi dengan dosen pembimbing, dan yang tidak kalah penting adalah konsistensi.
Satu masalah penelitian yang belum menemukan bentuk, satu bab yang berulang kali harus diperbaiki, atau data yang belum terkumpul dapat membuat proses penyelesaian tugas akhir berjalan lebih panjang.
Menyadari persoalan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap) memberikan pembekalan khusus kepada mahasiswa melalui kegiatan bertajuk “Strategi Penyelesaian Tugas Akhir: Proposal & Skripsi”.
Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu, 5 September 2026, pukul 10.00 WITA, sebagai bagian dari upaya FEB UNISAN Sidrap memperkuat kesiapan akademik mahasiswa yang sedang mempersiapkan maupun menyelesaikan tugas akhir.
Menariknya, pembekalan tersebut menghadirkan langsung tiga akademisi dari lingkungan UNISAN Sidrap dengan latar belakang dan tanggung jawab yang berbeda.
Mereka adalah Rektor UNISAN Sidrap, Dr. Darnawati, S.Pd., M.Si.; Dekan FEB UNISAN Sidrap, Dr. Fakhruddin Kurnia M., S.E., M.M.; serta Ari Ayu, S.E., M.Ak., dosen Program Studi Akuntansi dengan jabatan akademik Lektor.
Ketika Skripsi Tidak Lagi Dipandang Sebagai Beban
Ada satu kesalahpahaman yang sering muncul ketika mahasiswa memasuki tahap akhir studi: skripsi dianggap sebagai tembok terakhir yang harus dilewati secepat mungkin.
Padahal, tugas akhir merupakan bagian dari proses akademik yang dirancang untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi persoalan, membangun argumentasi ilmiah, menggunakan metode penelitian, menganalisis data, dan menyusun hasil penelitian secara sistematis.
Karena itu, menyelesaikan skripsi bukan sekadar mengejar halaman terakhir.
Ada proses berpikir yang harus dibangun.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa FEB UNISAN Sidrap dibekali pemahaman bahwa penyelesaian tugas akhir membutuhkan strategi sejak awal, mulai dari menentukan masalah penelitian hingga menyusun laporan akhir.
Perencanaan yang matang diharapkan dapat membantu mahasiswa menghindari pekerjaan yang berulang dan membuat proses penelitian lebih terarah.
Rektor Turun Langsung Berikan Penguatan
Kehadiran Dr. Darnawati sebagai salah satu pemateri menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Selain menjabat sebagai Rektor UNISAN Sidrap, Dr. Darnawati juga mengampu mata kuliah Metodologi Penelitian.
Posisi tersebut membuat tema kegiatan memiliki keterkaitan erat dengan kompetensi akademiknya.
Dalam metodologi penelitian, mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana melakukan penelitian, tetapi juga bagaimana memastikan sebuah penelitian memiliki arah yang jelas.
Mulai dari menemukan masalah, merumuskan fokus penelitian, menentukan tujuan, menyusun kerangka konseptual, memilih metode, menentukan teknik pengumpulan data, hingga melakukan analisis merupakan tahapan yang saling berkaitan.
Kesalahan pada tahap awal dapat berdampak pada tahapan berikutnya.
Karena itu, pemahaman metodologi menjadi salah satu kunci penting dalam membantu mahasiswa menyelesaikan proposal dan skripsi secara lebih efektif.
Cepat Selesai Harus Tetap Berkualitas
Pesan penting yang dibawa dalam kegiatan ini bukan sekadar bagaimana mahasiswa menyelesaikan skripsi secepat mungkin.
Lebih jauh, mahasiswa diarahkan untuk menyelesaikan tugas akhir dengan cara yang benar, sistematis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Target selesai tepat waktu memang penting.
Tetapi ketepatan waktu tidak boleh mengorbankan kualitas penelitian.
Mahasiswa tetap harus memahami sumber masalah, memilih metode yang sesuai, mengumpulkan data secara benar, melakukan analisis berdasarkan kaidah ilmiah, serta menyusun hasil penelitian dengan menjunjung tinggi integritas akademik.
Dengan cara pandang tersebut, skripsi tidak lagi sekadar menjadi syarat memperoleh gelar, tetapi menjadi proses pembentukan kemampuan akademik mahasiswa.
Dekan FEB Dorong Mahasiswa Lebih Terencana
Dari perspektif kelembagaan fakultas, Dr. Fakhruddin Kurnia M., S.E., M.M., selaku Dekan FEB UNISAN Sidrap, memberikan penguatan mengenai pentingnya keseriusan mahasiswa dalam menghadapi tahapan akhir perkuliahan.
Mahasiswa perlu memiliki pola kerja yang terencana.
Mereka harus mampu menentukan target, membagi waktu, menyusun prioritas, dan menjaga komunikasi dengan dosen pembimbing.
Kebiasaan menunda pekerjaan sering kali membuat persoalan kecil berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Sebaliknya, pekerjaan yang dilakukan secara bertahap dan konsisten dapat membuat proses penyelesaian tugas akhir terasa lebih ringan.
Dalam konteks ini, dukungan fakultas menjadi penting agar mahasiswa tidak merasa berjalan sendiri ketika menghadapi berbagai kendala akademik.
Perspektif Teknis dari Dosen Akuntansi
Sementara itu, Ari Ayu, S.E., M.Ak., dosen Program Studi S1 Akuntansi FEB UNISAN Sidrap dengan jabatan akademik Lektor, memberikan perspektif akademik dan teknis dalam proses penyusunan karya ilmiah.
Pengalaman dosen dalam mendampingi proses akademik mahasiswa menjadi bekal penting untuk membahas berbagai persoalan praktis yang mungkin muncul selama penyusunan proposal maupun skripsi.
Bagi mahasiswa, pembekalan semacam ini memiliki nilai praktis karena mereka dapat memperoleh gambaran mengenai proses yang akan dihadapi sebelum benar-benar masuk lebih jauh ke dalam penelitian.
Dengan pemahaman yang lebih baik, mahasiswa diharapkan dapat mengurangi kebingungan ketika menentukan langkah berikutnya.
Lima Langkah yang Menjadi Kunci
Penyelesaian tugas akhir pada dasarnya dapat dibangun melalui pola kerja yang sederhana, tetapi membutuhkan konsistensi.
Pertama, tentukan masalah penelitian yang realistis.
Topik yang menarik belum tentu mudah diteliti. Mahasiswa perlu memastikan masalah memiliki relevansi dan memungkinkan untuk mendapatkan data.
Kedua, bangun perencanaan penelitian sejak awal.
Proposal yang disusun dengan arah yang jelas akan membantu mahasiswa memasuki tahap penelitian dengan lebih terstruktur.
Ketiga, pilih metode yang sesuai.
Metode penelitian harus disesuaikan dengan pertanyaan dan tujuan penelitian, bukan sekadar mengikuti metode yang dianggap paling mudah.
Keempat, kelola waktu dan komunikasi.
Konsultasi dengan dosen pembimbing perlu dilakukan secara teratur, disertai persiapan dan catatan perbaikan yang jelas.
Kelima, jaga integritas akademik.
Sumber harus dicantumkan dengan benar, data harus dipertanggungjawabkan, dan penggunaan teknologi termasuk AI harus tetap berada dalam koridor etika akademik.
Lima Fakta Menarik Kegiatan FEB UNISAN Sidrap
1. Rektor menjadi salah satu pemateri
Dr. Darnawati tidak hanya hadir sebagai pimpinan universitas, tetapi juga memberikan perspektif akademik dalam bidang yang berkaitan langsung dengan Metodologi Penelitian.
2. Tiga pemateri berasal dari lingkungan UNISAN Sidrap
Kegiatan menghadirkan Rektor, Dekan FEB, dan dosen Program Studi Akuntansi dengan jabatan akademik Lektor.
3. Fokus kegiatan sangat spesifik
Pembekalan diarahkan pada dua tahapan penting yang sering menjadi tantangan mahasiswa, yakni penyusunan proposal dan penyelesaian skripsi.
4. Bukan hanya soal cepat lulus
Mahasiswa diarahkan menyelesaikan tugas akhir secara tepat waktu sekaligus menjaga kualitas, sistematika, dan integritas akademik.
5. Manajemen waktu menjadi bagian penting
Selain kemampuan metodologi, mahasiswa membutuhkan konsistensi, perencanaan, komunikasi dengan pembimbing, dan kemampuan mengelola setiap tahapan penelitian.
Dari Proposal Menuju Gelar, Semua Dimulai dari Konsistensi
Kegiatan “Strategi Penyelesaian Tugas Akhir: Proposal & Skripsi” menjadi pengingat bahwa perjalanan mahasiswa menuju kelulusan tidak selalu harus ditempuh dengan terburu-buru.
Yang dibutuhkan adalah arah yang jelas.
Satu halaman yang diselesaikan hari ini mungkin terlihat kecil. Satu kali konsultasi mungkin terasa sederhana. Satu revisi mungkin tampak melelahkan.
Namun, jika dilakukan secara konsisten, langkah-langkah kecil tersebut akan membawa mahasiswa semakin dekat menuju garis akhir.
Bagi FEB UNISAN Sidrap, pembekalan ini bukan hanya tentang membantu mahasiswa menyelesaikan skripsi.
Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lulusan yang mampu berpikir ilmiah, bekerja sistematis, bertanggung jawab terhadap data dan gagasannya, serta memiliki integritas akademik.
Sebab skripsi bukan sekadar lembaran terakhir sebelum wisuda. Ia adalah salah satu bukti bahwa seorang mahasiswa telah belajar mengubah pertanyaan menjadi penelitian, data menjadi pengetahuan, dan proses panjang menjadi sebuah karya yang dapat dipertanggungjawabkan.















