-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    UNISAN Sidrap Gelar Maulid Nabi 1448 H, Kampus Siap Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

    Satry Polang
    Jumat, 18 September 2026, September 18, 2026 WIB Last Updated 2026-09-19T01:24:58Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    UNISAN Sidrap Gelar Maulid Nabi 1448 H, Kampus Siap Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak


    SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Ada hal-hal yang tidak cukup diajarkan melalui buku, ruang kuliah, maupun ujian. Salah satunya adalah akhlak.

    Ilmu dapat membuka jalan menuju masa depan. Namun, iman dan akhlak menjadi kompas yang menentukan bagaimana ilmu itu digunakan.


    Pesan tersebut terasa kuat dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap), Jumat, 18 September 2026.

    Diikuti sivitas akademika UNISAN Sidrap, kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Maulid tidak ditempatkan sekadar sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi ruang untuk kembali melihat perjalanan hidup Rasulullah SAW dan merefleksikan nilai-nilai keteladanannya dalam kehidupan akademik maupun sosial.


    Mengusung tema “Mengenal Rasulullah SAW, Menemukan Diri: Menjadikan Iman sebagai Cahaya, Cinta sebagai Jalan, dan Akhlak sebagai Wujud Keteladanan”, kegiatan tersebut membawa pesan sederhana sekaligus mendalam: mengenal Rasulullah bukan hanya tentang mengetahui sejarah beliau, tetapi bagaimana nilai-nilai yang beliau ajarkan hadir dalam perilaku sehari-hari.


    Ketika Maulid Menjadi Ruang untuk Berkaca

    Hikmah Maulid Nabi disampaikan Dr. Nidaul Islam, S.Th.I., M.Th.I.

    Dalam penyampaiannya, peserta diajak untuk tidak berhenti pada kecintaan kepada Rasulullah SAW dalam bentuk simbolik. Kecintaan tersebut perlu diwujudkan melalui kemauan untuk memahami ajaran beliau sekaligus mengamalkannya.


    Rasulullah SAW menjadi teladan dalam banyak aspek kehidupan: kekuatan iman, keluasan ilmu, kelembutan hati, hingga kemuliaan akhlak.

    Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi kuat dengan kehidupan perguruan tinggi.


    Sebab, kampus bukan hanya tempat seseorang memperoleh pengetahuan. Kampus juga menjadi ruang pembentukan karakter, tempat mahasiswa dan tenaga pendidik belajar bertanggung jawab terhadap ilmu yang dimiliki serta dampak yang ditimbulkannya.


    Dalam konteks itu, keteladanan Rasulullah SAW menjadi nilai yang dapat diterjemahkan ke dalam kehidupan akademik.

    Kejujuran, amanah, kecerdasan, kemampuan menyampaikan kebenaran, kepedulian, dan kasih sayang merupakan nilai yang tetap relevan di tengah perubahan zaman.


    Ilmu Tidak Boleh Kehilangan Arah

    Salah satu pesan penting dalam hikmah Maulid adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara ilmu dan akhlak.

    Kemajuan intelektual memang menjadi bagian penting dari pendidikan tinggi. Namun, kecerdasan tanpa nilai moral dapat kehilangan orientasi.


    Sebaliknya, ilmu yang dibangun bersama iman dan akhlak memiliki peluang lebih besar untuk memberikan manfaat bagi kehidupan.

    Pesan tersebut menjadi relevan bagi sivitas akademika UNISAN Sidrap yang berada dalam lingkungan pendidikan tinggi dengan tanggung jawab tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, tetapi juga memiliki integritas.


    Dalam kehidupan akademik, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kejujuran dalam belajar dan penelitian, tanggung jawab dalam menjalankan tugas, sikap saling menghargai, serta keberanian menggunakan ilmu untuk memberikan manfaat.

    Dengan demikian, keteladanan Rasulullah SAW tidak berhenti sebagai materi ceramah, tetapi dapat diterjemahkan menjadi budaya akademik.


    Dari Cinta kepada Rasulullah Menuju Kepedulian kepada Sesama

    Pesan lain yang mengemuka adalah pentingnya membangun budaya kasih sayang dan kepedulian sosial.

    Rasulullah SAW memberikan teladan bagaimana hubungan antarmanusia dibangun dengan penghormatan, kepedulian, dan kasih sayang.


    Nilai tersebut menjadi semakin penting di tengah kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.

    Perguruan tinggi tidak berdiri sendiri. Kampus hidup berdampingan dengan masyarakat. Ilmu yang berkembang di lingkungan akademik pada akhirnya diharapkan dapat memberikan manfaat di luar ruang kelas.


    Karena itu, semangat rahmatan lil ‘alamin dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana: peduli kepada sesama, menghargai perbedaan, membantu masyarakat, menjaga lingkungan, serta menghadirkan ilmu yang menjawab kebutuhan kehidupan nyata.


    Rektor: Pendidikan Tidak Hanya tentang Kecerdasan

    Rektor UNISAN Sidrap, Dr. Darnawati, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut.


    Menurutnya, momentum Maulid memiliki arti penting dalam membangun karakter sivitas akademika agar keunggulan akademik berjalan beriringan dengan kekuatan spiritual dan moral.

    “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi kita semua untuk meneladani Rasulullah dalam kehidupan. Perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk insan yang memiliki integritas, kepedulian, dan akhlak yang mulia,” ujar Dr. Darnawati.

     

    Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar UNISAN Sidrap dalam menjalankan aktivitas akademik maupun kehidupan bermasyarakat.

    “Semoga nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW terus menjadi inspirasi dalam setiap langkah keluarga besar UNISAN Sidrap,” lanjutnya.

     

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguatan nilai keagamaan dipandang sebagai bagian dari pembangunan budaya akademik yang berkarakter.


    Empat Sifat Rasulullah yang Relevan bagi Insan Akademik

    Keteladanan Rasulullah SAW juga dapat direfleksikan melalui empat sifat utama yang dikenal dalam tradisi Islam.


    Pertama, ṣiddiq — kejujuran.
    Dalam dunia akademik, kejujuran menjadi fondasi penting, mulai dari proses pembelajaran hingga penelitian.

    Kedua, amanah — dapat dipercaya.
    Setiap ilmu dan tanggung jawab akademik membawa amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

    Ketiga, faṭānah — kecerdasan.
    Kecerdasan tidak hanya berarti kemampuan memahami ilmu, tetapi juga kemampuan menggunakan pengetahuan secara bijaksana.

    Keempat, tablīgh — menyampaikan kebenaran.
    Ilmu memiliki nilai ketika dapat dibagikan dan memberikan manfaat kepada orang lain.


    Keempat nilai tersebut memberikan gambaran bahwa menjadi insan akademik tidak cukup hanya dengan memiliki kemampuan intelektual. Ada tanggung jawab moral yang menyertainya.


    Lima Fakta Menarik Maulid Nabi di UNISAN Sidrap

    1. Digelar pada 18 September 2026
    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026 dan diikuti sivitas akademika UNISAN Sidrap.

    2. Mengangkat tema yang berorientasi pada pembentukan karakter
    Tema kegiatan tidak hanya berbicara tentang mengenal Rasulullah SAW, tetapi juga mengajak peserta melakukan refleksi diri melalui iman, cinta, dan akhlak.

    3. Hikmah Maulid menghubungkan keteladanan Rasulullah dengan kehidupan akademik
    Pesan yang disampaikan menempatkan kejujuran, amanah, kecerdasan, dan kemampuan menyampaikan kebenaran sebagai nilai yang relevan bagi insan akademik.

    4. Maulid diarahkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial
    Momentum tersebut dimaknai sebagai kesempatan untuk mengevaluasi kualitas keimanan, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

    5. Nilai spiritual menjadi bagian dari pembangunan budaya kampus
    UNISAN Sidrap menempatkan kegiatan keagamaan sebagai salah satu ruang untuk memperkuat karakter sivitas akademika sehingga pengembangan ilmu berjalan bersama nilai moral dan spiritual.


    Menemukan Diri Setelah Mengenal Rasulullah

    Pada akhirnya, Maulid Nabi bukan hanya tentang mengingat sebuah peristiwa dalam sejarah.

    Ia adalah kesempatan untuk bertanya kepada diri sendiri: sudah sejauh mana keteladanan Rasulullah hadir dalam kehidupan kita?


    Bagi mahasiswa, pertanyaan itu dapat muncul dalam cara belajar, menghormati dosen, memperlakukan teman, dan menggunakan ilmu.

    Bagi dosen, ia dapat hadir dalam kejujuran akademik, keteladanan dalam mengajar, penelitian yang bermanfaat, dan pengabdian kepada masyarakat.


    Bagi seluruh sivitas akademika, ia dapat diwujudkan dalam budaya kampus yang menjunjung integritas, kepedulian, tanggung jawab, dan kemanusiaan.

    Inilah makna yang ingin dihidupkan melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di UNISAN Sidrap.


    Iman menjadi cahaya. Cinta menjadi jalan. Akhlak menjadi bukti.

    Dengan semangat “Ilmu, Integritas, Berdampak”, UNISAN Sidrap terus berupaya membangun lingkungan pendidikan tinggi yang tidak hanya melahirkan manusia berpengetahuan, tetapi juga pribadi yang mampu menggunakan ilmunya dengan penuh tanggung jawab.


    Sebab pada akhirnya, pendidikan yang bermakna bukan hanya tentang seberapa banyak ilmu yang berhasil dikuasai, tetapi tentang seberapa besar ilmu, iman, dan akhlak mampu menghadirkan manfaat bagi sesama.

    Komentar

    Tampilkan