-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Putra Sidrap Damsir Dipercaya Jadi Surveyor Akreditasi RS di Papua Barat, Bawa Nama Daerah ke Level Nasional

    Satry Polang
    Jumat, 18 September 2026, September 18, 2026 WIB Last Updated 2026-09-19T01:21:03Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Putra Sidrap Damsir Dipercaya Jadi Surveyor Akreditasi RS di Papua Barat, Bawa Nama Daerah ke Level Nasional


    MANOKWARI, NARASIRAKYAT.ID — Perjalanan seorang tenaga kesehatan tidak selalu berhenti di ruang pelayanan tempat ia bertugas.

    Ada kalanya kompetensi, pengalaman, dan dedikasi membawanya melangkah lebih jauh—menjalankan tanggung jawab yang berkaitan dengan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien di tingkat nasional.


    Perjalanan itulah yang kini dijalani Damsir, S.Kep., Ners., M.M.Kep., tenaga kesehatan yang bertugas di RS Arifin Nu'mang Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

    Putra daerah Sidrap tersebut dipercaya Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) menjadi bagian dari tim surveyor akreditasi RS Bhayangkara Lodewijk Mandatjan, Papua Barat.


    Penugasan itu tertuang dalam Surat Tugas LAFKI Nomor 5/RS/LAFKI/VII/2026 yang diterbitkan di Jakarta pada 13 September 2026.

    Dalam penugasan tersebut, Damsir menjadi anggota tim surveyor bersama dr. Minhas Matturungan, M.K.M., FIHFAA, yang bertindak sebagai ketua tim.


    Bagi Damsir, tugas tersebut bukan sekadar perjalanan ke daerah lain. Ia membawa tanggung jawab profesional untuk ikut melihat, menilai, dan memberikan masukan terhadap pelaksanaan mutu pelayanan rumah sakit.

    Lebih dari itu, kepercayaan tersebut menjadi salah satu catatan perjalanan profesional putra Sidrap dalam bidang pelayanan kesehatan.


    Dari Rappang Mengemban Amanah hingga Papua Barat

    Survei akreditasi rumah sakit merupakan bagian dari upaya memastikan fasilitas pelayanan kesehatan terus menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan.

    Dalam konteks tersebut, surveyor memiliki peran penting dalam melakukan penilaian terhadap implementasi standar yang ditetapkan lembaga akreditasi.

    Damsir hadir dalam kapasitas tersebut.


    Proses survei RS Bhayangkara Lodewijk Mandatjan dilaksanakan melalui dua tahapan. Tahap daring berlangsung pada 14 September 2026, kemudian dilanjutkan dengan telusur luring pada 17–18 September 2026 di Papua Barat.

    Kehadiran tim surveyor menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap kesiapan dan implementasi mutu pelayanan rumah sakit.


    Bagi seorang tenaga kesehatan yang sehari-hari menjalankan tugas pelayanan di Rappang, penugasan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengalaman dan kompetensi yang dibangun di daerah dapat mendapatkan ruang dalam agenda peningkatan mutu pelayanan kesehatan di tingkat yang lebih luas.


    Mutu Rumah Sakit Bukan Sekadar Sertifikat

    Akreditasi sering kali dipahami masyarakat sebatas status atau predikat sebuah rumah sakit.

    Padahal, substansinya jauh lebih luas.

    Akreditasi berkaitan dengan bagaimana rumah sakit membangun sistem pelayanan yang aman, menjalankan tata kelola yang baik, menjaga keselamatan pasien, serta menciptakan budaya peningkatan mutu secara berkelanjutan.


    Karena itu, proses survei tidak semata-mata mencari kekurangan.

    Surveyor juga melihat bagaimana standar diterapkan dalam praktik sehari-hari, bagaimana tenaga kesehatan menjalankan tanggung jawabnya, dan bagaimana sistem rumah sakit bekerja dalam memberikan pelayanan kepada pasien.


    Di sinilah pengalaman dan kompetensi surveyor menjadi penting.

    Penilaian yang dilakukan harus berjalan secara profesional, objektif, dan berdasarkan standar yang berlaku.


    Bertemu Dewan Pengawas RS, Perkuat Perspektif Tata Kelola

    Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tim juga melakukan wawancara dengan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat, Dr. Ana Sulastiana, S.IP., M.Si., selaku Dewan Pengawas RS Bhayangkara Lodewijk Mandatjan.

    Wawancara tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan survei untuk mendapatkan perspektif mengenai penyelenggaraan dan pengawasan rumah sakit.


    Pertemuan antara surveyor dengan unsur pengawas rumah sakit menunjukkan bahwa penilaian mutu tidak berdiri sendiri pada aspek pelayanan klinis.

    Mutu rumah sakit juga berkaitan dengan tata kelola, kepemimpinan, pengawasan, koordinasi, serta komitmen seluruh unsur organisasi.


    Keterlibatan Dewan Pengawas dalam rangkaian tersebut menjadi salah satu bagian penting untuk melihat bagaimana komitmen peningkatan mutu dibangun dari sisi tata kelola institusi.


    Pengalaman Lokal, Tanggung Jawab Nasional

    Ada cerita menarik di balik penugasan Damsir.

    Ia merupakan tenaga kesehatan yang berasal dari Kabupaten Sidenreng Rappang, daerah yang selama ini dikenal memiliki banyak sumber daya manusia di berbagai bidang, termasuk kesehatan.


    Aktivitas profesionalnya di RS Arifin Nu'mang Rappang menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk pengalaman dan kompetensinya.

    Ketika kemudian dipercaya menjadi surveyor LAFKI, pengalaman tersebut mendapatkan ruang untuk digunakan dalam konteks yang lebih luas.


    Ini sekaligus menjadi pesan bahwa profesionalisme tidak selalu harus dimulai dari pusat.

    Kompetensi dapat tumbuh dari daerah, dibangun melalui pengalaman, kemudian dipercaya untuk berkontribusi dalam agenda yang cakupannya lebih luas.

    Damsir menjadi salah satu contoh perjalanan tersebut.


    LAFKI dan Komitmen terhadap Mutu Fasilitas Kesehatan

    Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia atau LAFKI merupakan lembaga yang bergerak dalam akreditasi fasilitas kesehatan.

    Dalam surat tugas tersebut, LAFKI mencantumkan status ISQua EEA Accredited Organisation 2025–2029, yang menunjukkan keterkaitan lembaga dengan standar pengakuan eksternal dalam bidang akreditasi pelayanan kesehatan.


    Penugasan surveyor dilakukan untuk menjalankan proses survei sesuai mekanisme dan standar akreditasi yang berlaku.

    Dalam kegiatan di RS Bhayangkara Lodewijk Mandatjan, tim surveyor menjalankan rangkaian kegiatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

    Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan dengan sukses.


    Lima Fakta Menarik di Balik Penugasan Damsir

    1. Damsir merupakan putra Kabupaten Sidenreng Rappang.
    Ia merupakan tenaga kesehatan yang bertugas di RS Arifin Nu'mang Rappang dan kini dipercaya menjalankan tugas profesional di luar daerah.

    2. Penugasannya berasal dari LAFKI.
    Damsir tercantum sebagai anggota tim surveyor dalam Surat Tugas LAFKI Nomor 5/RS/LAFKI/VII/2026.

    3. Survei berlangsung melalui dua tahap.
    Tahap daring dilaksanakan pada 14 September 2026, kemudian telusur luring berlangsung pada 17–18 September 2026 di RS Bhayangkara Lodewijk Mandatjan, Papua Barat.

    4. Ia bekerja bersama surveyor berpengalaman.
    Dalam penugasan tersebut, Damsir menjadi anggota tim bersama dr. Minhas Matturungan, M.K.M., FIHFAA, selaku ketua tim.

    5. Rangkaian kegiatan melibatkan unsur Dewan Pengawas rumah sakit.
    Tim surveyor melakukan wawancara dengan Wakapolda Papua Barat, Dr. Ana Sulastiana, S.IP., M.Si., selaku Dewan Pengawas RS Bhayangkara Lodewijk Mandatjan.


    Membawa Nama Sidrap Lewat Kompetensi

    Keberhasilan seorang putra daerah tidak selalu harus ditandai dengan panggung besar atau seremoni penghargaan.

    Kadang, ia hadir melalui sebuah kepercayaan.

    Ketika seorang tenaga profesional dari daerah dipercaya menjalankan tugas di tingkat nasional, ada nilai yang lebih besar dari sekadar perjalanan individu.


    Ada nama daerah yang ikut dibawa.

    Ada pengalaman lokal yang mendapat ruang.

    Dan ada pesan bahwa kualitas sumber daya manusia daerah dapat mengambil bagian dalam pekerjaan profesional yang membutuhkan kompetensi dan tanggung jawab.


    Penugasan Damsir sebagai surveyor akreditasi rumah sakit di Papua Barat menjadi bagian dari cerita tersebut.

    Bagi dunia kesehatan, pekerjaan itu bermuara pada satu tujuan penting: memastikan mutu pelayanan terus diperbaiki dan keselamatan pasien mendapatkan perhatian yang semestinya.


    Bagi Sidrap, perjalanan itu menjadi catatan tersendiri bahwa putra daerah mampu mengambil peran dalam ruang profesional yang lebih luas.


    Ketika Profesionalisme Menjadi Jalan Pengabdian

    Pada akhirnya, profesi tenaga kesehatan bukan hanya tentang tempat seseorang bekerja.

    Ia juga tentang seberapa jauh ilmu dan pengalaman yang dimiliki dapat memberikan manfaat.


    Damsir kini membawa pengalaman dari Rappang ke Papua Barat, bukan untuk sekadar menjalankan tugas, tetapi untuk mengambil bagian dalam proses peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

    Rangkaian survei di RS Bhayangkara Lodewijk Mandatjan pun telah berlangsung sukses.


    Dari Rappang hingga Papua Barat, perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa kompetensi yang dibangun dengan kerja keras dapat membuka ruang pengabdian yang lebih luas.


    Dan ketika kepercayaan profesional itu dijalankan dengan integritas, nama daerah tidak perlu diteriakkan untuk dikenal.

    Ia cukup dibuktikan melalui karya, kompetensi, dan tanggung jawab.

    Komentar

    Tampilkan