![]() |
| LDK MTsN 1 Sidrap Tanamkan Kepemimpinan Berbasis Keteladanan |
SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Menjadi ketua mungkin identik dengan jabatan. Namun, menjadi pemimpin sesungguhnya berbicara tentang sesuatu yang lebih dalam: keteladanan, kemampuan memberi pengaruh positif, kesediaan mendengarkan, dan keberanian memikul tanggung jawab.
Nilai-nilai itulah yang menjadi bagian dari pembelajaran dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) MTsN 1 Sidenreng Rappang, Jumat, 18 September 2026.
Bertempat di Musala MTsN 1 Sidenreng Rappang, kegiatan berlangsung pukul 13.30 hingga 15.00 WITA dengan menghadirkan Satri Polang sebagai pemateri untuk membawakan materi “Dasar-Dasar Kepemimpinan.”
Satri Polang merupakan jurnalis dan akademisi, Pimpinan PT. NarasiRakyat Multimedia, sekaligus tenaga pendidik di SD Qur'ani Al-Ikhlash Rappang.
Di hadapan para peserta, materi kepemimpinan tidak sekadar ditempatkan sebagai teori tentang posisi atau struktur organisasi. Kepemimpinan diperkenalkan sebagai kemampuan yang dapat dilatih melalui kebiasaan sehari-hari.
Mulai dari belajar mendengarkan orang lain, menghargai pendapat, membagi peran, mengambil keputusan, hingga bertanggung jawab terhadap tugas yang telah dipercayakan.
Kepemimpinan Dimulai dari Hal Sederhana
Salah satu pesan utama dalam kegiatan tersebut adalah bahwa kepemimpinan tidak harus menunggu seseorang mendapatkan jabatan.
Seorang siswa dapat belajar menjadi pemimpin ketika ia mampu menjadi contoh bagi teman-temannya. Kepemimpinan juga terlihat ketika seseorang bersedia membantu, mampu bekerja dalam kelompok, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan persoalan tanpa meninggalkan anggota kelompok lainnya.
Dalam dinamika LDK, peserta mendapatkan ruang untuk mengalami proses tersebut secara langsung.
Mereka berdinamika dalam kelompok, belajar mendengarkan, membagi peran, berkomunikasi, serta menghadapi tantangan secara bersama-sama.
Pengalaman seperti ini menjadi penting karena kepemimpinan tidak cukup hanya dipahami melalui definisi. Ia perlu dialami, dipraktikkan, dan direfleksikan.
Bagi peserta didik tingkat madrasah, pengalaman tersebut dapat menjadi fondasi awal untuk membangun karakter kepemimpinan yang sehat sejak dini.
Antusiasme Peserta Jadi Modal Penting
Antusiasme para peserta menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam kegiatan LDK tersebut.
Bagi Satri Polang, melihat peserta berinteraksi dan belajar bersama memberikan optimisme bahwa ruang-ruang pendidikan dapat menjadi tempat tumbuhnya calon-calon pemimpin masa depan.
Kepemimpinan yang dibangun sejak bangku madrasah bukan hanya diarahkan untuk kepentingan organisasi siswa.
Lebih jauh, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal menghadapi kehidupan sosial: bekerja bersama orang lain, berkomunikasi secara efektif, menghargai perbedaan, serta berani mengambil tanggung jawab.
Dengan demikian, LDK tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan karakter.
Kamad MTsN 1 Sidrap Beri Apresiasi
Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Sidenreng Rappang, Muh. Nasir, memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para peserta serta keterlibatan panitia yang berasal dari unsur siswa dan guru.
Dukungan pihak madrasah menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan pengembangan karakter dan kepemimpinan dapat berlangsung secara terarah.
Kolaborasi antara guru, siswa, panitia, dan pemateri juga menunjukkan bahwa pendidikan kepemimpinan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak.
Ia tumbuh melalui ekosistem sekolah yang memberikan ruang bagi siswa untuk belajar mengambil peran.
Dari Ruang LDK untuk Masa Depan Sidrap
Kegiatan seperti LDK memiliki makna yang lebih luas ketika ditempatkan dalam konteks pembangunan sumber daya manusia.
Kabupaten Sidenreng Rappang membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kemampuan berkomunikasi, kolaborasi, keberanian mengambil tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Karena itu, ruang-ruang pembelajaran seperti LDK menjadi investasi karakter.
Hari ini mereka belajar memimpin kelompok kecil di lingkungan madrasah.
Kelak, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia pendidikan tinggi, organisasi, profesi, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.
Kepemimpinan besar sering kali memang dimulai dari hal-hal kecil.
Dari keberanian berbicara.
Dari kesediaan mendengarkan.
Dari kemampuan menghargai orang lain.
Dan dari kemauan bertanggung jawab ketika diberi kepercayaan.
Lima Fakta Menarik LDK MTsN 1 Sidrap
1. Digelar dalam suasana pembelajaran yang dekat dengan peserta
LDK berlangsung di Musala MTsN 1 Sidenreng Rappang dan menghadirkan suasana pembelajaran yang memungkinkan peserta berinteraksi secara langsung.
2. Mengangkat materi Dasar-Dasar Kepemimpinan
Materi diarahkan pada pemahaman bahwa kepemimpinan bukan hanya persoalan jabatan, tetapi juga keteladanan, pengaruh positif, dan tanggung jawab.
3. Peserta belajar melalui dinamika kelompok
Kegiatan memberi ruang kepada siswa untuk berlatih mendengarkan, membagi peran, berkomunikasi, dan menyelesaikan tantangan secara bersama.
4. Menghadirkan pemateri dari dunia pendidikan, jurnalistik, dan akademik
Satri Polang hadir sebagai jurnalis dan akademisi, Pimpinan PT. NarasiRakyat Multimedia, sekaligus tenaga pendidik di SD Qur'ani Al-Ikhlash Rappang.
5. Mendapat dukungan pihak madrasah
Kamad MTsN 1 Sidenreng Rappang, Muh. Nasir, memberikan dukungan dan apresiasi terhadap peserta serta panitia yang melibatkan unsur siswa dan guru.
Ketika Kepemimpinan Dimulai dari Keteladanan
LDK MTsN 1 Sidenreng Rappang menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak selalu dimulai dari panggung besar.
Ia bisa dimulai dari ruang belajar.
Dari seorang siswa yang berani mengambil tanggung jawab. Dari teman yang mau mendengarkan. Dari kelompok yang belajar menyelesaikan masalah bersama. Dan dari seseorang yang memilih memberikan contoh sebelum meminta orang lain mengikuti.
Pesan itu pula yang menjadi penutup refleksi kegiatan: teruslah bertumbuh dan jadilah teladan di mana pun berada.
Sebab pemimpin masa depan tidak hanya lahir dari mereka yang mampu berdiri paling depan, tetapi juga dari mereka yang mampu membawa orang lain tumbuh bersama.
Dari ruang sederhana di MTsN 1 Sidenreng Rappang, semangat itu sedang ditanamkan—satu peserta, satu pengalaman, dan satu keteladanan pada satu waktu.















