-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Konsolnus BEM Nusantara Pulau Sulawesi Tetapkan Divia Queen Hoke sebagai Koordinator, Iksan Prawira Jadi Sekretaris

    Satry Polang
    Sabtu, 24 Oktober 2026, Oktober 24, 2026 WIB Last Updated 2026-10-24T08:54:57Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Konsolnus BEM Nusantara Pulau Sulawesi Tetapkan Divia Queen Hoke sebagai Koordinator, Iksan Prawira Jadi Sekretaris


    NARASIRAKYAT.ID, SULAWESI BARAT — Konsolidasi mahasiswa bukan sekadar menyatukan barisan, tetapi juga menyamakan visi, merawat solidaritas, dan memastikan gerakan organisasi mampu menjawab persoalan masyarakat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Forum Konsolidasi Nusantara (Konsolnus) Pulau Sulawesi yang digelar Aliansi BEM Nusantara Pulau Sulawesi di BPMP Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (22/10/2026).

    Forum tersebut menetapkan Divia Queen Hoke dari Universitas Kristen Indonesia Tomohon sebagai Koordinator Nusantara Pulau Sulawesi dan Iksan Prawira sebagai Sekretaris Nusantara Pulau Sulawesi.


    Penetapan kepemimpinan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi mahasiswa di Pulau Sulawesi. Lebih dari sekadar pembentukan struktur, forum tersebut membawa harapan agar komunikasi antarelemen mahasiswa semakin kuat dan kerja kolektif dapat diarahkan pada agenda bersama.

    Di tengah beragam persoalan sosial, pendidikan, kesehatan, dan kebangsaan, mahasiswa dituntut tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga berperan sebagai bagian dari solusi melalui pemikiran kritis, advokasi, dan kontribusi nyata.


    Divia Queen Hoke: Kepemimpinan Harus Berbuah Kerja Nyata

    Bagi Divia Queen Hoke, amanah sebagai Koordinator Nusantara Pulau Sulawesi bukan semata-mata tentang jabatan. Tanggung jawab tersebut juga menyangkut kemampuan merangkul perbedaan, membangun kepercayaan, dan menjaga agar konsolidasi tidak berhenti pada pertemuan formal.

    Dalam pernyataannya, Divia menekankan pentingnya persatuan dan kolaborasi lintas organisasi untuk memperkuat arah gerakan mahasiswa.


    “Amanah ini bukan hanya tentang kepemimpinan, tetapi tentang bagaimana kita membangun persatuan, merawat solidaritas, dan memastikan bahwa setiap gagasan yang lahir dari konsolidasi dapat diwujudkan melalui kerja nyata,” ujar Divia Queen Hoke.

    Ia berharap BEM Nusantara Pulau Sulawesi menjadi ruang bersama untuk menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan gerakan mahasiswa yang responsif terhadap persoalan masyarakat.


    Pesan tersebut menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari susunan kepengurusan, tetapi juga dari kemampuannya membangun komunikasi, menyatukan gagasan, dan menerjemahkan aspirasi menjadi langkah yang terarah.


    Menyatukan Perbedaan, Memperkuat Gerakan Mahasiswa

    Pulau Sulawesi memiliki keragaman kampus, latar belakang organisasi, serta dinamika sosial yang berbeda. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi organisasi mahasiswa untuk membangun gerakan yang inklusif.

    Konsolidasi menjadi penting karena perbedaan pandangan tidak semestinya menjadi penghalang untuk bekerja bersama. Sebaliknya, keragaman gagasan dapat menjadi modal untuk memperkaya perspektif dan merumuskan respons yang lebih relevan terhadap persoalan publik.


    Dalam konteks ini, Koordinator dan Sekretaris Nusantara Pulau Sulawesi memiliki tanggung jawab untuk memperkuat komunikasi organisasi, membangun koordinasi yang terarah, serta menjaga kesinambungan agenda bersama.

    Kepemimpinan yang efektif membutuhkan keterbukaan terhadap kritik, kemampuan mendengar aspirasi, dan komitmen terhadap keputusan kolektif. Tanpa hal tersebut, konsolidasi berisiko berhenti sebagai agenda seremonial.


    Sebaliknya, apabila dijalankan secara konsisten, konsolidasi dapat menjadi fondasi bagi gerakan mahasiswa yang lebih terorganisasi, kritis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


    Dari Forum Konsolidasi Menuju Aksi dan Advokasi

    Penetapan kepemimpinan baru menghadirkan harapan agar BEM Nusantara Pulau Sulawesi semakin aktif menjalankan peran intelektual dan sosial mahasiswa.

    Persoalan pendidikan, akses kesehatan, ketimpangan sosial, hingga berbagai isu kebangsaan membutuhkan perhatian yang berkelanjutan. Mahasiswa dapat mengambil bagian melalui kajian berbasis data, dialog publik, pengawasan kebijakan, serta advokasi yang bertanggung jawab.


    Namun, efektivitas gerakan tidak hanya ditentukan oleh keberanian menyampaikan kritik. Ketepatan informasi, kekuatan argumentasi, kemampuan membangun jaringan, dan konsistensi mengawal persoalan juga menjadi unsur penting.

    Karena itu, tantangan kepemimpinan baru bukan sekadar menjaga soliditas internal, melainkan memastikan organisasi mampu membangun agenda yang jelas dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan.


    Konsolnus di Sulawesi Barat pun dapat menjadi titik awal untuk memperkuat tradisi dialog dan kerja sama lintas organisasi mahasiswa, dengan tetap menjadikan kepentingan masyarakat sebagai orientasi gerakan.


    Lima Fakta Menarik Konsolnus BEM Nusantara Pulau Sulawesi

    1. Digelar di Sulawesi Barat

    Forum konsolidasi berlangsung di BPMP Provinsi Sulawesi Barat pada Kamis, 22 Oktober 2026.

    2. Divia Queen Hoke ditetapkan sebagai koordinator

    Divia berasal dari Universitas Kristen Indonesia Tomohon dan mendapat amanah sebagai Koordinator Nusantara Pulau Sulawesi.

    3. Iksan Prawira dipercaya sebagai sekretaris

    Penetapan sekretaris menjadi bagian dari pembentukan kepemimpinan untuk memperkuat koordinasi organisasi.

    4. Membawa agenda solidaritas lintas organisasi

    Konsolidasi diarahkan untuk menyatukan visi, memperkuat komunikasi, dan membangun kolaborasi antarelemen mahasiswa.

    5. Mendorong gerakan yang responsif terhadap persoalan publik

    Isu sosial, pendidikan, kesehatan, dan kebangsaan menjadi bidang perhatian yang disebut dalam arah gerakan organisasi.


    Tantangan Kepemimpinan Baru: Membuktikan Konsolidasi Lewat Aksi

    Terpilihnya Divia Queen Hoke dan Iksan Prawira membuka babak baru bagi konsolidasi BEM Nusantara Pulau Sulawesi. Akan tetapi, ukuran keberhasilan kepemimpinan tidak berhenti pada penetapan nama dan jabatan.

    Publik akan menaruh perhatian pada bagaimana komunikasi antarkampus dibangun, bagaimana aspirasi mahasiswa dihimpun, dan bagaimana gagasan yang disepakati diterjemahkan menjadi program yang terukur.


    Kepemimpinan yang kuat juga perlu memberi ruang bagi perbedaan pendapat, menjaga independensi gerakan, serta memastikan bahwa setiap sikap organisasi disusun berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

    Pada akhirnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi. Suara mereka akan semakin berarti ketika keberanian berpikir kritis berjalan beriringan dengan pengetahuan, integritas, dan kerja nyata.


    Konsolidasi bukan sekadar menyatukan barisan, melainkan mempertemukan gagasan, memperkuat solidaritas, dan menegaskan arah gerakan. Sebab, gerakan mahasiswa yang kuat bukan hanya terdengar suaranya, tetapi juga terlihat kontribusinya bagi masyarakat dan masa depan bangsa.

    Komentar

    Tampilkan