![]() |
| Perdana Gelar Seminar Proposal pada Hari Sumpah Pemuda, Fakultas Teknik UNISAN Sidrap Dorong Inovasi Mahasiswa |
SIDRAP, NarasiRakyat.id – Semangat Hari Sumpah Pemuda tidak hanya diperingati melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan dalam ruang akademik yang mendorong lahirnya gagasan dan inovasi. Momentum inilah yang mewarnai pelaksanaan perdana ujian seminar proposal di Fakultas Teknik Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap), Rabu (28/10/2026).
Bertempat di Ruang Sidang Universitas Ichsan Sidrap, ujian seminar proposal mahasiswa Program Studi Arsitektur tersebut berlangsung pukul 09.00–11.00 WITA. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi Fakultas Teknik karena pelaksanaan ujian perdana bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Sebelum ujian dimulai, Dr. Darmawati, S.Pd., M.Si., membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai motivasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, memperkuat kemampuan akademik, serta berani menyampaikan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan pembangunan daerah.
Radit Angkat Redesain Sirkuit Puncak Mario dengan Pendekatan Arsitektur Modern
Salah satu gagasan yang menjadi perhatian dalam seminar tersebut adalah proposal penelitian dan perancangan yang dipresentasikan mahasiswa Program Studi Arsitektur, Radit, dengan Nomor Induk Mahasiswa TS1123006.
Dalam proposal berjudul **“Redesain Sirkuit Puncak Mario dengan Pendekatan Arsitektur Modern di Sidenreng Rappang”**, Radit mengangkat potensi Sirkuit Puncak Mario sebagai kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas olahraga otomotif, tetapi juga berpeluang mendukung pengembangan pariwisata dan perekonomian lokal.
Gagasan ini berangkat dari pentingnya menghadirkan fasilitas yang mampu menjawab kebutuhan pengguna sekaligus memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, fungsi ruang, dan kualitas lingkungan binaan.
Melalui pendekatan arsitektur modern, redesain kawasan diharapkan dapat menghasilkan konsep perancangan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan fasilitas.
Namun, gagasan tersebut tetap memerlukan kajian kondisi lapangan dan analisis teknis yang memadai. Karena itu, seminar proposal menjadi tahapan penting untuk menguji kelayakan gagasan sebelum dikembangkan lebih lanjut menjadi penelitian dan rancangan tugas akhir.
Tiga Persoalan Utama Menjadi Dasar Perancangan
Dalam pemaparannya, Radit menyampaikan tiga rumusan masalah yang menjadi landasan penelitian dan perancangan.
Pertama, bagaimana kondisi eksisting Sirkuit Puncak Mario ditinjau dari standar keselamatan dan kenyamanan pengguna.
Kedua, bagaimana merumuskan konsep redesain kawasan Sirkuit Puncak Mario dengan pendekatan arsitektur modern.
Ketiga, bagaimana mewujudkan rancangan redesain yang mampu mengakomodasi kebutuhan fungsi kawasan melalui pendekatan arsitektur modern.
Ketiga persoalan tersebut menjadi dasar untuk menghubungkan kondisi aktual kawasan dengan konsep desain yang akan dikembangkan.
Tujuan perancangan tidak berhenti pada pembaruan tampilan bangunan atau kawasan. Lebih dari itu, penelitian diarahkan untuk mengkaji kondisi eksisting, menyusun konsep desain, serta menghasilkan rancangan yang mempertimbangkan kebutuhan fungsi, keselamatan, kenyamanan, dan potensi pengembangan kawasan.
Melalui proses tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan hasil pengamatan lapangan, analisis kebutuhan pengguna, dan prinsip arsitektur ke dalam sebuah gagasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Apabila dikembangkan melalui kajian yang tepat, gagasan redesain ini juga dapat menjadi bahan pemikiran bagi pengembangan fasilitas olahraga dan potensi wisata di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Diuji oleh Tim Penguji dan Pembimbing
Pelaksanaan seminar proposal dipimpin oleh Ayu Febi Febrianti, S.H., M.H., selaku pimpinan sidang.
Tim penguji terdiri atas Drs. H. Sultan La Obo, M.Pd., sebagai Penguji I; Nurhayati Kamaruddin, S.Ars., M.Ars., sebagai Penguji II; serta Izharul Haq, S.Ars., M.Ars., sebagai Penguji III.
Sementara itu, proses pembimbingan dilakukan oleh Dr. Abdul Mannan, S.T., M.T., selaku Pembimbing I, dan Ir. Hasniar Baharuddin, S.T., M.Ars., selaku Pembimbing II.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa memperoleh pertanyaan, masukan, dan saran dari tim penguji serta pembimbing untuk menyempurnakan substansi proposal, memperjelas metode penelitian dan perancangan, serta memperkuat konsep desain yang diajukan.
Forum akademik ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji argumentasi, mempertajam analisis, dan memastikan kesesuaian antara rumusan masalah, tujuan penelitian, metode yang digunakan, serta hasil perancangan yang diharapkan.
Proses tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun sikap profesional calon arsitek, terutama dalam menyusun gagasan berdasarkan kajian yang sistematis dan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.
Seminar Proposal, Ruang Tumbuhnya Calon Arsitek Inovatif
Bagi mahasiswa arsitektur, seminar proposal merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik. Pada tahap ini, gagasan awal diuji melalui diskusi ilmiah agar memiliki dasar pemikiran, arah penelitian, dan konsep perancangan yang lebih kuat.
Pelaksanaan ujian perdana di Fakultas Teknik UNISAN Sidrap menjadi bagian dari upaya penguatan proses akademik, khususnya dalam membangun budaya ilmiah, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Berbeda dari sekadar pemenuhan tahapan administrasi akademik, seminar proposal memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar mempertahankan gagasan secara argumentatif sekaligus terbuka terhadap kritik dan masukan.
Dalam konteks pembangunan daerah, kemampuan tersebut menjadi penting karena calon arsitek dituntut tidak hanya memahami estetika desain, tetapi juga mempertimbangkan fungsi, keselamatan, kenyamanan, lingkungan, dan kebutuhan pengguna.
Gagasan redesain Sirkuit Puncak Mario yang diangkat Radit memperlihatkan bagaimana sebuah objek lokal dapat dijadikan bahan kajian akademik yang berpotensi berkaitan dengan pengembangan fasilitas olahraga, pariwisata, dan ekonomi daerah.
Meski demikian, manfaat tersebut akan sangat bergantung pada hasil penelitian, kelayakan teknis, serta proses pengembangan rancangan selanjutnya.
Momentum Sumpah Pemuda untuk Membangun Masa Depan Daerah
Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun masa depan bangsa melalui ilmu pengetahuan, kreativitas, dan karya nyata.
Di lingkungan kampus, semangat itu dapat diwujudkan melalui keberanian mengajukan gagasan, kesungguhan menjalani proses akademik, serta kemauan untuk terus memperbaiki kualitas pemikiran dan karya.
Pelaksanaan seminar proposal perdana Fakultas Teknik UNISAN Sidrap yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk memperkuat semangat tersebut.
Mahasiswa diharapkan mampu melahirkan gagasan perancangan yang inovatif, kontekstual, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sementara itu, lingkungan akademik diharapkan terus menjadi ruang yang mendukung tumbuhnya calon profesional yang kompeten dan bertanggung jawab.
Dari ruang sidang kampus, sebuah gagasan tentang masa depan Sirkuit Puncak Mario mulai dirumuskan. Perjalanan menuju rancangan yang matang tentu masih membutuhkan penelitian, diskusi, dan penyempurnaan.
Namun, dari proses akademik inilah inovasi dapat bertumbuh: dimulai dari keberanian mengajukan ide, diuji melalui pemikiran kritis, lalu diarahkan menjadi karya yang memiliki manfaat.
Semangat Sumpah Pemuda bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, melainkan juga tentang keberanian generasi muda merancang masa depan. Dari UNISAN Sidrap, semangat itu menemukan ruangnya melalui ilmu, inovasi, dan cita-cita membangun daerah.
LIMA FAKTA MENARIK
1. Ujian perdana Fakultas Teknik — Seminar proposal perdana tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.
2. Berlangsung selama dua jam — Ujian digelar pukul 09.00–11.00 WITA di Ruang Sidang Universitas Ichsan Sidrap.
3. Mengangkat potensi lokal — Radit mengajukan proposal redesain Sirkuit Puncak Mario dengan pendekatan arsitektur modern.
4. Tiga fokus perancangan — Kajian mencakup kondisi eksisting, perumusan konsep desain, serta penyusunan rancangan redesain.
5. Melibatkan tim akademik — Seminar dipimpin seorang pimpinan sidang, dengan tiga penguji dan dua dosen pembimbing.















