-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     

     


     



     

    Iklan

    Mahasiswa UNISAN Sidrap Praktik Mengajar Tuai Apresisi MA Ma’had DDI Pangkajene

    Satry Polang
    Kamis, 04 Desember 2025, Desember 04, 2025 WIB Last Updated 2025-12-05T03:49:03Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Mahasiswa UNISAN Sidrap Praktik Mengajar Tuai Apresisi MA Ma’had DDI Pangkajene


    NARASIRAKYAT  – Setelah sukses menggelar kunjungan lapangan dan praktik mengajar di jenjang Sekolah Dasar (SD), rangkaian kegiatan penyelesaian Mata Kuliah Manajemen Kelas Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Ichsan Sidenreng Rappang kini memasuki tahap strategis berikutnya. Dosen pengampu mata kuliah, Adelia Dwi Putri, M.Pd., kembali mengajak mahasiswanya melakukan observasi lanjutan ke jenjang pendidikan menengah, tepatnya di Madrasah Aliyah (MA) Ma’had DDI Pangkajene, Sidrap, pada Kamis, 4 Desember 2025.


    Kunjungan yang berlokasi di Jalan Rusa No. 16, Pangkajene, ini merupakan realisasi dari rencana awal untuk membandingkan dinamika dan tantangan manajemen kelas antara tingkat Sekolah Dasar—yang sebelumnya dilaksanakan di SDN 6 Pangsid dan SDN 19 Pangsid—dengan jenjang Sekolah Menengah Atas.


    Rombongan disambut langsung oleh Kepala MA Ma’had DDI Pangkajene, Hj. Maryati, S.Ag., M.A. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif akademik tersebut.

    “Kami sangat terbuka dengan kolaborasi seperti ini. Observasi langsung ke berbagai jenis dan jenjang sekolah adalah cara terbaik untuk menyiapkan calon guru yang tangguh dan adaptif. Selamat datang di MA Ma’had DDI, semoga ilmu yang didapat memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.


    Di lokasi, mahasiswa PTI melakukan observasi menyeluruh terhadap proses pembelajaran, interaksi guru-siswa, serta penerapan manajemen kelas untuk usia remaja. Mereka juga berdiskusi langsung dengan para guru mata pelajaran untuk memahami strategi khusus menghadapi kelas besar, karakter siswa yang beragam, serta penggunaan pendekatan teknologi dalam pembelajaran.


    Dosen pengampu mata kuliah, Adelia Dwi Putri, M.Pd., menegaskan pentingnya tahap observasi ini.

    “Kalau di SD mahasiswa belajar menghadapi energi tinggi dan antusiasme anak-anak, di jenjang SMA/MA mereka belajar memahami psikologi remaja, membangun kedisiplinan partisipatif, dan merancang pembelajaran yang menantang secara intelektual. Perbandingan inilah yang mematangkan kompetensi manajemen kelas mereka,” jelasnya.


    Salah satu mahasiswa, Angel, membagikan kesan berbeda dari kunjungan ini.

    “Kalau di SD fokus kami adalah menyederhanakan materi dan menarik perhatian. Di jenjang SMA/MA, tantangannya adalah membuat materi Teknologi Informasi relevan, kritis, dan memicu diskusi. Dua level ini memberi kami perspektif yang sangat luas,” tuturnya.


    Kegiatan observasi juga diisi dengan diskusi khusus bersama para guru mengenai integrasi teknologi, adaptasi kurikulum abad 21, serta upaya menciptakan ruang kelas yang kondusif bagi pembelajaran kolaboratif dan digital.


    LIMA FAKTA MENARIK DARI OBSERVASI MAHASISWA PTI DI MA MA’HAD DDI

    1. Mahasiswa mengamati dua jenjang pendidikan berbeda dalam satu mata kuliah—SD dan MA/SMA—untuk analisis manajemen kelas yang lebih komprehensif.

    2. MA Ma’had DDI menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis karakter, yang menuntut mahasiswa memahami sisi psikologis remaja secara lebih mendalam.

    3. Observasi mencakup interaksi guru-siswa, metode pengelolaan kelas besar, hingga strategi menjaga kedisiplinan partisipatif.

    4. Terdapat dialog teknis antara mahasiswa dan guru madrasah mengenai pemanfaatan teknologi informasi dalam kurikulum berbasis keagamaan.

    5. Kegiatan ini menciptakan model pembelajaran komparatif yang jarang dilakukan di perguruan tinggi lain, menjadikannya pengalaman unik bagi mahasiswa PTI UNISAN.


    Dengan selesainya observasi di dua jenjang berbeda, mahasiswa PTI UNISAN Sidrap kini memiliki gambaran nyata tentang bagaimana dunia pendidikan bekerja dari berbagai level. Mereka tidak hanya memahami teori manajemen kelas, tetapi telah menyaksikan langsung tantangan, dinamika, dan strategi pengajaran yang dibutuhkan pada setiap usia.

    Langkah pembelajaran berjenjang ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mereka sebagai calon pendidik Teknologi Informasi yang siap beradaptasi, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata pada pendidikan di masa depan.

    Komentar

    Tampilkan