-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     

     



     


     


     


     


     


     

     





     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Pemda Apresiasi Bedah Rumah Swadaya di Manisa Bukti Gotong Royong dan Kedermawanan Warga Sidrap

    Satry Polang
    Kamis, 04 Desember 2025, Desember 04, 2025 WIB Last Updated 2025-12-05T03:41:57Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Pemda Apresiasi Bedah Rumah Swadaya di Manisa Bukti Gotong Royong dan Kedermawanan Warga Sidrap



    NARASIRAKYAT  — Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif, melakukan peninjauan langsung terhadap pembangunan bedah rumah hasil swadaya masyarakat di Kelurahan Manisa, Kecamatan Baranti, Kamis (4/12/2025). Kunjungan ini bertujuan memastikan proses pembangunan berjalan baik serta benar-benar menjawab kebutuhan penerima manfaat, yaitu warga bernama Bahri, atau yang akrab dikenal dengan Lacalik.


    Peninjauan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan stakeholder daerah, di antaranya Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Anggota DPRD Bahrul Appas, Staf Ahli Bupati Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Bachtiar, Kepala BPBD Sudarmin, dan Camat Baranti Mastura. Hadir pula Kabid Humas IKP Diskominfo Dagri Ramadhan, Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Bencana serta Warga Migran dan TMP Dinsos Sidrap Takdir Ali, Lurah Manisa A. Zainal Fachruddin, jajaran Kesra, staf kelurahan, serta sejumlah tokoh masyarakat.


    Dalam suasana penuh kehangatan, Bupati Syaharuddin Alrif mengapresiasi besarnya partisipasi warga Manisa dan para dermawan yang bahu-membahu mewujudkan pembangunan rumah milik Lacalik. Bedah rumah tersebut bukan program APBD, melainkan hasil murni gotong royong masyarakat dengan total anggaran mencapai Rp145 juta.

    “Alhamdulillah hari ini saya datang ke Manisa untuk melihat langsung kegiatan bedah rumah Pak Calik yang pembangunannya merupakan hasil swadaya masyarakat,” kata Bupati Syaharuddin.


    Beliau menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya bertumpu pada APBD. Kolaborasi antara pemerintah, ulama, tokoh adat, masyarakat, dan para dermawan menurutnya merupakan fondasi penting dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan.

    “Dalam pemerintahan saya, membangun kampung tidak hanya dari APBD. Pemerintah, ulama, tokoh adat, dan orang-orang dermawan harus saling mendukung. Alhamdulillah rumah Pak Calik bisa dibangun dengan anggaran Rp145 juta dari hasil kebersamaan ini,” ujar Bupati.


    Bupati juga menyerukan ajakan kepada para pengusaha dan warga yang mampu agar terus berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, sedekah adalah investasi keberkahan.

    “Uang yang kita sumbangkan tidak akan membuat kita rugi. Justru InsyaAllah membawa berkah,” tambahnya.

    Program ini diharapkan menjadi role model bagi berbagai wilayah di Sidrap, khususnya dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni melalui sinergi lintas elemen masyarakat.


    Lima Fakta Menarik seputar Bedah Rumah Swadaya di Manisa

    1. 100% Swadaya Masyarakat: Rumah Lacalik dibangun tanpa menggunakan APBD, sepenuhnya hasil gotong royong warga dan donatur.

    2. Nilai Bantuan Rp145 Juta: Anggaran yang terkumpul menunjukkan kuatnya solidaritas sosial di Kelurahan Manisa.

    3. Dihadiri Unsur Pimpinan Daerah Lengkap: Mulai dari Bupati, Ketua DPRD, Dinsos, BPBD, hingga tokoh masyarakat—semua terlibat memantau langsung.

    4. Model Pembangunan Kolaboratif: Program ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan warga.

    5. Target Turunkan Rumah Tidak Layak Huni: Bedah rumah swadaya menjadi bagian dari upaya mempercepat perbaikan kualitas hidup warga Sidrap.


    Bedah rumah di Manisa bukan hanya tentang membangun dinding dan atap, tetapi membangun harapan. Gotong royong warga mengajarkan bahwa kepedulian tidak menunggu program pemerintah—ia tumbuh dari hati masyarakat. Inisiatif seperti ini menjadi bukti bahwa Sidrap adalah tanah yang subur bagi solidaritas, dan ketika pemerintah serta masyarakat berjalan beriringan, tak ada kesejahteraan yang mustahil dicapai.

    Komentar

    Tampilkan