-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     

     



     


     


     


     


     


     

     





     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Dr. Mansur, Rektor IAI DDI Sidrap Ungkap SATU TAHUN SAR–KANAAH Merupakan Ikhtiar “Saro Mase” dan Jalan Keberkahan Sidrap

    Satry Polang
    Jumat, 20 Februari 2026, Februari 20, 2026 WIB Last Updated 2026-02-21T02:19:23Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250


    Oleh: Dr. Mansur, M.Ag (Rektor IAI DDI Sidrap)

    NARASIRAKYAT --- Masih segar dalam ingatan masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang momentum pergantian kepemimpinan setahun lalu. Waktu terasa begitu cepat berlalu, seolah baru kemarin pasangan Syaharuddin Alrif–Nur Kanaah dilantik untuk periode 2025–2030.

    Perjalanan yang tak terasa itu, hemat saya, karena kuatnya ruh dan jargon yang diusung: “Saro Mase Sidenreng Rappang.” Sebuah frasa kultural Bugis yang bermakna bekerja dengan ikhlas, tanpa pamrih, dan penuh ketekunan. Ia bukan sekadar slogan, melainkan etos yang kini menjadi percakapan publik dan teladan birokrasi.


    Ikhtiar Turun ke Lapangan

    Di berbagai kesempatan, Bupati dan Wakil Bupati menunjukkan bahwa kesejahteraan tidak lahir dari balik meja semata. Mereka hadir di sawah, kebun, peternakan, hingga kerja bakti di pasar dan lapangan olahraga. Pendekatan partisipatif ini membangun kesadaran kolektif bahwa kesejahteraan adalah kerja bersama.

    Dalam perspektif akademik dan keagamaan, konsep “Saro Mase” dipadukan dengan nilai Qur’ani, khususnya spirit Surah Al-A’raf ayat 96 tentang keberkahan bagi negeri yang beriman dan bertakwa. Perpaduan budaya lokal dan nilai agama ini menjadi fondasi gerakan moral sekaligus sosial.


    Gerakan Ruhani dan Peradaban

    Pemerintahan SAR–Kanaah tidak hanya bergerak pada aspek material, tetapi juga spiritual. Gerakan membaca Al-Qur’an setiap malam Jumat, ceramah dan kajian agama, menjadi bagian dari pembangunan karakter masyarakat.

    Saya memandang langkah ini sebagai fondasi peradaban. Ketika masyarakat cerdas secara spiritual, lahirlah kesadaran untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah. Dalam bahasa Bugis, inilah pintu turunnya barakka (berkah). Pembangunan ekonomi berjalan seiring pembangunan ruhani.


    Dampak Nyata pada Sektor Agraria dan Peternakan

    Hasilnya mulai terlihat. Harga gabah kering sawah yang sebelumnya berkisar Rp4.800 (2024) meningkat menjadi Rp6.800–7.000 (2025). Peternak ayam petelur merasakan stabilitas harga setelah pemerintah memfasilitasi komunikasi dan kesepahaman antara peternak dan pedagang.

    Produksi gabah, beras, dan telur yang stabil meneguhkan Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan nasional di kawasan timur Indonesia. Ketersediaan pangan yang terjaga berimplikasi pada penurunan angka kemiskinan dan meningkatnya daya beli masyarakat.


    Kepercayaan Publik yang Mengakar

    Dari sudut pandang akademis, pemerintahan SAR–Kanaah menunjukkan capaian melampaui target awal. Tingkat kepuasan masyarakat yang mencapai 87,7 persen bukan sekadar angka, melainkan indikator kepercayaan yang tumbuh kuat di akar rumput.

    Kepercayaan adalah modal sosial terbesar dalam pemerintahan. Tanpa itu, program sebaik apa pun akan sulit dijalankan. Dengan kepercayaan yang mengakar, percepatan pembangunan di tahun-tahun berikutnya memiliki fondasi yang kokoh.


    Jalan Panjang Menuju Keberkahan

    Satu tahun ini adalah permulaan. “Saro Mase” bukan hanya etos kerja, tetapi jalan panjang menuju Sidrap yang maju, religius, dan sejahtera. Ketika budaya lokal bersenyawa dengan nilai ilahiah, dan kebijakan publik berpijak pada keberpihakan kepada rakyat, maka sebuah daerah sedang menapaki tangga keberkahan.


    Sebagai insan akademik dan bagian dari masyarakat Sidrap, saya meyakini bahwa kepemimpinan yang memadukan kerja keras, ketulusan, dan spiritualitas akan melahirkan peradaban yang kokoh. Sidrap bukan sekadar bergerak maju—ia sedang menata diri menjadi negeri yang berdaulat pangan, kuat iman, dan teguh dalam kebersamaan. 

    Komentar

    Tampilkan