-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     

     



     


     


     


     


     


     

     





     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Efek Domino Program MBG, Beasiswa KIP-K UIN ALAUDDIN Makkasar Tak Kunjung Dicairkan

    Satry Polang
    Jumat, 20 Februari 2026, Februari 20, 2026 WIB Last Updated 2026-02-21T02:21:53Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

     

    Efek Domino Program MBG, Beasiswa KIP-K UIN ALAUDDIN Makkasar Tak Kunjung Dicairkan

    NARASIRAKYAT — Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid, menyoroti keterlambatan pencairan Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang hingga kini belum diterima sejumlah mahasiswa. Kondisi tersebut dinilai telah menempatkan para penerima bantuan dalam situasi finansial yang mengkhawatirkan karena kewajiban pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) terus berjalan.


    Dalam pernyataan resminya, Zulhamdi menyebut banyak mahasiswa penerima KIP-K mengalami tekanan ekonomi serius. Sebagian dari mereka berasal dari keluarga kurang mampu yang sangat bergantung pada bantuan tersebut untuk melanjutkan pendidikan.

    “Mahasiswa penerima beasiswa merana karena dana bantuan pendidikan belum juga dicairkan, sementara kewajiban pembayaran UKT terus berjalan. Ini situasi darurat bagi mereka,” tegasnya.

     

    Keterlambatan pencairan beasiswa KIP-K tidak hanya berdampak pada aspek administratif kampus, tetapi menyentuh langsung keberlangsungan studi mahasiswa. Bagi sebagian penerima, beasiswa tersebut menjadi satu-satunya penopang biaya kuliah dan kebutuhan dasar selama menempuh pendidikan tinggi.


    Zulhamdi menilai, kondisi ini diduga merupakan efek domino dari pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang disebut-sebut sebagai salah satu program dengan alokasi anggaran besar dalam postur belanja negara. Ia mengkhawatirkan adanya pergeseran prioritas anggaran yang berpotensi mengurangi fokus terhadap sektor pendidikan.


    Menurutnya, pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa yang tidak boleh dikompromikan oleh dinamika kebijakan jangka pendek. Ia menegaskan, persoalan ini bukan sekadar keterlambatan teknis, tetapi menyangkut hak konstitusional warga negara untuk memperoleh pendidikan.


    Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Alauddin Makassar mendesak pemerintah pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk segera mengambil langkah konkret.

    Mahasiswa meminta:

    • Kejelasan jadwal pencairan beasiswa KIP-K

    • Transparansi penjelasan dari kementerian/lembaga terkait

    • Jaminan bahwa tidak ada mahasiswa terancam putus kuliah akibat kendala biaya

    “Kami berharap ada kepastian. Jangan sampai mahasiswa dari keluarga kurang mampu menjadi korban ketidakjelasan kebijakan,” ujar Zulhamdi.


    Lima Fakta Penting Terkait Polemik KIP-K

    1. Belum Cair Hingga Saat Ini
      Sejumlah mahasiswa penerima KIP-K di UIN Alauddin Makassar belum menerima dana bantuan.

    2. UKT Tetap Berjalan
      Kewajiban pembayaran UKT terus berlangsung meski dana belum diterima.

    3. Mahasiswa Rentan Putus Kuliah
      Sebagian penerima KIP-K bergantung sepenuhnya pada bantuan tersebut.

    4. Diduga Efek Domino Anggaran MBG
      DEMA menilai ada indikasi pergeseran fokus anggaran nasional.

    5. Tuntutan Transparansi dan Kepastian
      Mahasiswa meminta jadwal pencairan dan klarifikasi resmi dari pemerintah.


    Pendidikan bukan sekadar angka dalam anggaran negara, melainkan harapan jutaan anak bangsa untuk keluar dari lingkaran keterbatasan. Beasiswa KIP-K adalah jembatan menuju masa depan yang lebih baik bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.


    Kepastian dan transparansi menjadi kunci agar keresahan tidak berkembang menjadi krisis. Negara hadir bukan hanya melalui program besar, tetapi juga melalui ketepatan dalam memenuhi hak dasar warganya.

    Mahasiswa berharap, suara ini menjadi pengingat bahwa investasi terbaik bangsa tetaplah pada pendidikan.

    Komentar

    Tampilkan