-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     

     



     


     


     


     


     


     

     





     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Yayasan Sanggar Seni Pajoge Andino Sidrap Melalui Festival Nene Mallomo Ke-3 Hidupkan Kembali Permainan Tradisional

    Satry Polang
    Jumat, 06 Maret 2026, Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-07T03:52:14Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Yayasan Sanggar Seni Pajoge Andino Sidrap Melalui Festival Nene Mallomo Ke-3 Hidupkan Kembali Permainan Tradisional



    NARASIRAKYAT  — Upaya melestarikan permainan tradisional sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda kembali digelar melalui Lomba Permainan Tradisional dalam rangka Festival Nene Mallomo. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Sanggar Seni Pajoge Andino Sidrap sebagai bagian dari perayaan budaya lokal yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan tradisional.


    Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3–4 April 2026, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, bertempat di Taman Usman Isa.


    Kegiatan ini secara khusus diperuntukkan bagi pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dengan tujuan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus membangun karakter anak melalui permainan yang mengedepankan kerja sama, sportivitas, dan kegembiraan.


    Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi budaya yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan di era digital saat ini.


    Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan permainan digital, permainan tradisional perlahan mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Padahal, permainan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang penting.


    Melalui festival ini, panitia menghadirkan sejumlah permainan tradisional yang telah lama dikenal dalam kehidupan masyarakat, di antaranya:

    • Lomba Engrang

    • Lomba Mappadinding

    • Lomba Massallo

    • Lomba Terompah / Bakiak

    • Lomba Tarik Tambang


    Setiap permainan memiliki karakter unik yang melatih keseimbangan, kerja sama tim, strategi, serta ketahanan fisik. Selain itu, permainan ini juga mengajarkan nilai kebersamaan yang menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Indonesia.


    Festival ini tidak sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran budaya bagi anak-anak agar mereka mengenal warisan permainan tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.


    Panitia membuka pendaftaran bagi pelajar tingkat SD yang ingin berpartisipasi dalam lomba ini. Namun, jumlah peserta dibatasi sehingga pendaftaran akan ditutup apabila kuota telah terpenuhi.


    Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan kegiatan, peserta diharapkan mengisi formulir pendaftaran dengan data yang lengkap dan benar agar panitia dapat menyampaikan informasi teknis terkait lomba.


    Panduan teknis lomba dapat diakses melalui tautan berikut:
    https://drive.google.com/drive/folders/1kAN2uypKF-p_h9DDCT6BZYjYfLouQg8k


    Panitia juga mengimbau para guru, sekolah, dan orang tua untuk turut mendukung partisipasi anak-anak dalam kegiatan ini sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis budaya.


    Lima Fakta Menarik dari Lomba Permainan Tradisional Ini

    1. Khusus untuk Pelajar SD
    Festival ini secara khusus dirancang untuk anak-anak agar mereka mengenal permainan tradisional sejak usia dini.

    2. Lima Permainan Tradisional Ikonik
    Mulai dari engrang hingga tarik tambang, seluruh permainan dipilih karena memiliki nilai edukatif dan budaya.

    3. Bagian dari Festival Nene Mallomo
    Festival ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan budaya yang mengangkat kearifan lokal Sidrap.

    4. Digelar di Ruang Terbuka Ikonik
    Taman Usman Isa dipilih sebagai lokasi karena menjadi ruang publik yang strategis dan ramah keluarga.

    5. Upaya Melawan Dominasi Permainan Digital
    Kegiatan ini mendorong anak-anak kembali aktif bermain secara fisik dan berinteraksi langsung dengan teman sebaya.


    Permainan tradisional bukan sekadar hiburan masa lalu. Ia adalah warisan budaya yang menyimpan nilai kebersamaan, kreativitas, dan kearifan lokal yang sangat berharga.


    Melalui Lomba Permainan Tradisional dalam Festival Nene Mallomo, generasi muda diajak untuk kembali mengenal akar budayanya. Tawa anak-anak yang bermain, sorak dukungan dari teman-teman, serta semangat kebersamaan yang tercipta menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap hidup dan relevan di tengah zaman modern.


    Dengan melibatkan generasi muda, festival ini menjadi pengingat bahwa melestarikan budaya bukan hanya tugas masa lalu, tetapi tanggung jawab bersama untuk masa depan.

    Komentar

    Tampilkan