![]() |
21 Masjid Serentak Berdakwah! MUI Baranti Gaungkan Spirit ‘Tangan di Atas’ Jelang Idul Adha |
NARASIRAKYAT — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Baranti kembali menunjukkan peran strategisnya dalam membangun arah dakwah yang terarah dan berdampak melalui kegiatan Bahtsul Masaail yang digelar sebagai bagian dari persiapan dakwah serentak di seluruh desa dan kelurahan se-Kecamatan Baranti.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua MUI Baranti, Dr. Wahidin Ar Rafany, ini menjadi forum penting untuk menyatukan silabus dan substansi ceramah yang akan disampaikan di 21 masjid yang tersebar di wilayah KWC Baranti. Fokus utama pembahasan adalah penguatan nilai ibadah qurban sebagai sarana membangun kedermawanan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Meneguhkan Spirit Dakwah Berbasis Hadis
Dalam forum tersebut, salah satu poin penegasan yang menjadi landasan materi ceramah adalah hadis Nabi Muhammad SAW:
“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.”
Hadis ini menjadi pijakan utama dalam mengarahkan umat agar tidak hanya menjadi penerima, tetapi juga menjadi pemberi yang aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial. Melalui pendekatan ini, dakwah qurban tidak hanya dipahami sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai gerakan sosial yang berkelanjutan.
Dari Mimbar ke Aksi Nyata
Bahtsul Masaail ini tidak sekadar menyusun materi ceramah, tetapi juga merancang arah dakwah yang kontekstual dan solutif. Di tengah dinamika sosial dan tantangan ekonomi masyarakat, MUI Baranti berupaya menghadirkan pesan dakwah yang menyentuh aspek spiritual sekaligus sosial-ekonomi.
Dengan menyatukan tema dan pendekatan, para dai diharapkan mampu menyampaikan pesan yang seragam, kuat, dan berdampak luas—mulai dari membangun kesadaran berqurban hingga menumbuhkan budaya berbagi sebagai gaya hidup umat Islam.
Lima Fakta Menarik Kegiatan
Dakwah Serentak di 21 Masjid akan dilaksanakan secara terkoordinasi di seluruh wilayah Baranti.
Silabus Ceramah Disatukan, memastikan pesan dakwah lebih terarah dan tidak parsial.
Fokus pada Qurban dan Kedermawanan, sebagai solusi sosial berbasis nilai Islam.
Hadis “Tangan di Atas” Jadi Tema Sentral, menguatkan semangat memberi.
Forum Bahtsul Masaail menjadi ruang diskusi ilmiah sekaligus strategis bagi para dai.
Dari Qurban Menuju Peradaban Berbagi
Melalui kegiatan ini, MUI Baranti tidak hanya mempersiapkan ceramah, tetapi juga membangun gerakan sosial berbasis nilai-nilai Islam yang aplikatif. Qurban diharapkan menjadi momentum transformasi—dari ibadah personal menuju gerakan kolektif yang memperkuat solidaritas umat.
Ketika mimbar-mimbar masjid berbicara dengan satu suara—tentang memberi, berbagi, dan peduli—maka di situlah lahir kekuatan umat yang sesungguhnya. Dari Baranti, semangat “tangan di atas” digaungkan, bukan sekadar sebagai pesan, tetapi sebagai jalan hidup.


















