![]() |
Mahasiswa UNISAN Sidrap Tembus Kompetisi Nasional KBMK 2026, Usung Inovasi Gula Aren “Manis Nusantara” Berbasis Ekspor |
NARASIRAKYAT — Kreativitas dan daya saing mahasiswa kembali ditunjukkan oleh Tim Manis Nusantara dari Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap) yang sukses menghadirkan proposal bisnis inovatif dalam ajang Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMK) 2026 kategori Perencanaan Bisnis.
Mengangkat potensi lokal Kabupaten Sidenreng Rappang, tim ini mengembangkan bisnis pengolahan gula aren menjadi produk pemanis alami bernilai tinggi yang menyasar pasar domestik hingga internasional.
Dari Potensi Lokal ke Pasar Global
Dalam presentasinya, Tim Manis Nusantara menyoroti melimpahnya pohon aren di Sidrap yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, gula aren memiliki keunggulan signifikan sebagai pemanis alami dengan indeks glikemik lebih rendah serta kandungan mineral penting seperti zat besi, zink, dan kalium.
Tren gaya hidup sehat yang terus meningkat menjadi peluang besar bagi produk ini untuk menembus pasar premium, termasuk pasar ekspor di Eropa seperti Jerman dan Belanda.
Lebih dari sekadar bisnis, inovasi ini juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah.
Strategi Cerdas di Tengah Persaingan
Tim Manis Nusantara tidak hanya mengandalkan potensi bahan baku, tetapi juga menyusun strategi bisnis yang komprehensif melalui pendekatan SWOT dan PESTEL.
Mereka menyadari bahwa tantangan utama terletak pada produksi tradisional, inkonsistensi kualitas, serta lemahnya branding. Namun di sisi lain, peluang terbuka lebar melalui digitalisasi pemasaran dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk sehat.
Inovasi yang ditawarkan meliputi:
Standarisasi proses produksi
Diversifikasi produk (gula balok, gula semut, hingga permen gula aren)
Pengemasan modern yang higienis dan menarik
Pendekatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berpikir kreatif, tetapi juga strategis dan aplikatif dalam menjawab tantangan industri.
Analisis Bisnis yang Terukur dan Menjanjikan
Dari sisi finansial, perencanaan bisnis ini tergolong matang dan realistis:
Biaya produksi: Rp32.000/kg
Harga jual domestik: Rp40.000/kg
Margin keuntungan: ±20%
Kapasitas produksi: 200 kg/bulan
Estimasi laba: Rp1,6 juta/bulan
Investasi awal: Rp10 juta
Break Even Point: 1.220 kg (6–10 bulan)
Yang menarik, peluang ekspor membuka margin keuntungan hingga 33%, menjadikan bisnis ini sangat prospektif untuk dikembangkan ke skala lebih besar.
5 Fakta Menarik yang Wajib Kamu Tahu
Produk gula aren Sidrap punya peluang ekspor hingga puluhan juta dolar per tahun.
Margin keuntungan ekspor bisa mencapai 33%—lebih tinggi dari pasar lokal.
Inovasi produk mencakup gula semut hingga permen gula aren kekinian.
Break even point bisa dicapai dalam waktu kurang dari 1 tahun.
Proyek ini menggabungkan bisnis, kesehatan, dan pelestarian lingkungan sekaligus.
Ajakan Dukungan untuk Generasi Inovator
Keikutsertaan Tim Manis Nusantara di KBMK 2026 bukan hanya membawa nama kampus, tetapi juga mengangkat potensi lokal Sidrap ke panggung nasional bahkan global.
Dukungan publik menjadi energi penting bagi mereka untuk terus berkembang.
Dukung dengan like, comment, dan subscribe video mereka di YouTube!
https://youtu.be/rIQXT34Wy-E
Dari sebatang pohon aren, lahir harapan besar. Bukan sekadar manis di rasa, tetapi juga manis dalam dampak—menggerakkan ekonomi, menjaga alam, dan membuktikan bahwa mahasiswa daerah mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.


















