-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Idul Adha dan Makna Pengorbanan untuk Perubahan Diri Oleh Prof. Jamaluddin Ahmad, Rektor UMS Rappang

    Satry Polang
    Rabu, 27 Mei 2026, Mei 27, 2026 WIB Last Updated 2026-05-28T03:36:09Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Oleh: Prof. Jamaluddin Ahmad, Rektor UMS Rappang


    NARASIRAKYAT --- Makna utama Idul Adha berakar dari kisah agung Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah ini menggambarkan puncak ketaatan seorang hamba kepada perintah Allah SWT. Nabi Ibrahim menunjukkan bahwa cinta kepada Allah harus ditempatkan di atas segala kepentingan duniawi. Sementara Nabi Ismail memperlihatkan keteguhan hati, keikhlasan, dan kepasrahan seorang anak yang menerima kehendak Allah dengan penuh iman.


    Dari peristiwa luar biasa tersebut, umat Islam belajar bahwa pengorbanan sejati tidak selalu diukur dari apa yang diberikan secara lahiriah, tetapi dari seberapa ikhlas hati dalam menjalankan perintah Allah. Nilai keikhlasan itulah yang menjadi inti dari ibadah kurban dan pesan besar Idul Adha bagi kehidupan manusia.


    Bagi lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi, Idul Adha memberikan pelajaran penting tentang kepemimpinan, tanggung jawab, dan pelayanan. Nabi Ibrahim adalah teladan pemimpin yang visioner, sabar, taat, dan berani mengambil keputusan berdasarkan nilai kebenaran, meskipun menghadapi ujian yang sangat berat.


    Nilai-nilai tersebut penting ditanamkan dalam kehidupan kampus agar pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang berkarakter, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, dan siap mengabdi kepada masyarakat.


    Di tengah perkembangan zaman yang penuh tantangan, dunia pendidikan membutuhkan sosok-sosok yang tidak hanya mengejar prestasi pribadi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Semangat berkurban mengajarkan pentingnya berbagi, melayani, dan mendahulukan kepentingan bersama dibanding kepentingan pribadi.


    Idul Adha juga mengandung makna transformasi diri. Setiap manusia diajak untuk bertanya kepada dirinya sendiri: apa yang sudah dikorbankan untuk kebaikan? Apakah ilmu, jabatan, harta, waktu, dan tenaga yang dimiliki telah digunakan untuk kemaslahatan umat? Apakah diri ini sudah menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah dan lebih peduli kepada sesama?


    Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting direnungkan agar Idul Adha tidak berlalu hanya sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi benar-benar menjadi momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih bermakna, lebih ikhlas, dan lebih bermanfaat bagi orang lain.


    Semangat Idul Adha harus terus hidup dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dunia pendidikan. Dengan semangat pengorbanan dan kepedulian sosial, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam nilai moral dan spiritual.

    Tetap semangat !!! 

    Komentar

    Tampilkan