![]() |
Muh. Amin Muhadir Mahasiswa Arsitektur UNISAN Sidrap Hadirkan Gagasan Permukiman Ramah Lingkungan untuk Pekerja PLTB dan Masyarakat Sekitar |
NARASIRAKYAT – Kehadiran sektor energi terbarukan di Kabupaten Sidenreng Rappang tidak hanya membawa dampak pada ketahanan energi nasional, tetapi juga menghadirkan kebutuhan baru dalam pembangunan kawasan pendukung yang berkelanjutan.
Salah satu kebutuhan yang semakin penting adalah tersedianya hunian yang layak, nyaman, sehat, dan mampu menunjang kualitas hidup para pekerja serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan energi terbarukan.
Berangkat dari realitas tersebut, mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap), Muh. Amin Muhadir, menghadirkan sebuah gagasan inovatif melalui tugas akhir berjudul “Perancangan Kawasan Permukiman Ramah Lingkungan di Kabupaten Sidenreng Rappang.”
Karya tersebut dipresentasikan dalam Ujian Akhir Sarjana sebagai bentuk implementasi kemampuan akademik mahasiswa dalam merancang kawasan hunian yang tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan pembangunan daerah.
Menjawab Kebutuhan Hunian di Kawasan Energi Terbarukan
Kabupaten Sidenreng Rappang saat ini dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia melalui keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Perkembangan sektor ini turut meningkatkan kebutuhan terhadap kawasan permukiman yang mampu mendukung aktivitas para pekerja sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekitar.
Muh. Amin Muhadir melihat bahwa pembangunan hunian tidak cukup hanya berorientasi pada penyediaan rumah semata. Kawasan tempat tinggal harus mampu menjadi ruang hidup yang mendukung produktivitas, kesehatan, interaksi sosial, dan kualitas lingkungan yang baik.
Atas dasar itulah, ia merancang sebuah kawasan permukiman yang mengintegrasikan fungsi hunian dengan berbagai fasilitas pendukung dalam satu lingkungan yang tertata secara terencana.
Konsep Kawasan Terpusat yang Mendorong Interaksi Sosial
Salah satu keunggulan utama dalam rancangan ini adalah penerapan konsep kawasan terpusat yang menempatkan ruang terbuka hijau dan fasilitas umum sebagai pusat aktivitas warga.
Melalui pendekatan tersebut, kawasan tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang bersama yang mendorong interaksi sosial, kebersamaan, dan kualitas hidup masyarakat.
Dalam desain yang dipresentasikan, berbagai fasilitas pendukung dirancang secara terintegrasi, mulai dari tempat ibadah, lapangan olahraga, taman bermain anak, ruang komunal, hingga jaringan jalan yang terkoneksi dengan baik.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aktif, sehat, dan produktif bagi seluruh penghuni kawasan.
Pendekatan ini juga menjadi bagian penting dalam membangun komunitas yang harmonis, terutama bagi pekerja yang berasal dari berbagai latar belakang dan daerah.
Menghadirkan Hunian yang Selaras dengan Alam
Aspek keberlanjutan menjadi fokus utama dalam karya tugas akhir ini.
Muh. Amin Muhadir mengembangkan konsep permukiman yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan melalui berbagai strategi perancangan kawasan.
Penataan vegetasi dilakukan secara optimal untuk meningkatkan kualitas udara sekaligus menciptakan suasana yang lebih sejuk dan nyaman.
Ruang terbuka hijau dirancang sebagai paru-paru kawasan yang berfungsi menjaga keseimbangan lingkungan serta menjadi area rekreasi bagi masyarakat.
Selain itu, sistem drainase kawasan disusun untuk mendukung pengelolaan air yang lebih baik dan mengurangi risiko genangan.
Pemanfaatan pencahayaan alami dan penghawaan silang juga diterapkan guna meningkatkan efisiensi energi sekaligus menciptakan kenyamanan termal bagi penghuni.
Melalui pendekatan tersebut, kawasan permukiman tidak hanya menjadi tempat tinggal yang nyaman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Perpaduan Aspek Sosial, Ekonomi, dan Ekologis
Menurut Muh. Amin Muhadir, konsep permukiman masa depan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Pembangunan kawasan tidak boleh hanya berorientasi pada aspek fisik bangunan, tetapi juga harus memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Melalui rancangan ini, ia berupaya menghadirkan kawasan yang mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat hubungan sosial antarwarga, sekaligus menjaga kualitas lingkungan hidup.
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang saat ini menjadi salah satu fokus utama dalam perencanaan kawasan perkotaan dan permukiman modern.
Bukti Kompetensi Mahasiswa dalam Menjawab Tantangan Daerah
Pelaksanaan ujian akhir sarjana menjadi tahapan penting yang menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan berbagai aspek keilmuan ke dalam sebuah karya perancangan yang aplikatif.
Melalui proyek ini, Muh. Amin Muhadir menunjukkan kemampuan dalam merancang kawasan yang memperhatikan aspek tata ruang, arsitektur lingkungan, keberlanjutan, kenyamanan pengguna, hingga kebutuhan pembangunan daerah.
Karya tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa arsitektur memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi masyarakat.
Lima Fakta Menarik Karya Tugas Akhir Muh. Amin Muhadir
1. Mengangkat Isu Aktual Pengembangan Kawasan PLTB
Rancangan ini lahir dari kebutuhan nyata akan hunian yang layak bagi pekerja energi terbarukan dan masyarakat sekitar.
2. Mengusung Konsep Permukiman Ramah Lingkungan
Seluruh kawasan dirancang dengan memperhatikan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
3. Menjadikan Ruang Terbuka Hijau sebagai Pusat Kawasan
Taman dan ruang komunal ditempatkan sebagai pusat aktivitas sosial masyarakat.
4. Mengintegrasikan Berbagai Fasilitas Publik
Tersedia fasilitas ibadah, olahraga, ruang bermain, dan area interaksi yang mendukung kualitas hidup penghuni.
5. Mendukung Visi Pembangunan Berkelanjutan Sidrap
Konsep yang diusung sejalan dengan kebutuhan pembangunan kawasan modern yang sehat, produktif, dan berwawasan lingkungan.
Dari Ruang Akademik untuk Masa Depan Sidrap yang Lebih Hijau
Karya tugas akhir Muh. Amin Muhadir menunjukkan bahwa arsitektur bukan hanya tentang membangun rumah atau kawasan, tetapi juga tentang membangun kualitas kehidupan manusia.
Melalui gagasan kawasan permukiman ramah lingkungan ini, lahir sebuah konsep yang mampu menjawab kebutuhan hunian pekerja sektor energi terbarukan sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Di tengah meningkatnya kesadaran dunia terhadap pentingnya pelestarian lingkungan, ide yang dihadirkan mahasiswa UNISAN Sidrap ini menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menawarkan solusi inovatif yang relevan dengan tantangan masa depan.
Dari ruang ujian akademik di Fakultas Teknik, sebuah gagasan besar lahir untuk Sidrap—gagasan tentang hunian yang tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga mampu menjaga harmoni antara manusia, lingkungan, dan pembangunan yang berkelanjutan.
Karya ini menjadi pengingat bahwa masa depan daerah yang hijau dan berkualitas dapat dimulai dari sebuah ide, sebuah desain, dan semangat generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan kemajuan masyarakat.














.jpeg)

