![]() |
Rahmatullah Mahasiswa UNISAN Sidrap Rancang Gedung UMKM Berbasis Budaya Bugis SiapJadi Ikon Baru Kabupaten Wajo |
NARASIRAKYAT – Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur dan meningkatnya kebutuhan pelayanan publik yang modern, tantangan terbesar yang dihadapi banyak daerah adalah bagaimana menghadirkan bangunan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mampu menjaga identitas budaya lokal.
Gagasan itulah yang melatarbelakangi karya tugas akhir mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap), Rahmatullah, yang mengangkat judul “Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular di Kabupaten Wajo.”
Karya tersebut dipresentasikan dalam Ujian Akhir Sarjana sebagai bentuk implementasi kompetensi akademik sekaligus kontribusi pemikiran terhadap pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Lebih dari sekadar proyek akademik, rancangan ini menawarkan solusi arsitektural yang memadukan kebutuhan pengembangan ekonomi daerah dengan pelestarian nilai-nilai budaya Bugis Wajo yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menjawab Tantangan Pengembangan UMKM di Kabupaten Wajo
Kabupaten Wajo selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki aktivitas ekonomi masyarakat yang dinamis. Sektor perdagangan, industri kreatif, kerajinan, hingga kewirausahaan tumbuh dan berkembang menjadi penopang penting perekonomian daerah.
Namun perkembangan tersebut membutuhkan dukungan fasilitas yang mampu memberikan layanan terpadu bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melihat kondisi tersebut, Rahmatullah merancang sebuah Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang berfungsi sebagai pusat pelayanan ekonomi modern yang mampu mengintegrasikan berbagai kebutuhan UMKM dalam satu kawasan.
Gedung ini dirancang untuk mengakomodasi beragam aktivitas seperti konsultasi usaha, pelatihan kewirausahaan, pendampingan bisnis, promosi produk unggulan daerah, ruang pamer, ruang pertemuan, hingga pusat koordinasi antar pelaku usaha.
Melalui fasilitas yang terintegrasi, pelaku UMKM diharapkan memperoleh akses layanan yang lebih cepat, efektif, dan profesional sehingga mampu meningkatkan daya saing usaha mereka di era ekonomi digital.
Ketika Arsitektur Menjadi Wajah Budaya Daerah
Salah satu aspek yang membuat rancangan ini menarik adalah penggunaan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular sebagai konsep utama desain.
Pendekatan tersebut merupakan perpaduan antara nilai-nilai arsitektur tradisional dengan kebutuhan bangunan modern.
Rahmatullah menjelaskan bahwa konsep ini dipilih agar bangunan tidak hanya menjadi pusat pelayanan ekonomi, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya masyarakat Wajo.
Dalam rancangan yang dipresentasikan, berbagai elemen khas arsitektur Bugis Wajo ditransformasikan ke dalam bentuk yang lebih kontemporer tanpa menghilangkan makna filosofis yang terkandung di dalamnya.
Transformasi tersebut tampak pada bentuk atap, komposisi fasad bangunan, ritme struktur, hingga pengolahan ruang yang mencerminkan karakter budaya lokal.
Hasilnya adalah sebuah bangunan yang modern, representatif, sekaligus memiliki keterikatan kuat dengan lingkungan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa kemajuan pembangunan tidak harus mengorbankan identitas daerah. Sebaliknya, budaya dapat menjadi sumber inspirasi yang memperkuat karakter sebuah karya arsitektur.
Mengutamakan Kenyamanan dan Efisiensi Bangunan
Selain aspek budaya dan estetika, rancangan Gedung PLUT juga dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan pengguna secara menyeluruh.
Optimalisasi pencahayaan alami menjadi salah satu strategi utama yang diterapkan untuk menciptakan ruang yang terang sekaligus hemat energi.
Sistem penghawaan alami juga dirancang agar mampu menghasilkan sirkulasi udara yang baik sehingga menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Sementara itu, penataan ruang dilakukan secara fungsional agar setiap layanan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
Pendekatan tersebut mencerminkan prinsip arsitektur berkelanjutan yang tidak hanya memperhatikan keindahan visual, tetapi juga kualitas ruang bagi pengguna bangunan.
Bukti Kompetensi Mahasiswa dalam Menjawab Kebutuhan Nyata Masyarakat
Pelaksanaan Ujian Akhir Sarjana menjadi momentum penting yang menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan berbagai aspek keilmuan ke dalam sebuah karya perancangan yang komprehensif.
Melalui proyek ini, Rahmatullah berhasil menunjukkan penguasaan terhadap aspek fungsi bangunan, estetika desain, teknologi konstruksi, prinsip keberlanjutan, hingga pemahaman terhadap konteks budaya lokal.
Karya tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa arsitektur tidak hanya belajar merancang bangunan, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan solusi yang relevan terhadap kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
Lima Fakta Menarik Karya Tugas Akhir Rahmatullah
1. Mengangkat Isu Strategis Pengembangan UMKM
Rancangan difokuskan pada kebutuhan nyata Kabupaten Wajo dalam memperkuat pelayanan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.
2. Mengusung Konsep Neo Vernakular
Bangunan dirancang dengan mengadaptasi unsur-unsur arsitektur tradisional Bugis Wajo ke dalam desain modern.
3. Berpotensi Menjadi Landmark Baru
Selain berfungsi sebagai pusat layanan usaha, desain ini juga berpotensi menjadi ikon arsitektur daerah yang merepresentasikan identitas budaya lokal.
4. Mengedepankan Prinsip Arsitektur Berkelanjutan
Optimalisasi pencahayaan alami, penghawaan, dan efisiensi ruang menjadi bagian penting dari konsep desain.
5. Menjadi Bukti Kualitas Pendidikan Arsitektur UNISAN Sidrap
Karya ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan solusi desain yang inovatif, kontekstual, dan aplikatif.
Dari Tugas Akhir Menjadi Inspirasi Pembangunan Masa Depan
Di tengah arus modernisasi yang semakin cepat, karya Rahmatullah menghadirkan pesan penting bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang gedung yang megah dan teknologi yang canggih.
Pembangunan yang berkualitas adalah pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga identitas budaya yang menjadi jati diri daerah.
Melalui rancangan Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) berkonsep Neo Vernakular ini, lahir sebuah gagasan yang memperlihatkan bagaimana arsitektur dapat menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan.
Dari ruang ujian akademik di UNISAN Sidrap, sebuah ide besar lahir untuk Kabupaten Wajo—sebuah pusat layanan ekonomi modern yang tidak melupakan akar budayanya.
Karya ini menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memiliki potensi memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah, penguatan UMKM, dan pelestarian warisan budaya bangsa.














.jpeg)

