![]() |
| Kalosi Alau dan Kadidi Wakili Sidrap di Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Sulsel 2026, Bukti Nyata Transformasi Pembangunan Daerah |
SIDRAP, NarasiRakyat.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam membangun desa dan kelurahan yang maju, mandiri, bersih, serta berdaya saing kembali mendapat panggung di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Desa Kalosi Alau, Kecamatan Dua Pitue, dan Kelurahan Kadidi, Kecamatan Panca Rijang, resmi mengikuti verifikasi lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026, Kamis (23/7/2026).
Verifikasi lapangan dilakukan oleh Tim Penilai Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulsel, Muhammad Saleh, bersama jajaran. Penilaian difokuskan pada berbagai indikator strategis, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, inovasi desa dan kelurahan, hingga keberlanjutan pembangunan.
Keikutsertaan Kalosi Alau dan Kadidi bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan menjadi cerminan transformasi pembangunan yang tengah berlangsung di Kabupaten Sidrap melalui penguatan pelayanan publik, penataan lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan budaya gotong royong.
Verifikasi Lapangan Jadi Penentu Menuju Tingkat Regional
Kepala Dinas PMD Sulsel, Muhammad Saleh, menjelaskan bahwa verifikasi lapangan merupakan tahapan penting dalam menentukan desa dan kelurahan terbaik di Sulawesi Selatan.
"Hari ini kami bersama tim melakukan penilaian lomba desa dan kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Ini merupakan hari ketiga setelah sebelumnya melakukan penilaian di Kabupaten Soppeng," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa lomba tersebut menjadi instrumen untuk mengukur tingkat kemajuan desa berdasarkan indikator nasional. Hasil penilaian nantinya akan menentukan wakil Sulawesi Selatan yang akan berlaga pada Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Regional Sulawesi dan Kalimantan.
Menurutnya, desa dan kelurahan yang berhasil menjadi juara regional akan memperoleh penghargaan langsung dari Menteri Dalam Negeri, sehingga kompetisi ini memiliki nilai strategis dalam mendorong percepatan pembangunan desa.
Bupati: Prestasi Ini Lahir dari Budaya, Bukan Persiapan Sesaat
Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa keberhasilan Kalosi Alau dan Kadidi mencapai tahap verifikasi provinsi bukanlah hasil persiapan mendadak menjelang lomba.
Menurutnya, berbagai indikator yang dinilai merupakan buah dari pembangunan yang dijalankan secara konsisten selama kurang lebih satu tahun enam bulan melalui program Sidrap Bersih, Sidrap Bercahaya, dan Sidrap Berkah.
"Persiapannya bukan karena mau lomba. Ini sudah menjadi budaya masyarakat. Pelayanan publik terus ditingkatkan, kebersihan lingkungan dijaga, pertanian berkembang, ekonomi masyarakat tumbuh, sehingga memang layak dinilai," tegas Syaharuddin.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa pembangunan desa di Sidrap telah bertransformasi menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, aparat desa, dan masyarakat.
Desa Maju, Ekonomi Tumbuh, Pelayanan Semakin Berkualitas
Transformasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidrap tidak hanya terlihat dari penataan lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Bupati Syaharuddin mengungkapkan bahwa perubahan nyata kini dirasakan hampir di seluruh wilayah.
"Dulu banyak wilayah yang gelap dan kurang tertata, sekarang sudah bersih dan terang. Aktivitas ekonomi masyarakat juga semakin hidup. Kalau dulu warung kopi hanya ada di ibu kota kabupaten, sekarang di desa-desa juga sudah banyak tempat usaha dan ruang berkumpul masyarakat," ungkapnya.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, peningkatan pelayanan publik, serta terciptanya ruang sosial yang lebih produktif.
Lomba Kabupaten Akan Digelar Mulai Tahun Depan
Sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas pembangunan desa, Pemerintah Kabupaten Sidrap berencana menyelenggarakan Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Kabupaten mulai tahun depan.
Ajang tersebut akan menjadi proses seleksi sekaligus pembinaan sebelum desa dan kelurahan terbaik mewakili Sidrap pada tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong seluruh desa dan kelurahan terus berinovasi, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah.
Optimistis Harumkan Nama Sidrap di Tingkat Provinsi
Dengan berbagai indikator pembangunan yang terus menunjukkan tren positif, Pemerintah Kabupaten Sidrap optimistis Desa Kalosi Alau dan Kelurahan Kadidi mampu meraih prestasi terbaik pada Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026.
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi pintu menuju kompetisi regional Sulawesi–Kalimantan sekaligus memperkuat citra Sidrap sebagai salah satu daerah dengan pembangunan desa yang progresif, inovatif, dan berkelanjutan.
Lima Fakta Menarik
1. Dua Wilayah Terbaik Wakili Sidrap
Desa Kalosi Alau dan Kelurahan Kadidi dipercaya menjadi representasi Kabupaten Sidrap pada Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Sulsel 2026.
2. Dinilai Langsung Tim Provinsi
Verifikasi lapangan dipimpin Kepala Dinas PMD Sulsel, Muhammad Saleh, bersama tim penilai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
3. Penilaian Menyeluruh
Aspek yang dinilai meliputi tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, inovasi, kebersihan lingkungan, hingga pembangunan ekonomi.
4. Program Sidrap Jadi Modal Utama
Keberhasilan Kalosi Alau dan Kadidi merupakan hasil implementasi program Sidrap Bersih, Sidrap Bercahaya, dan Sidrap Berkah yang dijalankan secara konsisten.
5. Berpeluang Melaju ke Tingkat Regional
Jika berhasil menjadi juara provinsi, wakil Sidrap akan membawa nama Sulawesi Selatan pada Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Regional Sulawesi–Kalimantan.
Keikutsertaan Desa Kalosi Alau dan Kelurahan Kadidi pada ajang Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 menjadi bukti bahwa pembangunan yang berkelanjutan lahir dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Prestasi bukanlah hasil kerja instan, melainkan buah dari komitmen, disiplin, inovasi, dan budaya gotong royong yang terus dipelihara. Ketika desa dan kelurahan tumbuh menjadi pusat pelayanan publik yang berkualitas, ekonomi masyarakat berkembang, serta lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata, maka kesejahteraan akan hadir sebagai hasil nyata dari pembangunan.
Semangat Kalosi Alau dan Kadidi membawa nama Sidrap di tingkat provinsi menjadi inspirasi bahwa desa bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan motor penggerak kemajuan daerah. Optimisme yang dibangun hari ini diharapkan menjadi awal lahirnya prestasi yang mengharumkan Kabupaten Sidenreng Rappang hingga tingkat regional bahkan nasional.















