![]() |
| Stadion Ganggawa Dipenuhi Belasan Ribu Jemaah, Warga Sidrap Bersatu dalam Salat Istisqa Memohon Turunnya Hujan |
SIDRAP – Lautan manusia memenuhi Stadion Ganggawa, Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (30/7/2026). Sejak pagi, belasan ribu warga dari berbagai kecamatan berdatangan untuk mengikuti Salat Istisqa, salat sunnah yang dilaksanakan sebagai ikhtiar bersama memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan di tengah musim kemarau yang masih melanda daerah tersebut.
Momentum religius ini menjadi salah satu gambaran kuat kebersamaan masyarakat Sidrap dalam menghadapi tantangan kekeringan yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih, irigasi pertanian, hingga aktivitas para petani. Tidak hanya menjadi agenda keagamaan, Salat Istisqa juga menjadi simbol persatuan, kepedulian, dan optimisme masyarakat dalam menghadapi ujian alam.
Pemerintah dan Masyarakat Bersatu Memohon Pertolongan Allah SWT
Pelaksanaan Salat Istisqa diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai bagian dari ikhtiar spiritual yang berjalan seiring dengan berbagai langkah teknis penanganan kekeringan.
Hadir mengikuti salat berjemaah Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan Sidrap Andi Rieskha Rahmat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga ribuan warga dari berbagai lapisan usia.
Kehadiran masyarakat yang begitu besar mencerminkan tingginya kesadaran kolektif bahwa menghadapi bencana kekeringan memerlukan ikhtiar yang menyeluruh, baik secara lahir maupun batin.
Khutbah Mengajak Muhasabah dan Memperbanyak Istigfar
Salat Istisqa dipimpin oleh Imam Besar Masjid Agung Sidrap, H. Irwan Ali, sementara khutbah disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidrap, K.H. Malik Tibe.
Dalam khutbahnya, K.H. Malik Tibe mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istigfar, memperkuat ketakwaan, memperbanyak amal saleh, serta menjadikan musim kemarau sebagai momentum introspeksi diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Menurutnya, setiap ujian yang diberikan Allah mengandung hikmah dan menjadi kesempatan bagi manusia untuk meningkatkan keimanan serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
Bupati: Ikhtiar Fisik Harus Disertai Ikhtiar Spiritual
Dalam kesempatan tersebut, Bupati H. Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidrap tidak hanya mengandalkan doa, tetapi juga terus melakukan berbagai langkah nyata untuk mengurangi dampak kekeringan.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus memperbaiki jaringan irigasi, mengoptimalkan distribusi air ke desa-desa, dusun, hingga petak-petak sawah, serta melakukan berbagai upaya agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.
"Ikhtiar kita sebagai manusia adalah memperbaiki jalur irigasi, mendistribusikan air secara merata, desa per desa, dusun per dusun, sampai petak per petak, diatur dengan baik. Apa pun upaya sebagai manusia, kita harus tetap berdoa, berikhtiar, dan bertawakal kepada Allah SWT," ujar Bupati.
Ia juga mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat yang hadir, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.
"Terima kasih kepada seluruh masyarakat. Saya senang, terharu, dan gembira melihat masyarakat berkumpul. Mari kita senantiasa berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT," tuturnya.
Ikhtiar yang Dimulai Sebelum Salat Istisqa
Sebelum pelaksanaan Salat Istisqa, Pemerintah Kabupaten Sidrap telah mengimbau masyarakat untuk memperbanyak berbagai amalan sebagai bagian dari ikhtiar spiritual.
Masyarakat diajak melaksanakan puasa sunnah, memperbanyak istigfar, zikir, doa, serta meningkatkan sedekah sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah kondisi kemarau.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya dilakukan melalui kebijakan teknis, tetapi juga dengan memperkuat nilai-nilai religius dan kebersamaan masyarakat.
Lima Fakta Menarik
1. Belasan Ribu Warga Padati Stadion Ganggawa
Salat Istisqa diikuti jamaah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sidrap sebagai bentuk ikhtiar bersama memohon turunnya hujan.
2. Bupati dan Wakil Bupati Turut Salat Bersama Masyarakat
Bupati Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah hadir bersama Forkopimda, OPD, tokoh agama, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut.
3. Khutbah Sarat Pesan Muhasabah
Ketua MUI Sidrap mengajak masyarakat memperbanyak istigfar, taubat, dan meningkatkan ketakwaan sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi ujian musim kemarau.
4. Doa Berjalan Bersama Langkah Nyata Pemerintah
Selain menggelar Salat Istisqa, Pemkab Sidrap terus memperbaiki irigasi, mengoptimalkan distribusi air, dan membantu kebutuhan petani di wilayah terdampak kekeringan.
5. Semangat Kebersamaan Jadi Kekuatan Sidrap
Kehadiran ribuan warga dari berbagai usia menunjukkan kuatnya persatuan dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi tantangan alam secara bersama-sama.
Musim kemarau mengajarkan bahwa manusia memiliki keterbatasan, tetapi juga memiliki kekuatan ketika bersatu dalam doa, ikhtiar, dan kepedulian. Salat Istisqa di Stadion Ganggawa bukan sekadar permohonan turunnya hujan, melainkan cerminan keimanan, kebersamaan, dan harapan masyarakat Sidrap. Dengan menggabungkan usaha nyata melalui pembangunan irigasi dan pengelolaan sumber daya air serta ikhtiar spiritual melalui doa dan istigfar, Sidrap menunjukkan bahwa menghadapi setiap ujian memerlukan sinergi antara kerja keras, kebersamaan, dan tawakal kepada Allah SWT.















