![]() |
| ITKES Muhammadiyah Sidrap Kukuhkan 967 Calon Tenaga Profesional Kesehatan |
SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Auditorium Iqra Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Muhammadiyah Sidrap menjadi saksi berakhirnya satu fase penting perjalanan akademik 967 mahasiswa.
Melalui Upacara Yudisium ke-23, ratusan mahasiswa dari tiga fakultas resmi menyelesaikan tahapan akademiknya dan bersiap memasuki babak baru sebagai tenaga profesional di bidang kesehatan maupun administrasi kesehatan.
Yudisium tersebut digelar dalam dua sesi, pagi dan sore hari. Bagi para peserta, momentum ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan titik peralihan dari dunia pendidikan menuju dunia profesi dan pengabdian kepada masyarakat.
Di balik toga dan prosesi pengukuhan, terdapat perjalanan panjang berupa proses pembelajaran, praktik, tugas akademik, hingga persiapan menghadapi tantangan dunia kerja.
FKK Jadi Penyumbang Lulusan Terbanyak
Dari total 967 peserta yudisium, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 790 alumni.
Rinciannya terdiri atas:
- 216 lulusan Profesi Bidan
- 113 lulusan Profesi Ners
- 353 lulusan Sarjana Kebidanan
- 108 lulusan Sarjana Keperawatan
Jumlah tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi FKK dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang keperawatan dan kebidanan.
Sementara itu, Fakultas Farmasi (FF) meluluskan 78 alumni, terdiri atas 14 lulusan Diploma III Farmasi dan 64 lulusan Sarjana Farmasi.
Adapun Fakultas Teknologi dan Sains Kesehatan (FKTS) meluluskan 99 alumni, yang terdiri atas 6 lulusan Diploma III Kesehatan Gigi, 69 lulusan Sarjana Terapan Terapi Gigi, serta 24 lulusan Sarjana Administrasi Kesehatan.
Angka tersebut menunjukkan beragamnya bidang kompetensi yang dikembangkan ITKES Muhammadiyah Sidrap.
Bukan Hanya Yudisium, Ada Sumpah Profesi
Hal penting lainnya dalam rangkaian Yudisium ke-23 adalah pengambilan sumpah profesi dan vokasi bagi lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan sesuai bidangnya.
Prosesi sumpah menjadi bagian penting sebelum para lulusan menjalankan tanggung jawab profesional.
Sumpah tersebut bukan hanya berkaitan dengan formalitas, tetapi juga mengandung komitmen moral untuk menjalankan profesi dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Pengambilan sumpah melibatkan pimpinan organisasi profesi, di antaranya Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sulawesi Selatan, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulawesi Selatan, Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI) Sulawesi Selatan, serta Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Sulawesi Selatan.
Kehadiran organisasi profesi memberikan penguatan bahwa lulusan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memahami etika dan tanggung jawab profesi.
Nilai Moral Menjadi Bagian dari Prosesi
Prosesi yudisium dan pengambilan sumpah juga dihadiri pemuka agama dari Islam, Kristen, dan Hindu.
Kehadiran lintas agama tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap keberagaman keyakinan para lulusan sekaligus memperkuat pesan bahwa profesi kesehatan membutuhkan nilai moral dan kemanusiaan.
Dalam pelayanan kesehatan, kemampuan teknis memang penting. Namun, kemampuan tersebut perlu berjalan bersama sikap empati, integritas, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap setiap manusia yang dilayani.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan para lulusan ketika nantinya berhadapan langsung dengan masyarakat.
Pesan Rektor: Yudisium Bukan Akhir
Rektor ITKES Muhammadiyah Sidrap, Dr. Muhammad Tahir Saenong, S.K.M., M.Kes., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium.
Ia mengingatkan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan.
Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar ketika para lulusan memasuki dunia kerja dan pengabdian.
“Yudisium menandai selesainya proses akademik, tetapi juga menandai dimulainya babak baru saat para lulusan memasuki dunia kerja. Pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh di ITKES Muhammadiyah Sidrap harus menjadi fondasi untuk berkontribusi kepada masyarakat,” ujar Rektor.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa gelar akademik bukan tujuan akhir.
Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan akan menghadapi lingkungan profesional yang menuntut kemampuan beradaptasi, bekerja secara kolaboratif, menjaga etika, serta terus memperbarui pengetahuan.
Tantangan Dunia Kesehatan Terus Berkembang
Dunia kesehatan mengalami perubahan yang cepat seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Karena itu, tenaga kesehatan maupun tenaga administrasi kesehatan dituntut untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal.
Para lulusan ITKES Muhammadiyah Sidrap diharapkan mampu merespons perkembangan tersebut dengan kompetensi yang dimiliki.
Kemampuan beradaptasi menjadi penting karena kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat juga terus berkembang.
Di sinilah pengalaman akademik yang diperoleh selama menempuh pendidikan menjadi fondasi awal untuk terus mengembangkan profesionalisme.
967 Alumni, Energi Baru untuk Masyarakat
Lahirnya 967 alumni baru menjadi tambahan sumber daya manusia yang diharapkan dapat mengambil bagian dalam pembangunan sektor kesehatan.
Para lulusan memiliki latar belakang kompetensi yang beragam, mulai dari kebidanan, keperawatan, farmasi, terapi gigi, kesehatan gigi, hingga administrasi kesehatan.
Mereka berpotensi mengisi kebutuhan tenaga profesional di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, instansi pemerintah, organisasi, maupun dunia usaha sesuai kompetensi dan ketentuan profesinya.
Dengan bekal pendidikan dan sumpah profesi bagi lulusan yang bersangkutan, mereka diharapkan mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama berada di lingkungan akademik ke tengah masyarakat.
Menunggu Momentum Wisuda
Yudisium menjadi penanda selesainya proses akademik bagi para peserta.
Namun, perjalanan mereka belum sepenuhnya selesai. Para lulusan masih akan memasuki momentum wisuda yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Desember 2026.
Wisuda nantinya akan menjadi seremoni yang mempertemukan para lulusan, keluarga, sivitas akademika, dan berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.
Bagi keluarga, pencapaian tersebut menjadi buah dari perjuangan panjang. Bagi kampus, 967 lulusan menjadi bagian dari kontribusi institusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lima Fakta Menarik
- 967 peserta mengikuti Yudisium ke-23 ITKES Muhammadiyah Sidrap dari tiga fakultas.
- FKK menjadi fakultas dengan jumlah lulusan terbanyak, yakni 790 alumni.
- Fakultas Farmasi meluluskan 78 alumni, sementara FKTS meluluskan 99 alumni.
- Yudisium dirangkaikan dengan pengambilan sumpah profesi dan vokasi yang melibatkan organisasi profesi IBI, PPNI, PTGMI, dan PAFI Sulawesi Selatan.
- Wisuda ITKES Muhammadiyah Sidrap dijadwalkan pada 19 Desember 2026, setelah rangkaian akademik para peserta yudisium selesai.
967 nama yang hadir dalam Yudisium ke-23 bukan sekadar angka.
Di baliknya ada 967 perjalanan, 967 perjuangan, dan 967 harapan untuk memberikan sesuatu yang berarti bagi masyarakat.
Hari ini mereka menutup satu bab pendidikan. Setelah ini, mereka akan menghadapi dunia yang menuntut bukan hanya kecerdasan, tetapi juga kejujuran, kompetensi, empati, dan tanggung jawab.
Sebab, di bidang kesehatan, satu tindakan profesional dapat menyentuh kehidupan manusia.
Gelar membuka pintu, kompetensi menunjukkan kemampuan, tetapi integritaslah yang menentukan seberapa besar seseorang mampu memberi manfaat.
Dari ITKES Muhammadiyah Sidrap, 967 lulusan melangkah membawa ilmu. Semoga ilmu tersebut tumbuh menjadi pengabdian dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.















