![]() |
| IAI DDI Sidrap Perkuat Tata Kelola Data Kampus Makin Akuntabel melalui SISTER dan BKD-Sister |
SIDENRENG RAPPANG, NARASIRAKYAT.ID — Transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola institusi yang efektif, transparan, dan terukur.
Semangat tersebut menjadi perhatian Institut Agama Islam (IAI) DDI Sidenreng Rappang melalui kegiatan Desiminasi Pemanfaatan Aplikasi SISTER yang mengusung tema “Mewujudkan Pengelolaan Data yang Akuntabel, Efektif, dan Terintegrasi melalui BKD-Sister.”
Kegiatan berlangsung di Auditorium AGH. Abd. Rahman Ahmad, Sidenreng Rappang, Selasa (4/8/2026), mulai pukul 14.00 WITA hingga selesai.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk memahami sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sistem digital dalam mendukung pengelolaan data dan administrasi perguruan tinggi.
Rektor IAI DDI Sidrap Buka Kegiatan
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor IAI DDI Sidenreng Rappang, Dr. H. Mansur, M.Ag.
Kehadiran pimpinan perguruan tinggi dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan tata kelola berbasis data menjadi bagian penting dalam pengembangan institusi.
Dalam perkembangan perguruan tinggi saat ini, data tidak hanya berfungsi sebagai arsip administrasi. Data yang dikelola dengan baik dapat menjadi dasar dalam proses perencanaan, evaluasi, pelaporan, hingga peningkatan mutu institusi.
Karena itu, pemanfaatan aplikasi SISTER dan BKD-Sister diarahkan agar tidak dipahami hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai instrumen yang membantu menciptakan pengelolaan perguruan tinggi yang lebih tertib dan terintegrasi.
Hadirkan Narasumber dari Lingkungan Kampus
Untuk memberikan pemahaman teknis dan praktis, kegiatan menghadirkan dua narasumber yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengelolaan administrasi dan sistem informasi kampus.
Keduanya yakni Samsuddin Ahmad, S.Pd.I., M.A., Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, serta Handry Hamsuri, S.Pd., dari Sub Bagian Data dan Sistem Informasi.
Kehadiran kedua narasumber memberikan perspektif dari sisi administrasi akademik sekaligus pengelolaan data dan sistem informasi.
Melalui sesi diseminasi tersebut, sivitas akademika didorong untuk memahami pemanfaatan SISTER dan BKD-Sister secara lebih optimal, sehingga proses pengelolaan data dapat dilakukan secara lebih sistematis.
Kegiatan dipandu oleh Munadirah M. Ahdad, S.Pd., M.Pd., Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), yang bertindak sebagai moderator.
Data Akurat, Tata Kelola Lebih Kuat
Salah satu pesan penting dari kegiatan tersebut adalah bagaimana teknologi dapat membantu perguruan tinggi membangun sistem pengelolaan data yang lebih akuntabel.
Ketika data akademik dan administrasi dikelola secara terintegrasi, proses pencatatan dan pelaporan dapat menjadi lebih terarah. Hal ini juga dapat membantu institusi dalam melakukan evaluasi terhadap berbagai aktivitas akademik dan kelembagaan.
Dalam konteks penjaminan mutu, ketersediaan data yang tertata menjadi bagian penting untuk mendukung proses pengambilan keputusan.
Karena itu, penguasaan terhadap aplikasi SISTER dan BKD-Sister menjadi keterampilan yang semakin relevan bagi sivitas akademika.
Digitalisasi pada akhirnya bukan hanya persoalan penggunaan aplikasi. Lebih jauh, digitalisasi menyangkut perubahan cara kerja menuju sistem yang lebih efektif, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penguatan Budaya Digital di Perguruan Tinggi
Kegiatan diseminasi tersebut juga dapat dilihat sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja berbasis data di lingkungan IAI DDI Sidenreng Rappang.
Budaya tersebut membutuhkan pemahaman bersama. Bukan hanya tenaga administrasi atau pengelola sistem informasi, tetapi juga sivitas akademika perlu memahami pentingnya ketepatan dan keterbaruan data.
Dengan pemanfaatan teknologi secara maksimal, pekerjaan administrasi diharapkan dapat menjadi lebih efisien. Pada saat yang sama, institusi memiliki basis data yang lebih tertata untuk mendukung berbagai kebutuhan akademik dan kelembagaan.
Di sinilah pengalaman praktis dari para pengelola administrasi dan sistem informasi menjadi penting. Pengetahuan teknis perlu berjalan beriringan dengan kesadaran bahwa setiap data yang dimasukkan memiliki fungsi dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi.
Dari Diseminasi Menuju Implementasi
Kegiatan pada 4 Agustus 2026 tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi.
Lebih jauh, diseminasi diharapkan menjadi momentum untuk mendorong sivitas akademika IAI DDI Sidenreng Rappang agar semakin terbiasa memanfaatkan sistem digital dalam aktivitas kelembagaan.
Implementasi yang konsisten akan menjadi faktor penting agar tujuan pengelolaan data yang akuntabel, efektif, dan terintegrasi dapat benar-benar dirasakan dalam aktivitas kampus.
Bagi institusi pendidikan tinggi, sistem yang baik membutuhkan tiga hal yang berjalan bersama: teknologi yang tepat, sumber daya manusia yang memahami penggunaannya, dan komitmen untuk menjaga kualitas data.
IAI DDI Sidenreng Rappang melalui kegiatan tersebut menunjukkan perhatian terhadap ketiga aspek tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perguruan tinggi di era digital.
Lima Fakta Menarik
- IAI DDI Sidenreng Rappang menggelar Diseminasi Pemanfaatan Aplikasi SISTER pada 4 Agustus 2026.
- Kegiatan mengangkat tema pengelolaan data yang akuntabel, efektif, dan terintegrasi melalui BKD-Sister.
- Rektor IAI DDI Sidenreng Rappang Dr. H. Mansur, M.Ag. membuka kegiatan secara resmi.
- Materi disampaikan oleh Samsuddin Ahmad, S.Pd.I., M.A. dan Handry Hamsuri, S.Pd., yang berkaitan dengan administrasi akademik serta data dan sistem informasi.
- Kegiatan dimoderatori Munadirah M. Ahdad, S.Pd., M.Pd., Kepala LPM, sebagai bagian dari penguatan pemahaman sivitas akademika terhadap tata kelola berbasis data.
Di tengah perubahan teknologi yang bergerak cepat, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan zaman, tetapi juga membangun tata kelola institusi yang mampu mengikuti perkembangan tersebut.
SISTER dan BKD-Sister hanyalah instrumen. Nilai sebenarnya terletak pada bagaimana teknologi digunakan untuk membangun budaya kerja yang tertib, data yang dapat dipercaya, dan keputusan yang lebih baik.
Dari data yang akurat, lahir tata kelola yang kuat. Dari tata kelola yang kuat, tumbuh perguruan tinggi yang semakin dipercaya.















