![]() |
| Bupati Sidrap Puji Ustaz Azhar Burhanuddin, Sosok Ulama Muda yang Lanjutkan Jejak Dakwah Sang Ayah |
SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Sebuah forum bincang-bincang terkadang tidak hanya menghadirkan percakapan. Di dalamnya, bisa terselip kisah tentang perjuangan, keteladanan, keluarga, dan orang-orang yang selama bertahun-tahun memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Suasana itulah yang terasa dalam kegiatan “Bincang Santai Orang Sidrap”, ketika Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) H. Syaharuddin Alrif memberikan apresiasi kepada salah satu sosok yang hadir dalam kegiatan tersebut, Ustaz Dr. H. Azhar Burhanuddin.
Ustaz Azhar diketahui tampil sebagai moderator dalam kegiatan tersebut. Namun, apresiasi yang disampaikan Bupati tidak berhenti pada perannya sebagai pemandu acara.
Di hadapan peserta, Syaharuddin Alrif turut menyoroti kiprah Ustaz Azhar sebagai ulama muda sekaligus aktivis, termasuk aktivitasnya dalam mengelola perjalanan ibadah umrah dan haji.
Bagi Bupati, kiprah tersebut menjadi bagian dari kontribusi yang memiliki nilai sosial dan keagamaan bagi masyarakat.
Dari Forum Santai, Muncul Kisah Keteladanan
“Bincang Santai Orang Sidrap” menjadi ruang pertemuan berbagai gagasan dan pengalaman.
Dalam suasana yang lebih cair, sosok-sosok yang hadir tidak hanya berbicara mengenai aktivitas sehari-hari, tetapi juga membicarakan perjalanan hidup dan kontribusi yang telah diberikan kepada masyarakat.
Di tengah percakapan tersebut, nama almarhum Ustaz Burhanuddin turut dikenang.
Almarhum dikenal sebagai salah satu tokoh agama yang memiliki perhatian terhadap kehidupan keagamaan masyarakat, termasuk keterlibatannya dalam menginisiasi pembangunan masjid di wilayah Baranti.
Kenangan tersebut memberikan dimensi tersendiri dalam perbincangan.
Sebab, apa yang dilakukan seseorang selama hidupnya sering kali meninggalkan jejak yang tidak berhenti ketika orang tersebut telah tiada.
Jejak itu dapat diteruskan melalui keluarga, murid, maupun masyarakat yang pernah merasakan manfaat dari perjuangannya.
Jejak Dakwah yang Terus Berlanjut
Dalam konteks itulah sosok Ustaz Dr. H. Azhar Burhanuddin menjadi menarik untuk diperbincangkan.
Sebagai ulama muda sekaligus aktivis, ia disebut melanjutkan berbagai semangat pengabdian yang tumbuh dari lingkungan keluarganya.
Selain aktivitas dakwah dan sosial, ia juga mengelola layanan perjalanan ibadah umrah dan haji.
Aktivitas tersebut menempatkan dirinya bersentuhan langsung dengan masyarakat yang memiliki keinginan untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Bukan sekadar urusan perjalanan, layanan haji dan umrah juga menuntut tanggung jawab, kepercayaan, pelayanan, serta pendampingan kepada jamaah.
Karena itu, apresiasi yang disampaikan Bupati Sidrap memiliki makna tersendiri.
PT Almarhamaah Cahaya Utama
Dalam perjalanan aktivitasnya, Ayahanda Alm. Ustaz H. Burhanuddin juga disebut sebagai inisiator PT Almarhamaah Cahaya Utama.
Kehadiran lembaga tersebut menjadi bagian dari aktivitas yang dikaitkan dengan pelayanan perjalanan ibadah sekaligus aktivitas sosial dan keagamaan.
Di tengah masyarakat, usaha yang berkaitan dengan perjalanan ibadah memiliki karakter yang berbeda dibandingkan bisnis perjalanan pada umumnya.
Kepercayaan jamaah menjadi modal utama.
Pelayanan harus berjalan dengan baik, komunikasi harus terbuka, dan setiap proses harus dilakukan secara profesional.
Karena itu, profesionalitas dan integritas menjadi dua hal penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Bupati Mengapresiasi Kiprah Anak Muda
Apresiasi H. Syaharuddin Alrif juga memperlihatkan perhatian terhadap peran generasi muda dalam kehidupan sosial dan keagamaan di Sidrap.
Ulama muda dan aktivis memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi dengan masyarakat, terutama generasi muda.
Mereka berada di antara tradisi dan perubahan zaman.
Di satu sisi, nilai-nilai agama dan keteladanan perlu dipertahankan. Di sisi lain, pendekatan komunikasi harus mampu mengikuti perkembangan masyarakat yang semakin dinamis.
Sosok seperti Ustaz Azhar memiliki ruang untuk memainkan peran tersebut melalui aktivitas dakwah, sosial, pendidikan, maupun pelayanan kepada masyarakat.
Mengenang Sang Tokoh Agama
Ada bagian lain yang membuat percakapan tersebut terasa lebih personal.
Yakni ketika sosok almarhum Ustaz Burhanuddin kembali dikenang.
Kisah tentang seorang tokoh agama yang pernah menginisiasi pembangunan masjid di Baranti menjadi pengingat bahwa kontribusi seseorang tidak selalu diukur dari besarnya sesuatu yang terlihat.
Kadang, sebuah masjid yang berdiri dan digunakan masyarakat selama bertahun-tahun menjadi bentuk warisan yang jauh lebih panjang daripada usia manusia yang menginisiasinya.
Masjid bukan hanya bangunan.
Ia menjadi tempat ibadah, tempat belajar, ruang silaturahmi, dan bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Karena itu, mengenang orang yang ikut menginisiasi pembangunannya berarti juga mengenang sebuah pengabdian.
Lima Fakta Menarik dari Bincang Santai Orang Sidrap
1. Ustaz Azhar hadir sebagai moderator
Dalam kegiatan “Bincang Santai Orang Sidrap”, Ustaz Dr. H. Azhar Burhanuddin dipercaya menjadi moderator.
2. Bupati Sidrap memberikan apresiasi
H. Syaharuddin Alrif secara khusus mengapresiasi kiprah Ustaz Azhar sebagai ulama muda sekaligus aktivis.
3. Kiprah di bidang haji dan umrah turut disoroti
Bupati juga mengapresiasi aktivitas Ustaz Azhar dalam mengelola perjalanan ibadah haji dan umrah.
4. Almarhum Ustaz Burhanuddin kembali dikenang
Dalam forum tersebut, sosok almarhum Ustaz Burhanuddin dikenang sebagai tokoh agama yang memiliki kontribusi bagi masyarakat.
5. Ada jejak pembangunan masjid di Baranti
Almarhum disebut turut menginisiasi pembangunan masjid di wilayah Baranti, meninggalkan jejak pengabdian yang terus dirasakan masyarakat.
Ketika Sebuah Nama Menjadi Warisan
Bincang Santai Orang Sidrap pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang berbicara dan siapa yang menjadi moderator.
Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang untuk mengingat bahwa perjalanan sebuah daerah selalu dibentuk oleh banyak orang.
Ada pemimpin yang bekerja melalui kebijakan.
Ada ulama yang bekerja melalui dakwah.
Ada aktivis yang bergerak melalui kegiatan sosial.
Dan ada tokoh agama yang meninggalkan warisan melalui pengabdian yang terus digunakan masyarakat.
Kisah Ustaz Dr. H. Azhar Burhanuddin dan almarhum Ustaz Burhanuddin menjadi salah satu gambaran bahwa nilai pengabdian dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Bagi Sidrap, keberadaan generasi muda yang aktif di bidang keagamaan dan sosial merupakan modal penting untuk menjaga kehidupan masyarakat tetap berakar pada nilai-nilai kebersamaan.
Sebab pada akhirnya, manusia boleh pergi, tetapi kebaikan yang ditanam dengan tulus dapat terus tumbuh—di masjid, di tengah masyarakat, dalam ingatan orang-orang, dan melalui generasi yang memilih untuk melanjutkan perjuangan.















