-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Aksi Bersih Pantai dan Penanaman Mangrove di Selayar, KKN 79 UIN Alauddin Makassar Bersihkan Pantai Padang-Padang serta Tanam 1.000 Mangrove

    Satry Polang
    Sabtu, 05 September 2026, September 05, 2026 WIB Last Updated 2026-09-05T16:39:39Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Aksi Bersih Pantai dan Penanaman Mangrove di Selayar, KKN 79 UIN Alauddin Makassar Bersihkan Pantai Padang-Padang serta Tanam 1.000 Mangrove


    SELAYAR, NARASIRAKYAT.ID — Pengabdian mahasiswa kepada masyarakat tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang pertemuan. Di pesisir Pantai Padang-Padang, Desa Laiyolo Baru, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 79 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menunjukkan bahwa pengabdian juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata menjaga lingkungan.

    Mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar Posko 3 Desa Laiyolo Baru menggelar Aksi Bersih Pantai dan Penanaman Mangrove, Sabtu (5/9/2026).


    Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WITA itu menjadi program kerja utama mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Desa Laiyolo Baru.


    Bukan hanya mahasiswa yang terlibat. Sekitar 60 peserta dari berbagai unsur turun langsung ke kawasan pesisir. Mereka berasal dari UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Selayar, Pemerintah Kecamatan Bontosikuyu, Pemerintah Desa Laiyolo Baru, Kelompok Tani Hutan (KTH) Padang Oge, Babinsa, PKK, Karang Taruna, pelajar, hingga masyarakat setempat.


    Kolaborasi tersebut membuat kegiatan tidak berhenti sebagai agenda mahasiswa KKN, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga lingkungan pesisir.


    15 Kantong Sampah Berhasil Dikumpulkan

    Kegiatan diawali dengan membersihkan kawasan Pantai Padang-Padang dari berbagai jenis sampah.

    Mahasiswa bersama masyarakat dan unsur lainnya menyisir kawasan pantai, mengumpulkan sampah yang ditemukan di sepanjang area pesisir.


    Hasilnya, sebanyak 15 kantong sampah berukuran jumbo berhasil dikumpulkan. Seluruh kantong tersebut terisi penuh.

    Angka tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, di balik 15 kantong sampah itu terdapat pesan penting: lingkungan yang bersih membutuhkan kepedulian dan keterlibatan banyak orang.


    Aksi tersebut sekaligus menjadi pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk memahami bahwa persoalan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat.


    Tanam hingga 1.000 Mangrove

    Setelah kawasan pantai dibersihkan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove.

    Sebanyak 500 hingga 1.000 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Pantai Padang-Padang.


    Penanaman mangrove menjadi bagian penting dari kegiatan karena keberadaan ekosistem tersebut memiliki nilai strategis bagi kawasan pesisir.


    Bagi mahasiswa KKN, penanaman mangrove bukan sekadar aktivitas simbolis. Kegiatan itu menjadi langkah konkret untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga vegetasi pesisir agar tetap lestari.


    Lebih dari itu, bibit yang ditanam hari ini diharapkan dapat tumbuh menjadi bagian dari ekosistem pesisir yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.


    Camat Bontosikuyu Apresiasi Gerakan Mahasiswa

    Camat Bontosikuyu, Nur Hakim Hasal, menyampaikan apresiasi terhadap program kerja utama yang dilaksanakan mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar tersebut.


    Menurutnya, kegiatan bersih pantai dan penanaman mangrove merupakan kegiatan positif yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

    “Saya mengapresiasi mahasiswa KKN dari UIN Alauddin Makassar karena telah melaksanakan program kerja pembersihan pantai dan penanaman mangrove. Saya juga berharap kegiatan ini bisa terus berlangsung,” ujarnya.


    Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan mahasiswa mendapatkan respons positif dari pemerintah wilayah.

    Keterlibatan pemerintah, pelajar, organisasi kepemudaan, kelompok masyarakat, serta warga juga menjadi modal penting agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti ketika masa KKN berakhir.


    Dari KKN Menjadi Gerakan Bersama

    Program kerja KKN pada dasarnya merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di tengah masyarakat.

    Namun, kegiatan di Pantai Padang-Padang memperlihatkan sisi lain dari pengabdian tersebut.


    Mahasiswa tidak hanya datang untuk menjalankan program, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat, melihat kondisi lingkungan, mengajak berbagai unsur untuk terlibat, kemudian melakukan aksi bersama.


    Mahasiswa KKN Posko 3 yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Rida Meilani Tri, Satriani, Nur Sisi, Nur Annisa Rahman, Achsan Fahma Yusuf, Nurmegahasani, M. Fadel Baharuddin, GufriansyahSyani, Andara Dwi Sakirah, dan Nurpurnama Ramadhani.

    Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata selama berada di Desa Laiyolo Baru.


    Di sisi lain, kolaborasi dengan UPT KPH Selayar, pemerintah kecamatan dan desa, KTH Padang Oge, Babinsa, PKK, Karang Taruna, PMR, Drumband UPT SMAN 3 Kabupaten Kepulauan Selayar, serta masyarakat memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan dapat dikerjakan secara bersama-sama.


    Edukasi Lingkungan yang Berawal dari Aksi

    Ada pelajaran sederhana yang dapat dipetik dari kegiatan tersebut.

    Menjaga lingkungan tidak harus selalu dimulai dari program besar. Membersihkan sampah di pantai, menanam satu bibit mangrove, kemudian mengajak orang lain melakukan hal yang sama merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan siapa saja.


    Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman nyata menerapkan ilmu dan nilai pengabdian di tengah masyarakat.

    Sementara bagi masyarakat, aksi tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa keberlanjutan kawasan pesisir membutuhkan perhatian secara terus-menerus.


    Karena itu, mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar Posko 3 berharap semangat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat terus dilanjutkan setelah program KKN selesai.

    Pantai yang bersih dan mangrove yang tumbuh mungkin tidak memberikan hasil dalam satu malam. Tetapi, dari sanalah sebuah perubahan jangka panjang bisa dimulai.


    Lima Fakta Menarik

    1. Sekitar 60 orang terlibat dalam Aksi Bersih Pantai dan Penanaman Mangrove di Pantai Padang-Padang.
    2. 15 kantong sampah jumbo berhasil dikumpulkan dan seluruhnya terisi penuh.
    3. 500–1.000 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Pantai Padang-Padang.
    4. Kegiatan melibatkan mahasiswa, pemerintah, kelompok masyarakat, pelajar, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat desa.
    5. Aksi lingkungan tersebut merupakan program kerja utama KKN Reguler Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar Posko 3 Desa Laiyolo Baru.


    KKN bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja, tetapi tentang meninggalkan sesuatu yang bermanfaat.

    Hari ini mungkin yang terlihat hanya pantai yang lebih bersih dan bibit-bibit mangrove yang baru ditanam. Namun, beberapa tahun mendatang, bibit-bibit itu bisa menjadi bagian dari benteng alami pesisir dan warisan lingkungan bagi generasi berikutnya.


    Satu kantong sampah yang diangkat adalah satu langkah menjaga kebersihan. Satu bibit mangrove yang ditanam adalah satu harapan untuk masa depan. Ketika kepedulian dilakukan bersama, pengabdian tidak berhenti pada selesainya KKN, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan masyarakat.

    Komentar

    Tampilkan