-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    “Koboy dari Timur” Turun ke Bila Riase, Andi Tenri Sangka Tampung Aspirasi Petani hingga UMKM

    Satry Polang
    Rabu, 30 September 2026, September 30, 2026 WIB Last Updated 2026-09-30T09:50:00Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    “Koboy dari Timur” Turun ke Bila Riase, Andi Tenri Sangka Tampung Aspirasi Petani hingga UMKM


    SIDRAP, NarasiRakyat.id — Di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), suara masyarakat disampaikan dari dekat. Tidak hanya berbicara tentang sawah dan hasil panen, warga juga menyuarakan kebutuhan jalan, irigasi, pendampingan pertanian, pengembangan usaha rumahan hingga pemberdayaan perempuan.

    Berbagai aspirasi tersebut diterima Andi Tenri Sangka, S.E., anggota DPRD Kabupaten Sidrap dari Partai NasDem yang dikenal dengan julukan “Koboy dari Timur”, saat turun langsung menemui masyarakat di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Sidrap.


    Dapil 4 merupakan wilayah yang mengantarkan Andi Tenri Sangka menjadi anggota DPRD Sidrap periode 2024–2029. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Dua Pitue, Pitu Riawa, dan Pitu Riase.

    Kegiatan di Bila Riase turut dihadiri jajaran Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pitu Riase, Ketua dan anggota Kelompok Tani Elo Puang 1, Elo Puang 2, Kelompok Tani Rahmat, pelaku usaha, serta masyarakat setempat.


    Di hadapan mereka, Andi Tenri Sangka memilih mendengar.

    Aspirasi dicatat satu demi satu, mulai dari persoalan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas pertanian hingga kebutuhan masyarakat secara lebih luas.


    Jalan Usaha Tani hingga Irigasi Perpipaan

    Sektor pertanian menjadi salah satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut.

    Kelompok Tani Elo Puang 1 menyampaikan kebutuhan rehabilitasi Jalan Usaha Tani sekaligus pembangunan jalan tani baru.


    Bagi masyarakat pertanian, jalan bukan hanya infrastruktur penghubung. Akses tersebut berkaitan langsung dengan mobilitas petani menuju lahan serta pengangkutan sarana produksi dan hasil pertanian.

    Sementara itu, Kelompok Tani Rahmat mengusulkan pembangunan irigasi perpipaan.


    Kebutuhan air menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian. Karena itu, aspirasi mengenai infrastruktur pengairan ikut menjadi catatan dalam pertemuan tersebut.

    Adapun aspirasi dan kebutuhan pertanian yang disampaikan Kelompok Tani Elo Puang 2 turut ditampung melalui dialog bersama pengurus dan anggota kelompok.


    BPP Pitu Riase Soroti Kekurangan Penyuluh

    Persoalan yang muncul tidak hanya menyangkut infrastruktur.

    Dari jajaran BPP Pitu Riase, muncul aspirasi mengenai kekurangan tenaga penyuluh pertanian.

    Penambahan tenaga penyuluh diusulkan untuk mendukung empat desa, yakni Desa Tana Toro, Desa Lombo, Desa Dengeng-Dengeng, dan Desa Buntu Buanging.


    Keberadaan penyuluh memiliki peran penting karena menjadi salah satu penghubung antara petani dengan informasi, teknologi, program pemerintah, serta praktik budidaya pertanian.

    Dengan wilayah kerja yang luas, kebutuhan sumber daya penyuluh menjadi salah satu persoalan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian.


    Suara Ibu-Ibu dan Pelaku Usaha Ikut Didengar

    Pertemuan tersebut kemudian bergerak melampaui persoalan pertanian.

    Para ibu dan pelaku usaha rumahan ikut menyampaikan kebutuhan mereka.


    Aspirasi yang muncul terutama berkaitan dengan dukungan dan pembinaan agar usaha masyarakat dapat berkembang dan semakin mandiri.

    Andi Tenri Sangka juga menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai salah satu poin yang perlu mendapat perhatian.


    Perempuan di desa tidak hanya memiliki peran penting dalam keluarga. Banyak di antaranya juga terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi, usaha rumahan, perdagangan dan berbagai aktivitas produktif lainnya.

    Dukungan terhadap usaha perempuan karena itu dapat berkaitan langsung dengan penguatan ekonomi keluarga.


    Jalan Antar Desa Masuk Daftar Aspirasi

    Persoalan lain yang disampaikan masyarakat adalah infrastruktur jalan penghubung antar desa.

    Perbaikan maupun pembangunan jalan dinilai penting untuk memperlancar pergerakan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.


    Bagi kawasan pertanian, kondisi jalan juga berhubungan dengan proses membawa hasil panen dari sentra produksi menuju pasar atau tempat pengolahan.

    Karena itu, aspirasi jalan, pertanian dan pengembangan ekonomi masyarakat memiliki keterkaitan yang cukup erat.


    Lima Fakta Menarik dari Pertemuan di Bila Riase

    1. Pertemuan melibatkan langsung kelompok tani.
    Kelompok Tani Elo Puang 1, Elo Puang 2 dan Kelompok Tani Rahmat menjadi bagian dari masyarakat yang menyampaikan kebutuhan mereka.

    2. Jalan tani menjadi salah satu aspirasi utama.
    Kelompok Tani Elo Puang 1 mengusulkan rehabilitasi Jalan Usaha Tani sekaligus pembangunan akses jalan tani baru.

    3. Petani mengusulkan irigasi perpipaan.
    Kelompok Tani Rahmat menyampaikan kebutuhan pembangunan irigasi perpipaan untuk mendukung aktivitas pertanian.

    4. Empat desa disebut membutuhkan tambahan penyuluh.
    BPP Pitu Riase menyampaikan kebutuhan tenaga penyuluh untuk Desa Tana Toro, Lombo, Dengeng-Dengeng, dan Buntu Buanging.

    5. Aspirasi tidak hanya mengenai pertanian.
    UMKM, usaha rumahan, pemberdayaan perempuan dan infrastruktur jalan antar desa turut menjadi bagian dari pembahasan.


    Dari Aspirasi Menuju Tindak Lanjut

    Bagi Andi Tenri Sangka, seluruh masukan yang diterima dari masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus dibawa ke ruang-ruang pembahasan pemerintahan.

    “Setiap suara adalah amanah. Setiap amanah adalah pengabdian,” menjadi pesan yang ia sampaikan dalam kegiatan tersebut.


    Ia menyatakan berbagai aspirasi yang diterima akan diperjuangkan sesuai ruang kewenangan dan mekanisme yang tersedia.

    Langkah selanjutnya menjadi bagian penting.


    Sebab aspirasi masyarakat membutuhkan proses mulai dari pencatatan kebutuhan, pembahasan, penentuan kewenangan, perencanaan hingga ketersediaan anggaran sebelum dapat diwujudkan menjadi program pembangunan.

    Karena itu, pertemuan di Bila Riase menjadi awal dari proses pengawalan aspirasi tersebut.


    Mendengar dari Tempat Persoalan Itu Berada

    Bila Riase memberi gambaran sederhana tentang kebutuhan masyarakat pedesaan.

    Seorang petani mungkin berbicara tentang jalan menuju sawah. Kelompok tani membutuhkan air. Penyuluh menghadapi luasnya wilayah pendampingan. Pelaku usaha rumahan membutuhkan pembinaan. Sementara masyarakat berharap jalan antar desa semakin baik.


    Persoalannya berbeda-beda, tetapi bertemu pada satu titik: kebutuhan terhadap pelayanan dan pembangunan yang menyentuh kehidupan sehari-hari.

    Andi Tenri Sangka sebelumnya juga tercatat beberapa kali membawa persoalan masyarakat wilayah pegunungan Sidrap Timur ke ruang publik, termasuk mengenai akses pelayanan kesehatan dan infrastruktur. Karena itu, kunjungan di Bila Riase melanjutkan pola komunikasi lapangan dengan masyarakat di wilayah tersebut.


    Namun ukuran akhirnya bukan sekadar berapa banyak aspirasi yang dicatat.

    Masyarakat tentu akan menunggu sejauh mana kebutuhan yang telah disampaikan dapat dikawal melalui fungsi DPRD dan diterjemahkan sesuai kewenangan pemerintah serta kemampuan anggaran daerah.


    Dari jalan tani, irigasi, penyuluh pertanian hingga usaha ibu-ibu di desa, setiap usulan membawa cerita tentang kehidupan masyarakat yang ingin bergerak maju.


    Dan dari Desa Bila Riase, pesan itu kembali terdengar: pembangunan yang menyentuh masyarakat bermula dari kemampuan mendengar kebutuhan mereka, lalu mengawalnya melalui proses yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Komentar

    Tampilkan