-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Mesin Jahit dan Sebuah Harapan, Kisah Ibu Takko di Bulucenrana yang Tak Pernah Menyerah

    Satry Polang
    Jumat, 25 September 2026, September 25, 2026 WIB Last Updated 2026-09-26T01:01:30Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Mesin Jahit dan Sebuah Harapan, Kisah Ibu Takko di Bulucenrana yang Tak Pernah Menyerah


    SIDRAP, NarasiRakyat.id — Sebuah mesin jahit mungkin terlihat seperti benda sederhana. Namun, bagi Ibu Takko, warga Desa Bulucenrana, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), mesin tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar.

    Ia bukan sekadar alat untuk menjahit.

    Mesin itu adalah modal untuk terus bekerja, sumber harapan untuk mempertahankan penghidupan keluarga, sekaligus tanda bahwa perjuangannya selama ini mendapat perhatian.


    Ibu Takko merupakan penyandang disabilitas pada kaki sejak lahir. Di tengah keterbatasan fisik, ia tetap menjalankan usaha menjahit untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Kondisinya menjadi semakin berat karena suaminya sedang sakit. Kisah perjuangan tersebut kemudian disampaikan Anggota DPRD Sidrap Andi Tenri Sangka kepada Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Hj. Fatmawati Rusdi.


    Perhatian itu kemudian diwujudkan dalam bentuk bantuan satu unit mesin jahit.

    Pada Rabu, 23 September 2026, bantuan tersebut diserahkan kepada Ibu Takko di Desa Bulucenrana.

    Dalam kunjungan itu hadir Wakil Bupati Sidrap Hj. Nurkanaah, Kepala Dinas Sosial Wahidah Alwi, Kabag Kesra Dr. H. Syamsuddin Bellong, S.Ag., M.Ap., serta unsur DPRD Sidrap.


    Ketika Keterbatasan Tidak Menghentikan Langkah

    Kisah Ibu Takko bukan tentang keterbatasan semata.

    Justru yang paling menonjol adalah pilihannya untuk tetap bekerja.

    Di tengah kondisi fisik yang terbatas, ia menggunakan keterampilan menjahit sebagai jalan untuk menghidupi keluarga. Usaha tersebut menjadi semakin penting karena suaminya sedang mengalami sakit.


    Bagi banyak orang, keadaan seperti itu mungkin terasa berat.

    Namun, Ibu Takko memilih untuk tetap bertahan.


    Perjuangan tersebut kemudian sampai kepada Andi Tenri Sangka. Saat bertemu Fatmawati Rusdi dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis di Akademi Bela Negara Jakarta pada 17–20 September 2026, Andi menyampaikan kondisi Ibu Takko dan perjuangannya mempertahankan kehidupan keluarga melalui usaha menjahit.

    Tidak lama kemudian, bantuan mesin jahit disiapkan dan diserahkan di Bulucenrana.


    Mesin Jahit yang Bukan Sekadar Mesin

    Bagi Ibu Takko, bantuan tersebut memiliki makna praktis sekaligus emosional.

    Mesin jahit menjadi sarana untuk memperkuat usaha yang selama ini menjadi salah satu tumpuan keluarganya.

    Dengan alat kerja yang lebih memadai, harapannya sederhana: dapat terus menjahit, mendapatkan penghasilan, dan memenuhi kebutuhan keluarga.


    Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, bantuan semacam ini memiliki arti penting karena tidak sekadar memberikan bantuan konsumtif, tetapi mendukung kemampuan seseorang untuk tetap produktif.

    Andi Tenri Sangka menyampaikan harapan agar mesin jahit tersebut menjadi berkah dan penopang rezeki bagi keluarga Ibu Takko.


    Bantuan Tidak Berhenti pada Mesin Jahit

    Kunjungan tersebut ternyata membuka persoalan lain yang selama ini dihadapi keluarga Ibu Takko.

    Setelah melihat kondisi secara langsung, sejumlah kebutuhan keluarga turut menjadi perhatian pemerintah daerah.

    Salah satunya berkaitan dengan jaminan kesehatan.


    BPJS Kesehatan Ibu Takko yang sempat mengalami tunggakan akan ditindaklanjuti agar dapat dialihkan menjadi peserta BPJS Gratis yang ditanggung Pemerintah Kabupaten Sidrap, sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

    Persoalan alat bantu juga menjadi perhatian.

    Kaki palsu yang digunakan Ibu Takko disebut telah berusia hampir 20 tahun dan kini mengalami kerusakan. Dinas Sosial akan mengusulkan bantuan kaki palsu baru melalui Kementerian Sosial.


    Rumah dan Pendidikan Anak Ikut Menjadi Perhatian

    Persoalan keluarga Ibu Takko tidak hanya menyangkut kesehatan dan ekonomi.

    Kondisi tempat tinggal juga menjadi perhatian.

    Pemerintah daerah akan mengusulkan agar rumah keluarga tersebut dapat memperoleh program bedah rumah, sehingga tempat tinggal mereka dapat menjadi lebih layak, aman dan nyaman.


    Sementara itu, aspek pendidikan anak juga mendapat perhatian khusus.

    Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Sidrap Hj. Nurkanaah turut membujuk anak Ibu Takko agar melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat jenjang SD.

    Upaya tersebut mendapat respons positif setelah sang anak bersedia mengikuti pendidikan.


    Dengan demikian, satu kunjungan tidak hanya menghasilkan penyerahan sebuah mesin jahit, tetapi juga membuka jalan untuk menangani sejumlah persoalan keluarga secara lebih menyeluruh.


    Dari Aspirasi Menjadi Tindak Lanjut

    Peristiwa di Bulucenrana memperlihatkan bagaimana sebuah aspirasi masyarakat dapat bergerak dari cerita menjadi tindak lanjut.

    Andi Tenri Sangka membawa cerita perjuangan Ibu Takko kepada Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. Perhatian tersebut kemudian diwujudkan melalui bantuan mesin jahit. Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Sidrap mengidentifikasi kebutuhan lain yang dapat ditindaklanjuti melalui perangkat daerah terkait.

    Alur tersebut memperlihatkan pentingnya komunikasi antara masyarakat, legislatif dan pemerintah.


    Sebab, persoalan warga sering kali tidak berdiri sendiri.

    Masalah ekonomi dapat berhubungan dengan kesehatan. Kesehatan berkaitan dengan kemampuan bekerja. Kondisi ekonomi juga dapat berpengaruh terhadap pendidikan anak dan kualitas tempat tinggal.

    Karena itu, penyelesaian yang menyentuh beberapa aspek sekaligus dapat menjadi lebih berarti bagi keluarga penerima manfaat.


    Lima Fakta Menarik Kisah Ibu Takko

    1. Ibu Takko tetap bekerja di tengah keterbatasan fisik
    Ia merupakan penyandang disabilitas pada kaki sejak lahir, tetapi tetap menjalankan usaha menjahit untuk menopang keluarganya.

    2. Mesin jahit merupakan bantuan dari Wakil Gubernur Sulsel
    Hj. Fatmawati Rusdi memberikan bantuan mesin jahit setelah mendengar kisah perjuangan Ibu Takko yang disampaikan Andi Tenri Sangka.

    3. Bantuan diserahkan langsung di Bulucenrana
    Penyerahan berlangsung pada Rabu, 23 September 2026, dengan kehadiran Wakil Bupati Sidrap dan sejumlah pejabat terkait.

    4. Kebutuhan keluarga diperhatikan secara lebih luas
    Selain mesin jahit, terdapat tindak lanjut terkait BPJS Kesehatan, kaki palsu, kondisi rumah, dan pendidikan anak.

    5. Anak Ibu Takko bersedia masuk Sekolah Rakyat
    Wakil Bupati Sidrap turut membujuk anak Ibu Takko agar melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat jenjang SD, dan upaya tersebut mendapat respons positif.


    Ibu Takko Mengajarkan Arti Bertahan

    Ada kisah yang tidak selalu terlihat dalam statistik kemiskinan, data bantuan sosial, atau laporan pembangunan.

    Kisah itu hidup di rumah-rumah sederhana.

    Tentang seorang ibu yang tetap bekerja meski memiliki keterbatasan fisik. Tentang seorang istri yang tetap berusaha ketika suaminya sakit. Tentang seorang orang tua yang tetap memikirkan pendidikan anaknya di tengah keterbatasan ekonomi.


    Ibu Takko menunjukkan bahwa keterbatasan tidak selalu berarti berhenti.

    Kadang, seseorang hanya membutuhkan kesempatan, alat untuk bekerja, akses terhadap layanan dasar, dan dukungan agar mampu terus berdiri dengan kekuatannya sendiri.

    Mesin jahit yang diserahkan hari itu mungkin hanya satu unit.


    Namun, di tangan Ibu Takko, benda tersebut dapat menjadi awal dari sebuah harapan baru.

    Sebab pada akhirnya, bantuan yang paling berarti bukan hanya yang selesai ketika diserahkan, tetapi yang mampu membantu seseorang kembali bekerja, menjaga martabat, dan menata masa depan keluarganya.


    Dari Bulucenrana, kisah Ibu Takko mengingatkan bahwa kepedulian akan memiliki arti ketika sampai kepada mereka yang membutuhkan.

    Komentar

    Tampilkan