![]() |
Kisah Mirnawati Perjalanan Hidup Seorang Guru Honorer! Ketika Kesabaran Menjadi Jalan Takdir |
Penulis: Nur Afni Sriwahyuni
NIM: 50700123080
Jurusan: Ilmu Komunikasi
Universitas: UIN Alauddin Makassar
NARASIRAKYAT --- Menjadi guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa. Kalimat ini tercermin kuat dalam perjalanan hidup Mirnawati, seorang guru honorer sekolah dasar yang telah mengabdikan dirinya selama lebih dari satu dekade, sejak lulus kuliah pada tahun 2011 hingga awal 2025.
Selama bertahun-tahun, Mirnawati menjalani kehidupan sebagai guru honorer dengan segala keterbatasan. Gaji yang diterima tidak menentu, bahkan sering kali berada di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Namun, kondisi tersebut tidak pernah mengendurkan niatnya untuk terus hadir di ruang kelas, mendidik dan membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran.
Bagi Mirnawati, mengajar bukan semata soal materi. Ia memandang pengabdian kepada anak-anak sebagai bentuk kebaikan sekaligus tanggung jawab moral seorang pendidik. Dalam keterbatasan, ia memilih bertahan—bukan karena tidak ada pilihan lain, tetapi karena keyakinan bahwa setiap proses memiliki makna.
Perjalanan panjang itu akhirnya berbuah manis. Pada tahun 2025, Mirnawati dinyatakan lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan ditempatkan di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Takalar. Momen yang telah lama dinantikan itu semakin sempurna ketika ia resmi menerima Surat Keputusan (SK) pada 25 Desember 2025—sebuah hadiah akhir tahun yang sarat makna.
Keberhasilan tersebut bukan datang secara instan. Ia adalah akumulasi dari kesabaran, kerja keras, serta keteguhan hati dalam menjalani profesi dengan penuh keikhlasan. Mirnawati sendiri memaknai pencapaiannya dengan sederhana namun mendalam.
“Kesabaran dan kerja keras pasti akan menghasilkan sebuah kebahagiaan nantinya, asal dijalani dengan rasa ikhlas, dan itu pasti akan ada jalannya,” ungkap Mirnawati.
Kisah Mirnawati menjadi cermin bagi banyak guru honorer di Indonesia yang masih berjuang dalam sunyi. Cerita ini mengajarkan bahwa tidak ada usaha yang sia-sia ketika disertai niat baik, kesabaran, dan keyakinan kepada kehendak Allah SWT. Apa yang hari ini terasa berat, bisa saja menjadi pintu kebahagiaan di masa depan.
Pada akhirnya, perjalanan hidup Mirnawati menegaskan satu hal penting: tidak ada yang mustahil jika Allah telah berkehendak, selama manusia mau berjalan dengan sabar dan ikhlas di jalan pengabdiannya.






