-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    Fakultas Pertanian UNISAN Sidrap Edukasi Siswa SMKN 3 Sidrap tentang Peran Penting Serangga bagi Kehidupan

    Satry Polang
    Kamis, 30 Juli 2026, Juli 30, 2026 WIB Last Updated 2026-07-31T04:06:02Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Fakultas Pertanian UNISAN Sidrap Edukasi Siswa SMKN 3 Sidrap tentang Peran Penting Serangga bagi Kehidupan


    SIDRAP – Serangga sering kali dipandang sebagai hama yang mengganggu kehidupan manusia. Padahal, banyak di antaranya memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan produktivitas pertanian, hingga mendukung keberlangsungan kehidupan di bumi. Berangkat dari pemahaman tersebut, Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema "Mengenal Serangga Lebih Dekat: Edukasi Peranan Serangga dalam Kehidupan Manusia bagi Siswa SMKN 3 Sidrap", Kamis (30/7/2026).


    Kegiatan yang berlangsung di SMKN 3 Sidrap ini menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara Fakultas Pertanian UNISAN Sidrap dan pihak sekolah. Selain memperkuat sinergi dunia pendidikan, kegiatan tersebut juga merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.


    Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Dekan Bidang Akademik dan Keuangan Fakultas Pertanian UNISAN Sidrap, Rasidin, S.P., M.Si., sebagai bentuk dukungan terhadap program edukasi yang bertujuan meningkatkan literasi lingkungan bagi generasi muda.


    Membuka Wawasan Siswa tentang Dunia Serangga


    Kegiatan menghadirkan dua dosen Fakultas Pertanian UNISAN Sidrap sebagai narasumber, yakni Jumardi, S.P., M.Si. dan Hardi, S.P., M.Si., yang membagikan pengetahuan ilmiah mengenai dunia serangga dengan bahasa yang mudah dipahami siswa.


    Dalam pemaparannya, Jumardi, S.P., M.Si. menjelaskan bahwa serangga bukan sekadar organisme kecil yang hidup di sekitar manusia, tetapi merupakan bagian penting dari rantai kehidupan.


    Ia memaparkan berbagai manfaat serangga, mulai dari lebah dan kupu-kupu sebagai penyerbuk yang membantu proses reproduksi tanaman, hingga serangga predator yang berfungsi sebagai musuh alami berbagai hama pertanian sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.


    Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada potensi serangga sebagai sumber pangan alternatif, objek penelitian ilmiah, serta indikator kualitas lingkungan yang dapat mencerminkan kondisi suatu ekosistem.


    Belajar Mengenali Serangga Secara Ilmiah


    Sementara itu, Hardi, S.P., M.Si. membimbing peserta memahami teknik dasar identifikasi serangga melalui pengenalan ciri-ciri morfologi.


    Materi meliputi bentuk tubuh, jumlah sayap, tipe alat mulut, bentuk antena, hingga habitat tempat hidup serangga.


    Pengetahuan tersebut menjadi bekal awal bagi siswa untuk mampu membedakan antara serangga yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan serangga yang berpotensi menjadi hama tanaman.


    Melalui pendekatan ini, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga membangun cara berpikir ilmiah dalam mengamati keanekaragaman hayati di sekitar mereka.


    Antusiasme Siswa Warnai Jalannya Edukasi


    Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab.


    Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai fungsi serangga dalam kehidupan manusia, manfaatnya bagi sektor pertanian, hingga cara mengenali jenis-jenis serangga yang sering dijumpai di lingkungan sekitar.


    Interaksi aktif tersebut menunjukkan meningkatnya rasa ingin tahu siswa terhadap ilmu pertanian dan lingkungan, sekaligus menjadi indikator keberhasilan metode edukasi yang diterapkan.


    Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Pengabdian


    Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UNISAN Sidrap berharap mampu meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga keberadaan serangga sebagai bagian dari keseimbangan ekosistem.


    Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempererat kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan melalui program-program edukatif yang memberikan manfaat langsung kepada peserta didik.


    Kolaborasi semacam ini diharapkan terus berkembang sehingga mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pertanian berkelanjutan, pelestarian lingkungan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.


    Lima Fakta Menarik


    1. Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi


    Kegiatan ini merupakan implementasi pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Fakultas Pertanian UNISAN Sidrap melalui edukasi berbasis ilmu pengetahuan.


    2. Kenalkan Manfaat Serangga bagi Kehidupan


    Siswa diajak memahami bahwa tidak semua serangga adalah hama. Banyak di antaranya berperan sebagai penyerbuk, predator alami, hingga indikator kesehatan lingkungan.


    3. Belajar Teknik Identifikasi Serangga


    Peserta memperoleh pengetahuan dasar mengenali serangga berdasarkan bentuk tubuh, sayap, antena, alat mulut, dan habitatnya.


    4. Edukasi Interaktif Bersama Dosen Ahli


    Materi disampaikan langsung oleh dosen Fakultas Pertanian UNISAN Sidrap melalui diskusi dan tanya jawab yang mendorong partisipasi aktif siswa.


    5. Perkuat Kerja Sama Kampus dan Sekolah


    Program ini menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara Fakultas Pertanian UNISAN Sidrap dan SMKN 3 Sidrap dalam meningkatkan kualitas pendidikan di bidang pertanian dan lingkungan.


    Memahami alam merupakan langkah awal untuk menjaganya. Dari seekor lebah yang membantu penyerbukan hingga serangga predator yang melindungi tanaman, setiap makhluk memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan. Melalui edukasi seperti ini, Fakultas Pertanian UNISAN Sidrap tidak hanya membagikan ilmu, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda. Harapannya, lahir calon-calon insan pertanian yang mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau, produktif, dan berkelanjutan.

    Komentar

    Tampilkan