-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Dari Ruang Redaksi, LPM PANRITA IAI DDI Sidrap Asah Pena dan Suara Kritis Mahasiswa

    Satry Polang
    Kamis, 08 Oktober 2026, Oktober 08, 2026 WIB Last Updated 2026-10-08T19:15:42Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Dari Ruang Redaksi, LPM PANRITA IAI DDI Sidrap Asah Pena dan Suara Kritis Mahasiswa 


    SIDRAP — Ruang redaksi bukan sekadar tempat menulis berita. Di sanalah fakta diperiksa, suara masyarakat didengar, dan realita diolah menjadi informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

    Semangat itulah yang dibawa Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) PANRITA IAI DDI Sidenreng Rappang melalui kegiatan Training of Jurnalistik (TOJ) yang digelar di Ruangan HTN IAI DDI Sidrap, Kamis, 8 Oktober 2026.


    Mengusung tema “Dari Ruang Redaksi, Menyuarakan Realita; Menajamkan Pena, Menguatkan PANRITA”, kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja LPM PANRITA sekaligus ruang belajar bagi mahasiswa untuk memahami dunia jurnalistik secara lebih serius, kritis, dan bertanggung jawab.

    Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor IAI DDI Sidrap Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Mujahidin. Kehadiran pimpinan kampus tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas mahasiswa, khususnya dalam bidang jurnalistik dan literasi media.


    Dalam kesempatan tersebut, Pembina LPM PANRITA, Nikmatilah, turut menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, keberadaan pers mahasiswa memiliki posisi penting sebagai ruang pembelajaran sekaligus wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan informasi.

    Sementara itu, Pimpinan Redaksi LPM PANRITA, Nuryaningsih, turut memberikan sambutan dalam kegiatan yang diikuti dengan semangat belajar jurnalistik tersebut.


    Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dinda Juniar, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Arman. Setelah itu, kegiatan memasuki agenda pembukaan secara resmi.

    Sebelum acara berlangsung, Ketua Panitia, Mardiah, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban panitia sekaligus gambaran mengenai tujuan dan rangkaian Training of Jurnalistik.


    Bukan Sekadar Belajar Menulis

    Training of Jurnalistik LPM PANRITA tidak hanya berbicara mengenai bagaimana membuat sebuah tulisan menjadi menarik.

    Lebih jauh, jurnalistik mengajarkan bagaimana seorang calon jurnalis bekerja dengan fakta, melakukan verifikasi, memahami kepentingan publik, serta menjaga etika ketika menyampaikan informasi.


    Di tengah derasnya arus informasi media sosial, kemampuan tersebut menjadi semakin penting.

    Satu informasi yang tidak diverifikasi dapat menyebar dalam hitungan detik. Sebaliknya, satu berita yang ditulis dengan proses jurnalistik yang benar dapat menjadi rujukan masyarakat untuk memahami sebuah peristiwa.


    Karena itu, pers mahasiswa memiliki ruang strategis untuk membangun budaya literasi informasi di lingkungan kampus.

    Melalui LPM PANRITA, mahasiswa tidak hanya didorong menjadi penulis, tetapi juga belajar menjadi pembaca realitas yang kritis, pemeriksa fakta yang teliti, dan penyampai informasi yang bertanggung jawab.


    Menguatkan Tradisi Pers Mahasiswa

    Tema yang diangkat dalam Training of Jurnalistik tahun ini memiliki pesan yang kuat.

    “Dari Ruang Redaksi” menggambarkan proses lahirnya sebuah karya jurnalistik. Ada riset, wawancara, verifikasi, penyuntingan hingga publikasi.


    “Menyuarakan Realita” menegaskan bahwa jurnalistik harus berpijak pada fakta dan kepentingan publik.

    Sementara “Menajamkan Pena, Menguatkan PANRITA” menjadi semangat agar kader-kader pers mahasiswa terus meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat eksistensi LPM PANRITA sebagai media mahasiswa.


    Bagi mahasiswa, pengalaman berada di ruang redaksi juga menjadi latihan penting untuk menghadapi dunia profesional yang membutuhkan kemampuan komunikasi, riset, menulis, berpikir kritis, dan bekerja berdasarkan data.


    Lima Fakta Menarik Training of Jurnalistik LPM PANRITA

    1. Digelar sebagai program kerja LPM PANRITA
    Training of Jurnalistik merupakan salah satu program kerja Lembaga Pers Mahasiswa PANRITA IAI DDI Sidrap.

    2. Mendapat dukungan pimpinan kampus
    Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor I IAI DDI Sidrap Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Mujahidin.

    3. Mengangkat isu penting tentang pers mahasiswa
    Tema kegiatan menempatkan jurnalistik bukan sekadar aktivitas menulis, tetapi sebagai sarana menyuarakan realita dan memperkuat peran pers mahasiswa.

    4. Melibatkan unsur penting dalam LPM PANRITA
    Pembukaan kegiatan menghadirkan Pembina LPM PANRITA, pimpinan redaksi, ketua panitia, serta peserta yang menjadi bagian dari ekosistem pers mahasiswa.

    5. Dimulai dengan nuansa religius
    Rangkaian acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dinda Juniar dan doa oleh Arman sebelum memasuki agenda pembukaan.


    Pena yang Tajam, Tanggung Jawab yang Besar

    Di era ketika siapa pun dapat memproduksi dan menyebarkan informasi, menjadi jurnalis bukan hanya soal mampu menulis cepat.

    Seorang jurnalis dituntut mampu membedakan fakta dan opini, memeriksa informasi, menghadirkan perspektif yang berimbang, serta memahami bahwa setiap berita memiliki dampak bagi orang lain.


    Karena itu, Training of Jurnalistik LPM PANRITA menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi.

    Ia adalah proses menyiapkan generasi mahasiswa yang mampu membaca zaman dengan kritis dan menyampaikan realitas dengan cara yang bertanggung jawab.


    Dari sebuah ruang di kampus, sebuah pena mungkin terlihat sederhana.

    Namun ketika pena itu digunakan untuk menulis berdasarkan fakta, menjaga etika, dan menyuarakan kepentingan publik, ia dapat menjadi bagian dari perubahan.


    Dari ruang redaksi, PANRITA menajamkan pena. Dari fakta, mereka menyuarakan realita. Dan dari mahasiswa, lahir generasi yang diharapkan mampu menjaga marwah jurnalistik dengan pengetahuan, keberanian, dan tanggung jawab.

    Komentar

    Tampilkan