-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    HUT ke-66 Karang Taruna, Abdul Jabbar Sematkan Gelar “Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia” kepada Bupati Sidrap

    Satry Polang
    Kamis, 01 Oktober 2026, Oktober 01, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T06:13:23Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    HUT ke-66 Karang Taruna, Abdul Jabbar Sematkan Gelar “Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia” kepada Bupati Sidrap


    SIDRAP, NarasiRakyat.id — Sebuah apresiasi bernuansa reflektif muncul dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Karang Taruna tingkat Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

    Ketua Karang Taruna Kabupaten Sidrap, Dr. Abdul Jabbar, S.I.P., M.Si., menyematkan sebutan “Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia” kepada Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif.


    Penyebutan itu disampaikan Abdul Jabbar dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-66 Karang Taruna yang berlangsung di Aula SAROMASE SKPD Kabupaten Sidrap.


    Bagi Abdul Jabbar, sebutan tersebut bukan gelar resmi pemerintahan. Ia menyebutnya sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi Karang Taruna terhadap capaian pembangunan ekonomi Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah.

    “Ini bukan gelar formal pemerintahan, tetapi bentuk penghormatan dan apresiasi kami atas capaian serta orkestrasi pembangunan ekonomi yang terjadi di Kabupaten Sidrap,” ujar Abdul Jabbar.

     

    Ketika Angka 7,71 Persen Menjadi Cerita

    Di balik penyebutan tersebut terdapat satu angka yang menjadi sorotan: 7,71 persen.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap pada 2025 mencapai 7,71 persen. Angka tersebut menjadi salah satu pijakan utama Abdul Jabbar dalam memberikan apresiasi terhadap arah pembangunan ekonomi daerah.


    Menurutnya, capaian itu menjadi semakin menarik karena terjadi pada tahun pertama pemerintahan Bupati Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah.


    Abdul Jabbar melihat pertumbuhan tersebut bukan sekadar statistik tahunan. Di balik angka tersebut, menurutnya, terdapat proses panjang berupa kebijakan pemerintah, aktivitas ekonomi masyarakat, produktivitas sektor pertanian dan peternakan, perkembangan UMKM, serta keterlibatan dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat.

    “Ini bukan sekadar angka. Ini menunjukkan bahwa ada orkestrasi kebijakan, ada sinergitas, ada kolaborasi, dan ada partisipasi masyarakat yang berjalan secara simultan,” katanya.

     

    Sidrap Mulai Diperbincangkan di Forum Ekonomi

    Abdul Jabbar juga menyoroti semakin seringnya Sidrap disebut dalam pembahasan pembangunan ekonomi di tingkat regional maupun nasional.

    Ia menyebut perhatian tersebut sebagai salah satu alasan mengapa Karang Taruna memberikan apresiasi khusus kepada kepala daerah.


    Menurutnya, capaian pertumbuhan ekonomi Sidrap telah menjadi bagian dari pembahasan dalam forum yang melibatkan pemerintah pusat.

    Ia juga menyebut nama Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti dalam konteks perhatian terhadap perkembangan ekonomi daerah.


    Selain itu, Abdul Jabbar merujuk pada penyampaian Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dalam forum percepatan pertumbuhan ekonomi regional Sulawesi di Makassar yang menyebut Sidrap sebagai salah satu contoh daerah yang mengembangkan ekosistem pertumbuhan ekonomi melalui penguatan potensi lokal dan hilirisasi pangan.


    Bagi Abdul Jabbar, perhatian tersebut menjadi sinyal bahwa pembangunan daerah tidak harus selalu dimulai dari sumber daya yang besar.

    Potensi lokal, jika dikelola melalui kebijakan yang tepat dan kolaborasi yang kuat, dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi.


    Target 7 Persen Dicapai Lebih Cepat

    Hal lain yang menjadi perhatian Abdul Jabbar adalah kecepatan pencapaian target.

    Ia mengaitkan pertumbuhan 7,71 persen dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 7 persen sebagai bagian dari sasaran pembangunan yang hendak dicapai secara bertahap.


    Namun, berdasarkan data BPS, angka tersebut telah terlampaui pada 2025.

    “Faktanya, angka 7 persen itu sudah kita lampaui pada tahun pertama pemerintahan Bapak Syaharuddin Alrif dan Ibu Nurkanaah,” ujarnya.

     

    Dalam perspektif Abdul Jabbar, capaian itu menunjukkan adanya akselerasi.

    Namun ia menegaskan, akselerasi tersebut tidak boleh dimaknai sebagai keberhasilan satu orang atau satu institusi saja.


    Pemerintah Bukan Satu-satunya Pemain

    Di titik inilah Abdul Jabbar membawa narasi pembangunan kembali kepada masyarakat.

    Menurutnya, pemerintah memiliki posisi sebagai orkestrator, tetapi aktivitas ekonomi sesungguhnya digerakkan oleh masyarakat.

    Petani menanam dan menghasilkan pangan.


    Peternak mengembangkan produksi.

    Pelaku UMKM menciptakan barang dan jasa.

    Dunia usaha membuka aktivitas ekonomi.


    Anak muda mencari peluang dan membangun usaha.

    Akademisi memberikan gagasan dan pengetahuan.


    Organisasi masyarakat serta berbagai kelompok sosial ikut memperkuat ekosistem pembangunan.

    “Bupati adalah orkestratornya, pemerintah adalah penggeraknya, tetapi masyarakat adalah pemain utamanya. Karena itu, angka 7,71 persen bukan milik pemerintah saja. Ini adalah hasil kerja kolektif masyarakat Sidrap,” tegas Abdul Jabbar.

     

    Pandangan tersebut sekaligus menempatkan pertumbuhan ekonomi bukan hanya sebagai indikator makro, tetapi sebagai sesuatu yang idealnya dapat dirasakan dalam kehidupan masyarakat.


    14 Program Prioritas dan Arah Pembangunan

    Abdul Jabbar juga menghubungkan capaian tersebut dengan 14 program prioritas Pemerintah Kabupaten Sidrap yang dicanangkan Bupati Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah.


    Program-program tersebut mencakup berbagai sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, pertanian, peternakan, UMKM, lapangan kerja, infrastruktur, keamanan, lingkungan hingga ketangguhan menghadapi bencana.


    Menurut Abdul Jabbar, tantangan terbesar pemerintah bukan sekadar membuat program, melainkan memastikan program tersebut mampu menjawab kebutuhan publik.

    “Ketika program pemerintah mampu menjawab kebutuhan publik, maka kepercayaan masyarakat tumbuh dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan juga semakin kuat,” katanya.

     

    Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dipandang sebagai hasil interaksi antara kebijakan pemerintah dan aktivitas masyarakat.


    Penghargaan Bukan Tujuan Akhir

    Capaian ekonomi Sidrap juga telah mendapatkan pengakuan melalui penghargaan pemerintah daerah.

    Pemkab Sidrap sebelumnya menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam kategori Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).


    Bagi Abdul Jabbar, penghargaan tersebut penting sebagai bentuk pengakuan terhadap capaian pembangunan.

    Namun, ia menilai ukuran keberhasilan pembangunan yang lebih penting adalah dampaknya terhadap masyarakat.

    “Penghargaan itu adalah bentuk pengakuan. Tetapi bagi kami, penghargaan terpenting adalah ketika masyarakat merasakan perubahan dan manfaat pembangunan,” ujarnya.

     

    Pernyataan itu menjadi pesan penting bahwa angka pertumbuhan ekonomi dan penghargaan pemerintah seharusnya bermuara pada manfaat yang lebih konkret bagi masyarakat.


    Lima Fakta Menarik di Balik Apresiasi Karang Taruna

    1. Pertumbuhan ekonomi Sidrap mencapai 7,71 persen pada 2025.
    Angka ini menjadi salah satu dasar utama Abdul Jabbar dalam memberikan apresiasi terhadap percepatan pembangunan ekonomi daerah.

    2. Apresiasi tersebut bukan gelar resmi pemerintahan.
    Sebutan “Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia” merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi dari Karang Taruna, bukan nomenklatur atau penghargaan resmi negara.

    3. Sidrap disebut dalam forum pembangunan ekonomi regional.
    Abdul Jabbar menilai munculnya Sidrap dalam pembahasan forum ekonomi menjadi indikasi bahwa pengalaman daerah mulai mendapatkan perhatian lebih luas.

    4. Pertumbuhan ekonomi dipandang sebagai hasil kerja kolektif.
    Pemerintah, petani, peternak, UMKM, dunia usaha, akademisi, pemuda dan masyarakat ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pertumbuhan.

    5. Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas pertumbuhan.
    Capaian 7,71 persen tidak dianggap sebagai garis akhir. Pertumbuhan ekonomi perlu terus diarahkan agar memberi manfaat yang lebih luas, inklusif dan berkelanjutan.


    Dari Sidrap untuk Indonesia

    Pada akhirnya, penyematan sebutan tersebut bukan hanya tentang seorang kepala daerah.

    Di baliknya terdapat harapan agar pembangunan ekonomi Sidrap terus bergerak dan tidak berhenti pada pencapaian angka statistik.


    Abdul Jabbar berharap pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan semakin banyak ruang bagi generasi muda, memperkuat UMKM, meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan peternakan, serta membuka kesempatan kerja dan usaha.

    Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan memiliki kepentingan langsung terhadap arah tersebut.


    Sebab, pertumbuhan ekonomi yang kuat akan lebih bermakna ketika generasi muda memiliki kesempatan untuk mengambil bagian di dalamnya.

    “Kalau hari ini kami menyebut Bapak Syaharuddin Alrif sebagai Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia, maka sesungguhnya kami sedang memberikan apresiasi terhadap sebuah model kepemimpinan yang mampu mengorkestrasi potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi,” ungkapnya.

     

    Namun Abdul Jabbar kembali menegaskan bahwa apresiasi tersebut pada akhirnya juga ditujukan kepada masyarakat Sidrap.

    Petani, peternak, pelaku UMKM, pengusaha, pemuda dan seluruh masyarakat adalah bagian dari perjalanan pembangunan itu.


    “Pemerintah boleh membuat kebijakan, tetapi masyarakatlah yang menggerakkan roda ekonomi,” tegasnya.

    Pesan tersebut menjadi penutup yang sekaligus membuka babak berikutnya: bagaimana mempertahankan pertumbuhan, memperluas manfaat dan memastikan setiap kemajuan benar-benar terasa hingga ke tingkat masyarakat.


    Dari Sidrap, pertumbuhan ekonomi bukan sekadar tentang angka 7,71 persen. Ia adalah cerita tentang potensi lokal, kerja bersama, keberanian berinovasi dan harapan agar pembangunan hari ini menjadi pijakan bagi masa depan generasi berikutnya.

    Komentar

    Tampilkan