-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    UNISAN Sidrap Siapkan Strategi Penelitian 2026–2030

    Satry Polang
    Kamis, 01 Oktober 2026, Oktober 01, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T06:06:51Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    UNISAN Sidrap Siapkan Strategi Penelitian 2026–2030


    SIDRAP, NarasiRakyat.id — Sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan yang dihasilkan. Lebih jauh dari itu, perguruan tinggi dituntut mampu menghasilkan pengetahuan, gagasan, inovasi, serta solusi yang menjawab persoalan masyarakat.

    Semangat itulah yang kini coba diperkuat Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap).


    Melalui Lembaga Penelitian, UNISAN Sidrap resmi merilis sejumlah dokumen strategis penelitian untuk periode 2026–2030. Dokumen tersebut menjadi fondasi untuk membangun ekosistem riset yang lebih terarah, terukur, kolaboratif dan berkelanjutan.

    Langkah ini sekaligus menandai upaya kampus untuk membawa kegiatan penelitian keluar dari sekadar rutinitas administratif tridarma perguruan tinggi menuju aktivitas akademik yang memiliki arah dan dampak.


    Ketua Lembaga Penelitian UNISAN Sidrap, Romy Nugraha JS, S.Ak., M.Ak., menegaskan bahwa penelitian harus memiliki tujuan yang jelas serta keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

    “Kami ingin membangun penelitian di UNISAN bukan hanya sebagai kegiatan administratif untuk memenuhi kewajiban tridarma. Penelitian harus memiliki arah, memiliki roadmap, dan menghasilkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan,” ujar Romy.

     

    Empat Dokumen yang Menjadi Fondasi

    Dalam penguatan sistem tersebut, Lembaga Penelitian UNISAN Sidrap menyiapkan sejumlah dokumen strategis.

    Dokumen utama yang menjadi pijakan adalah Rencana Induk Penelitian (RIP) UNISAN Sidrap 2026–2030.


    Dokumen tersebut menjadi peta jalan penelitian universitas selama lima tahun, termasuk menentukan bidang prioritas yang menjadi fokus pengembangan riset.

    Selain RIP, terdapat Rencana Strategis (Renstra) Lembaga Penelitian UNISAN Sidrap 2026–2030, Pedoman Tata Kelola Penelitian Internal, serta Pedoman Penelitian Mahasiswa untuk Penyusunan Skripsi.


    Keempat dokumen tersebut memiliki fungsi yang saling berkaitan.

    RIP menentukan arah besar penelitian.

    Renstra menerjemahkan arah tersebut ke dalam strategi dan program kelembagaan.


    Pedoman tata kelola mengatur mekanisme pelaksanaan penelitian internal.

    Sementara pedoman penelitian mahasiswa memberikan kerangka agar penelitian skripsi tidak berjalan tanpa arah, tetapi dapat terhubung dengan ekosistem riset universitas.

    Dengan pendekatan tersebut, UNISAN Sidrap mencoba membangun sistem penelitian dari hulu hingga hilir.


    Enam Bidang Jadi Prioritas Riset

    RIP UNISAN Sidrap 2026–2030 menetapkan enam bidang strategis penelitian, yakni Ekonomi dan Bisnis, Pendidikan, Teknologi, Pertanian, Arsitektur, serta Hukum.

    Pada bidang Ekonomi dan Bisnis, penelitian diarahkan pada pembangunan daerah, pengembangan sumber daya manusia, keuangan digital dan e-commerce.


    Bidang Pendidikan mencakup pengembangan media pembelajaran serta teknologi berbasis web.

    Sementara bidang Teknologi diarahkan pada digitalisasi ekonomi kerakyatan, inovasi technopreneurship, teknologi tepat guna dan berkelanjutan, serta tata kelola digital dan keamanan informasi.


    Di sektor Pertanian, fokus penelitian mencakup ketahanan pangan, pertanian ramah lingkungan, kewirausahaan dan teknologi pertanian berkelanjutan.

    Bidang Arsitektur diarahkan pada pengembangan arsitektur neo-vernakuler dan vernakuler, arsitektur kontemporer, bangunan hemat energi dan berkelanjutan, serta pendekatan ekologi.


    Sedangkan bidang Hukum mencakup kekayaan intelektual, hukum pidana dan hukum perdata.

    Pilihan bidang tersebut menunjukkan upaya UNISAN Sidrap untuk menjadikan karakteristik daerah sebagai salah satu sumber inspirasi penelitian.


    Riset yang Dekat dengan Persoalan Daerah

    Menurut Romy, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membaca berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekitarnya.


    Daerah bukan hanya tempat berlangsungnya aktivitas pembangunan, tetapi juga ruang yang menyediakan berbagai persoalan dan potensi yang dapat dikaji secara akademik.

    “Kita memiliki banyak persoalan sekaligus potensi di daerah. Karena itu, penelitian UNISAN harus mampu hadir untuk membaca persoalan tersebut,” jelasnya.

     

    Ia berharap penelitian yang lahir dari UNISAN tetap memiliki kedekatan dengan kebutuhan masyarakat, tetapi tidak kehilangan standar akademik.

    “Kita ingin membangun riset yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, tetapi tetap memiliki kualitas akademik dan peluang untuk berkembang ke tingkat nasional maupun internasional,” lanjutnya.

     

    Pendekatan tersebut menempatkan penelitian sebagai jembatan antara kampus, masyarakat dan pembangunan daerah.


    Dari Kompetisi Internal Menuju Budaya Riset

    Penguatan penelitian juga dilakukan melalui Pedoman Tata Kelola Penelitian Internal.

    Melalui pedoman tersebut, UNISAN Sidrap menyiapkan ruang bagi dosen untuk mengikuti skema hibah penelitian kompetitif internal dan hibah publikasi hasil penelitian.


    Proposal penelitian dirancang melalui mekanisme review internal dan eksternal.

    Artinya, penelitian tidak hanya diperiksa dari sisi administrasi, tetapi juga dinilai berdasarkan aspek substansi, metodologi, kebaruan, kelayakan dan potensi luaran.


    Bagi Romy, mekanisme tersebut diharapkan menciptakan kompetisi akademik yang sehat di lingkungan kampus.

    “Kami ingin mulai membangun budaya kompetisi penelitian yang sehat di internal kampus. Dosen diberikan kesempatan untuk mengembangkan gagasan terbaiknya, kemudian proposal tersebut dinilai secara objektif melalui proses review,” katanya.

     

    Dengan mekanisme tersebut, kualitas penelitian diharapkan meningkat secara bertahap, baik dari sisi proposal maupun hasil akhirnya.


    Mahasiswa Tidak Lagi Berdiri di Luar Ekosistem Riset

    Salah satu bagian menarik dari strategi tersebut adalah perhatian terhadap penelitian mahasiswa.

    Melalui Pedoman Penelitian Mahasiswa untuk Penyusunan Skripsi, UNISAN Sidrap mencoba membangun alur penelitian mahasiswa yang lebih sistematis.


    Mulai dari penentuan topik, penyusunan proposal, pembimbingan, seminar proposal, pelaksanaan penelitian, analisis data, seminar hasil, penyusunan skripsi, ujian hingga penyelesaian dan repository.

    Yang lebih penting, penelitian mahasiswa diarahkan agar memiliki keterkaitan dengan roadmap penelitian universitas dan bidang prioritas RIP 2026–2030.


    Dengan demikian, skripsi tidak diposisikan sebagai pekerjaan akademik yang selesai setelah mahasiswa mengikuti ujian.


    Penelitian mahasiswa berpotensi dikembangkan menjadi artikel ilmiah, kekayaan intelektual, model, penelitian lanjutan, rekomendasi kebijakan maupun bentuk luaran lainnya.

    “Skripsi tidak hanya selesai kemudian disimpan. Kalau penelitiannya bagus, bisa dikembangkan menjadi artikel ilmiah, HKI, penelitian lanjutan, model, rekomendasi kebijakan, atau luaran lainnya,” ungkap Romy.

     

    Lima Fakta Menarik di Balik Strategi Riset UNISAN

    1. UNISAN memiliki peta jalan penelitian untuk lima tahun.
    RIP UNISAN Sidrap 2026–2030 menjadi acuan arah penelitian universitas dalam periode lima tahun ke depan.

    2. Ada enam bidang strategis yang menjadi fokus.
    Ekonomi dan Bisnis, Pendidikan, Teknologi, Pertanian, Arsitektur dan Hukum menjadi bidang prioritas dalam pengembangan penelitian.

    3. Proposal penelitian akan melalui review internal dan eksternal.
    Mekanisme ini diarahkan untuk memperkuat kualitas proposal dari aspek substansi, metodologi, kebaruan, kelayakan dan potensi luaran.

    4. Penelitian mahasiswa mulai dihubungkan dengan roadmap universitas.
    Skripsi diarahkan agar menjadi bagian dari ekosistem penelitian kampus, bukan sekadar tugas akhir yang berhenti setelah ujian.

    5. Target penelitian diperluas dari publikasi menuju luaran yang berdampak.
    UNISAN mendorong penelitian menghasilkan artikel ilmiah, HKI, inovasi, model, rekomendasi kebijakan dan berbagai luaran yang dapat dimanfaatkan.


    Dokumen Selesai, Tantangan Baru Dimulai

    Bagi Lembaga Penelitian UNISAN Sidrap, peluncuran dokumen strategis bukanlah garis akhir.

    Justru, pekerjaan yang lebih besar dimulai setelah dokumen tersebut ditetapkan.


    Sebab, dokumen yang baik hanya akan memiliki arti ketika diterjemahkan menjadi program nyata.

    Romy menyadari hal tersebut.

    “Dokumen ini adalah fondasi. Pekerjaan yang lebih besar justru dimulai setelah dokumen selesai, yaitu bagaimana mengimplementasikannya,” tegasnya.

     

    Karena itu, ke depan Lembaga Penelitian akan mendorong berbagai agenda penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa.

    Mulai dari pelatihan metodologi penelitian, pendampingan penyusunan proposal, penguatan publikasi ilmiah, pengembangan jejaring kolaborasi, peningkatan luaran penelitian hingga pengembangan penelitian yang memiliki dampak bagi masyarakat.


    Membangun Kampus yang Menghasilkan Pengetahuan

    Pada akhirnya, arah penelitian 2026–2030 membawa UNISAN Sidrap pada sebuah gagasan yang lebih besar.

    Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan.

    Kampus juga harus menghasilkan pengetahuan, inovasi dan solusi.


    Ketika penelitian dosen terhubung dengan kebutuhan masyarakat, ketika skripsi mahasiswa dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah dan inovasi, serta ketika hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk menjawab persoalan daerah, maka fungsi perguruan tinggi menjadi semakin nyata.

    Di tengah perubahan teknologi, tantangan ekonomi, kebutuhan ketahanan pangan, perkembangan digitalisasi dan persoalan sosial yang semakin kompleks, kampus memiliki ruang besar untuk ikut memberikan jawaban.


    UNISAN Sidrap mencoba mengambil bagian melalui fondasi riset yang dibangun untuk lima tahun ke depan.

    Periode 2026–2030 pada akhirnya bukan hanya tentang dokumen perencanaan.


    Ia adalah tentang bagaimana sebuah kampus membangun kebiasaan baru: bertanya dengan ilmiah, meneliti dengan serius, berkolaborasi secara terbuka, menghasilkan inovasi dan memastikan pengetahuan memberi manfaat bagi masyarakat.


    Dari Sidrap, riset diharapkan tidak berhenti di ruang kelas atau laboratorium. Ia bergerak menuju masyarakat, menjawab persoalan daerah, dan membuka peluang agar pengetahuan lokal dapat tumbuh menjadi kontribusi yang lebih luas bagi Indonesia.

    Komentar

    Tampilkan