![]() |
| KPU Sidrap Bersama MA Ma’had DDI Pangkajene Perkuat Demokrasi dari Madrasah Melalui Pemilihan Ketua OSIM |
SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Demokrasi tidak selalu harus dimulai dari bilik suara dalam pemilihan umum. Di lingkungan madrasah, nilai-nilai demokrasi justru dapat diperkenalkan melalui pengalaman sederhana: memilih seorang pemimpin secara langsung, menghargai perbedaan pilihan, dan menerima hasil dengan lapang dada.
Suasana itulah yang terlihat dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MA Ma’had DDI Pangkajene, Jumat (2/10/2026).
Pemilihan yang berlangsung di halaman madrasah tersebut diikuti oleh dua pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM periode 2026/2027. Seluruh siswa diberikan kesempatan menggunakan hak pilihnya secara langsung untuk menentukan pasangan yang akan memimpin organisasi siswa.
Yang membuat kegiatan ini semakin bermakna, proses pemilihan mendapat pendampingan langsung dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Pendampingan tersebut dipimpin Anggota KPU Sidrap, Akhwan Ali, selaku Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih, Parmas & SDM).
Ketika Demokrasi Hadir di Lingkungan Madrasah
Bagi para siswa, pemilihan OSIM mungkin terlihat sebagai agenda rutin organisasi sekolah.
Namun, jika dilihat lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi sebuah simulasi demokrasi yang sangat dekat dengan kehidupan mereka.
Siswa belajar bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. Mereka diberi ruang untuk menentukan pilihan secara mandiri sekaligus belajar menghormati pilihan teman yang berbeda.
Proses tersebut menjadi pengalaman penting bagi pemilih pemula sebelum nantinya mereka memasuki kehidupan demokrasi yang lebih luas.
KPU Sidrap memberikan pendampingan sekaligus edukasi mengenai pentingnya berpartisipasi dalam proses pemilihan secara langsung, tertib dan bertanggung jawab.
Para siswa tidak hanya diarahkan untuk memilih, tetapi juga diperkenalkan pada nilai-nilai yang menyertai proses demokrasi.
Mulai dari pentingnya mengenal calon, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menghormati perbedaan pilihan hingga menerima hasil pemilihan secara sportif.
Dengan demikian, pemilihan OSIM tidak berhenti pada siapa yang memperoleh suara terbanyak.
Lebih dari itu, prosesnya menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa.
Dari OSIM untuk Pemilih Pemula
KPU Sidrap melalui kegiatan tersebut berupaya menanamkan pemahaman demokrasi sejak dini.
Lingkungan pendidikan dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan budaya demokrasi karena siswa dapat memperoleh pengalaman secara langsung, bukan sekadar melalui teori di dalam kelas.
Pemilihan OSIM menjadi bentuk sederhana dari proses tersebut.
Ada calon yang menawarkan gagasan. Ada pemilih yang mempertimbangkan pilihan. Ada proses pencoblosan. Ada hasil yang harus diterima bersama.
Rangkaian itu memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana sebuah keputusan kolektif dibentuk melalui pilihan individu.
Bagi siswa yang kelak menjadi pemilih pemula dalam pemilu, pengalaman seperti ini dapat menjadi bekal awal untuk memahami bahwa menggunakan hak pilih bukan sekadar mencoblos, melainkan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara.
Apresiasi dari Pihak Madrasah
Kepala MA Ma’had DDI Pangkajene, Hj. Maryati, S.Ag., M.A., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KPU Sidrap atas pendampingan yang diberikan.
Menurutnya, keterlibatan KPU memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk mengenal proses demokrasi secara langsung di lingkungan madrasah.
“Kami sangat mengapresiasi pendampingan dari KPU dalam pelaksanaan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM. Ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk mengenal dan memahami proses demokrasi sejak di lingkungan madrasah.”
Ia berharap pengalaman tersebut dapat membantu membentuk karakter siswa yang mampu menghargai perbedaan, menjunjung tinggi sportivitas dan bertanggung jawab dalam menjalankan organisasi.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan demokrasi tidak semata-mata berbicara tentang politik praktis.
Di sekolah dan madrasah, demokrasi dapat diterjemahkan menjadi nilai keseharian: mendengarkan pendapat orang lain, menghormati perbedaan, berani menentukan pilihan dan bersedia menerima keputusan bersama.
Menyiapkan Pemilih yang Cerdas Sejak Bangku Sekolah
Pendampingan KPU dalam pemilihan OSIM juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara lembaga penyelenggara pemilu dan institusi pendidikan.
KPU memiliki pengalaman serta keahlian dalam pendidikan pemilih, sementara madrasah menjadi ruang tempat nilai tersebut dipraktikkan secara langsung.
Pertemuan keduanya menghasilkan sebuah pembelajaran yang lebih kontekstual.
Siswa tidak hanya mendengar istilah demokrasi, tetapi mengalaminya sendiri.
Mereka melihat bahwa sebuah pemilihan membutuhkan aturan, ketertiban, partisipasi, penghormatan terhadap pilihan orang lain dan sikap menerima hasil.
Pengalaman sederhana di halaman madrasah itu pada akhirnya dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang pembentukan pemilih pemula yang cerdas dan bertanggung jawab.
5 Fakta Menarik Pemilihan OSIM MA Ma’had DDI Pangkajene
1. Diikuti dua pasangan calon
Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM periode 2026/2027 diikuti dua pasangan calon yang bersaing memperoleh kepercayaan siswa.
2. Siswa menggunakan hak pilih secara langsung
Seluruh siswa diberikan kesempatan menentukan pilihannya secara langsung dalam proses pemilihan.
3. Mendapat pendampingan KPU Sidrap
KPU Kabupaten Sidenreng Rappang hadir memberikan pendampingan dan edukasi mengenai proses pemilihan yang tertib dan bertanggung jawab.
4. Menjadi pembelajaran demokrasi bagi pemilih pemula
Siswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai pentingnya mengenal calon, menentukan pilihan, menghormati perbedaan dan menerima hasil.
5. Demokrasi dipraktikkan sejak lingkungan pendidikan
Pemilihan OSIM menjadi contoh bahwa pendidikan demokrasi dapat dimulai dari lingkungan terdekat siswa sebelum mereka nantinya menjadi pemilih dalam pemilu.
Demokrasi yang Dimulai dari Hal Sederhana
Demokrasi yang sehat tidak lahir secara tiba-tiba.
Ia tumbuh dari kebiasaan menghargai pendapat, belajar bertanggung jawab atas pilihan, serta memahami bahwa perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bersama.
Di MA Ma’had DDI Pangkajene, pembelajaran itu berlangsung melalui sebuah proses yang sederhana: pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM.
Namun dari proses sederhana tersebut, para siswa mendapatkan pelajaran yang jauh lebih besar.
Mereka belajar bahwa menjadi pemimpin bukan hanya soal mendapatkan suara. Menjadi pemilih juga bukan sekadar memberikan suara.
Ada tanggung jawab, ada sikap saling menghargai, dan ada kesiapan menerima keputusan bersama.
Dari halaman madrasah itulah, benih-benih budaya demokrasi ditanam.
Hari ini mereka memilih pemimpin OSIM. Kelak, mereka akan menjadi bagian dari masyarakat yang menentukan arah masa depan melalui hak pilihnya.
Pendampingan KPU Sidrap menjadi salah satu langkah untuk memastikan perjalanan menuju ke sana dimulai dengan pemahaman yang baik: cerdas memilih, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab dalam berdemokrasi.















