![]() |
| Dr. Hasrul, Dosen ITKES Muhammadiyah Sidrap Raih Doktor Melalui Riset Model Pemenuhan Gizi untuk Tingkatkan Kualitas Hidup ODHIV |
SIDRAP, 2026 — Perjalanan akademik seorang dosen tidak hanya tentang meraih gelar, tetapi juga tentang bagaimana ilmu yang diperoleh dapat kembali memberi manfaat bagi masyarakat.
Semangat itulah yang tergambar dalam capaian akademik Dr. Hasrul, S.Kep., Ns., M.MKes, Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Muhammadiyah Sidrap, setelah berhasil melaksanakan Ujian Tutup Disertasi Program Doktor (S3) di Universitas STRADA Indonesia.
Disertasi yang diangkat Dr. Hasrul memiliki judul:
“Pengembangan Model Pemenuhan Gizi Self Regulasi Berbasis Metakognisi dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) di Kabupaten Sidenreng Rappang.”
Tema tersebut memperlihatkan perhatian akademik terhadap persoalan kesehatan yang tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga menyentuh perilaku, pemenuhan gizi, kemampuan mengelola diri, serta kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS.
Riset yang Dekat dengan Persoalan Kesehatan Masyarakat
Pemilihan topik disertasi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan akademik Dr. Hasrul.
Sebagai dosen di bidang keperawatan, riset mengenai pemenuhan gizi dan kualitas hidup ODHIV memiliki keterkaitan dengan bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Konsep self-regulasi berbasis metakognisi yang menjadi bagian dari judul penelitian menunjukkan perhatian terhadap kemampuan individu dalam mengenali, mengatur, dan mengevaluasi proses berpikir maupun perilakunya sendiri.
Dalam konteks pemenuhan gizi, pendekatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memahami bagaimana seseorang membangun kesadaran dan kemampuan mengelola kebutuhan kesehatannya secara lebih mandiri.
Penelitian yang mengambil konteks Kabupaten Sidenreng Rappang juga memberikan nilai tersendiri karena mengangkat persoalan kesehatan dalam konteks daerah.
Bagi dunia akademik, riset berbasis persoalan lokal dapat menjadi sumber pengetahuan yang relevan untuk pengembangan intervensi maupun pelayanan kesehatan yang lebih kontekstual.
Apresiasi dari Rektor ITKES Muhammadiyah Sidrap
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Rektor ITKES Muhammadiyah Sidrap, Dr. Muhammad Tahir.
Rektor dan seluruh civitas akademika ITKES Muhammadiyah Sidrap turut menyampaikan rasa bangga atas capaian akademik yang diraih Dr. Hasrul.
Keberhasilan seorang dosen menyelesaikan tahapan penting pendidikan doktoral dinilai bukan hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga menjadi bagian dari perkembangan institusi.
Semakin banyak tenaga pendidik yang memiliki kapasitas akademik tinggi, semakin besar pula peluang perguruan tinggi untuk memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi dorongan agar capaian akademik tidak berhenti pada gelar, tetapi dilanjutkan dengan karya dan kontribusi nyata.
Dari Ruang Akademik untuk Masyarakat
Gelar doktor merupakan salah satu capaian akademik tertinggi dalam pendidikan formal.
Namun, bagi seorang dosen, perjalanan tersebut juga membawa tanggung jawab untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan membagikannya kepada generasi berikutnya.
Riset Dr. Hasrul yang mengambil isu gizi dan kualitas hidup ODHIV menunjukkan bagaimana dunia pendidikan tinggi dapat berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Pengetahuan yang lahir dari penelitian diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan praktik pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Di sinilah makna penting sebuah disertasi: bukan semata-mata memenuhi persyaratan akademik, melainkan menghasilkan pemikiran dan temuan yang dapat dikembangkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
Capaian Personal, Kebanggaan Institusi
Bagi ITKES Muhammadiyah Sidrap, keberhasilan Dr. Hasrul menjadi kabar yang membanggakan.
Capaian tersebut memperkuat semangat institusi dalam mendorong dosen untuk terus meningkatkan kompetensi akademik dan profesional.
Dalam dunia pendidikan tinggi yang terus berkembang, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting.
Dosen bukan hanya pengajar di ruang kelas. Mereka juga dituntut menjadi peneliti, pengembang ilmu, sekaligus bagian dari solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, keberhasilan Dr. Hasrul diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa ITKES Muhammadiyah Sidrap untuk terus menempuh pendidikan, melakukan penelitian, dan menghasilkan karya yang berdampak.
Lima Fakta Menarik tentang Capaian Dr. Hasrul
1. Dr. Hasrul merupakan dosen ITKES Muhammadiyah Sidrap.
Ia tercatat sebagai Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan ITKES Muhammadiyah Sidrap.
2. Menempuh pendidikan doktoral di Universitas STRADA Indonesia.
Ujian tutup disertasi menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademiknya menuju gelar doktor.
3. Penelitiannya mengangkat isu pemenuhan gizi ODHIV.
Disertasi secara khusus membahas pengembangan model pemenuhan gizi berbasis self-regulasi dan metakognisi.
4. Penelitian mengambil konteks Kabupaten Sidenreng Rappang.
Hal tersebut menjadikan riset memiliki keterkaitan dengan persoalan kesehatan di tingkat daerah.
5. Capaian mendapat apresiasi pimpinan perguruan tinggi.
Rektor ITKES Muhammadiyah Sidrap, Dr. Muhammad Tahir, bersama civitas akademika menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas capaian tersebut.
Menjadikan Ilmu sebagai Jalan Pengabdian
Perjalanan menuju gelar doktor mungkin berawal dari ruang kuliah, penelitian, tumpukan literatur, pengumpulan data, hingga proses panjang menguji gagasan.
Namun, ujung dari perjalanan akademik sejatinya bukan sekadar sebuah gelar.
Ada tanggung jawab untuk menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian.
Melalui penelitian tentang pemenuhan gizi dan kualitas hidup ODHIV, Dr. Hasrul membawa isu kesehatan masyarakat ke dalam ruang akademik untuk dikaji dan dikembangkan.
Capaian ini diharapkan menjadi awal dari kontribusi yang lebih luas bagi pendidikan, penelitian, pelayanan kesehatan, dan masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang.
Selamat dan sukses kepada Dr. Hasrul, S.Kep., Ns., M.MKes. Semoga capaian akademik ini menjadi energi baru untuk terus meneliti, mengajar, mengabdi, dan menghadirkan ilmu yang memberi manfaat bagi kehidupan.
Karena pendidikan tinggi tidak berhenti ketika gelar diraih. Justru dari sanalah tanggung jawab untuk memberi dampak dimulai.















